1. Startup

Investasi Reksa Dana: Pengertian, Cara Kerja, dan Tips untuk Pemula

Bahasan singkat untuk mengenal reksa dana, beserta tips-tips memulai investasi bagi pemula.

Tahun 2022 sudah masuk bulan keempat, bagaimana hasil tabunganmu sejauh ini? Kalau kamu masih kesulitan untuk menabung, sepertinya investasi dengan reksa dana bisa kamu coba. Keuntungan dari investasi reksa dana bisa jadi motivasimu untuk rajin menabung.

Terlebih, dengan reksa dana, kamu bisa mendapat keuntungan yang lebih baik daripada menaruh deposito di bank. Ingin tahu cara kerjanya? Simak terus informasi berikut ini.

Pengertian Reksa Dana

Menurut Undang-Undang Pasar Modal Tahun 1995 Pasal 1 Ayat 27, reksa dana adalah wadah untuk menghimpun dana bagi masyarakat pemodal untuk diinvestasikan dalam portfolio efek oleh manajer investasi.

Gampangnya, reksa dana adalah urun dana masyarakat untuk membeli portfolio efek yang cenderung mahal. Reksa dana memang menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin investasi tetapi masih memiliki modal dan pengetahuan terbatas.

Contoh efek dalam reksa dana adalah deposito, obligasi, saham, hingga campuran dari beberapa efek. Reksa dana merupakan instrumen investasi yang cocok bagi pemula karena minimnya risiko dan jaminan return yang cenderung stabil.

Cara Kerja Reksa Dana

Secara umum, alur kerja reksa dana sangat sederhana yaitu sebagai berikut.

  1. Masyarakat pemodal membeli unit penyertaan (UP) reksa dana.
  2. Manajer investasi menginvestasikan kumpulan dana yang sudah dibeli investor ke jenis reksa dana yang sudah dipilih.
  3. Manajer investasi memantau pasar sekaligus membuat laporan secara berkala dalam Fund Fact Sheet (FFS).
  4. Investor dapat mencairkan dana sesuai keinginan maksimal 7 hari bursa.

Keamanan Transaksi

Kamu tak perlu khawatir dengan skema reksa dana di mana pihak ketiga yang harus mengelola danamu. Ini karena reksa dana memang merupakan produk investasi resmi yang diawasi pelaksanaannya oleh Otoritas Jasa Kesehatan (OJK).

Mulai dari aturan produk reksa dana sendiri hingga pihak-pihak yang mengelola dana investasi seperti manajer investasi dan bank kustodian. Nah, sebelum menyediakan jasa, pihak-pihak tersebut harus memiliki izin resmi dari OJK terlebih dahulu.

Makanya, untuk memastikan kredibilitas pihak ketiga, pastikan manajer investasi yang akan kamu pilih telah terdaftar di OJK agar kamu terhindar dari penipuan.

Keuntungan Reksa Dana

  1. Biaya terjangkau. Kamu bisa memulai investasi reksa dana mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 100.000.
  2. Diversifikasi investasi. Reksa dana memiliki banyak jenis, kamu bisa memilihnya sesuai tujuan dan profil risiko yang telah kamu buat. Mengingat biaya yang terjangkau, kamu bisa mengalokasikan investasimu ke berbagai jenis reksa dana tersebut.
  3. Dikelola oleh profesional. Kamu tak perlu khawatir jika tak bisa memantau potensi pasar karena hal tersebut adalah tugas manajer investasi. Selain itu, manajer investasi juga bertugas melaporkan kinerja portfolio secara berkala dalam FFS.
  4. Adanya laporan berkala terhadap kinerja portfolio mengindikasikan model reksa dana yang transparan. Kinerja reksa dana juga rutin diinformasikan di media setiap harinya.
  5. Proses pendaftaran dan pencarian mudah. Kamu cukup menyiapkan KTP atau NPWP untuk mendaftar dan mulai investasi. Selain itu, proses pencairan dana juga sangat mudah. Tinggal menghubungi manajer investasi kemudian tunggu uangmu di rekening.

Tips Investasi untuk Pemula

Setelah mengetahui keuntungan reksa dana, pastikan kamu belajar cara investasi yang benar. Selain itu, sebelum memulai investasi, pastikan kamu juga melakukan riset menyeluruh untuk memilih produk reksa dana terbaik.

Ada reksa dana dari bermacam bank seperti Bank Mandiri, Bank BCA, Bank BSI, dan sejenisnya bagi investor yang memiliki profil konservatif. Sebaliknya, kalau kamu lebih ingin lebih mandiri menentukan produk dan profil risikomu, kamu bisa menggunakan marketplace reksa dana seperti Bibit, Bareksa, Tanamduit, dan Ajaib.

Nah, kami punya tips bagi pemula untuk memulai investasi dengan reksa dana.

  1. Tentukan tujuan. Bisa jangka pendek maupun jangka panjang. Kamu bisa menyatakan tujuan investasi dengan memasukkan unsur “berapa nominalnya”, “berapa lama”, dan “untuk apa”.
  2. Tentukan profil risiko. Secara umum, ada tiga jenis profil risiko investor yaitu konservatif, moderat, dan agresif. Konservatif tidak suka risiko yang besar sehingga ia bersedia menerima return kecil tetapi tetap stabil dan minim risiko. Moderat bersedia menerjang fluktuasi jangka pendek dan menginginkan keuntungan yang lumayan. Agresif adalah yang berani mengambil risiko tinggi tetapi juga menginginkan return yang sepadan.
  3. Pilih jenis reksa dana yang sesuai dengan tujuan dan profil risiko. Jenis reksa dana yang tepat akan membantumu meraih tujuan sesuai dengan perencanaan.
  4. Lakukan riset terhadap produk reksa dana terbaik dengan melihat prospektus. Selalu baca prospektus untuk melihat kinerja reksa dana. Analisis juga FFS reksa dana untuk melihat rekam jejaknya di masa lalu.
  5. Pilih manajer investasi. Paling utama, pastikan manajer investasi sudah terdaftar di OJK. Lalu pastikan bagaimana kinerjanya di masa lalu selama mengelola dana investasi.
  6. Rutin investasi. Tak perlu banyak-banyak, asal kamu rutin melakukan investasi karena yang “sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit”.

Demikian bahasan singkat hari ini tentang investasi reksa dana. Sebelum mulai investasi, pastikan kamu telah membekali diri dengan informasi dasar mengenai reksa dana, misalnya tentang jenis-jenisnya. Semoga bermanfaat!

Sumber gambar header: Freepik

***

Ikuti kuis dan challenge #NgabubureaDS di Instagram @dailysocial.id selama bulan Ramadan, yang akan bagi-bagi hadiah setiap minggunya berupa takjil, hampers hingga langganan konten premium DailySocial.id secara GRATIS. Simak info selengkapnya di sini dan pantau kuis mingguan kami di sini.