1. Startup

Tujuh Cara Membangun Bisnis untuk Startup Tahap Awal

Mulai dari memahami MVP, melakukan koreksi, dan meluncurkan versi beta untuk kalangan terbatas

Pemilik startup yang baru mulai untuk menjalankan bisnis biasanya mengalami keraguan dan kehilangan arah langkah mana yang baik diambil saat awal startup mulai dibangun. Untuk startup yang masih berada pada early stage, akan menjadi penting membangun bisnis sejak awal dengan tepat, untuk bisa menjadi acuan kemana arah bisnis startup akan dibawa nantinya. Artikel berikut akan membahas 7 langkah awal yang baiknya dicermati oleh pemilik startup tahap awal.

Minimum Viable Product

Istilah Minimum Viable Product sudah harus menjadi acuan di langkah awal berdirinya startup. Menjadi penting bagi startup untuk mendapatkan MVP yang sempurna sejak awal. Buatlah prototipe atau desain awal yang masih dalam format draft atau versi awal, coba tawarkan layanan atau produk tersebut ke target pasar dan dapatkan feedback dari orang-orang, untuk meningkatkan produk awal secara cepat sesuai dengan produk yang ingin diwujudkan.

“MVPs help entrepreneurs and corporate intrapreneurs outsmart the odds of failure by compartmentalizing big decisions—and big risks—into a series of smaller ones." - Storyhackers co-founder Rita Puri.

Meluncurkan versi beta untuk kalangan terbatas

Langkah selanjutnya yang bisa dilakukan adalah ketika MVP sudah didapatkan segar untuk membuat produk tersebut dalam versi beta untuk kalangan terbatas. Dari sana nantinya Anda bisa melihat kekurangan, fitur terbaik dan koreksi yang harus dilakukan, berdasarkan feedback dari orang-orang terdekat yang telah mencoba versi beta sebelumnya.

“When in doubt always build a product that is a painkiller rather than a vitamin.” - Pakar Marketing Vinay Koshy

Merekrut tenaga kerja

Ketika Anda sudah mulai membuat produk sudah waktunya untuk mempekerjakan tenaga ahli yang bisa membantu proses lebih cepat. Dalam hal ini ada baiknya Anda mulai merekrut developer atau mengajak seorang Co-founder yang memiliki pengalaman berbeda dengan Anda. Carilah tenaga kerja baru dalam jumlah kecil terlebih dahulu di awal startup, agar bisa membantu Anda membawa startup ke level selanjutnya.

“For a startup, people are as important as the idea,” - Founder Devishobha Chandramouli

Desain ulang / koreksi produk

Setelah uji coba telah dilakukan langkah berikutnya yang harus dilakukan adalah mengoreksi kekurangan atau kesalahan dari produk hingga desain yang ada. Coba fokuskan prioritas Anda terkait aspek yang harus dikerjakan terlebih dahulu, lakukan proses ini usai versi beta untuk kalangan terbatas dilakukan.

“[Startups] learn from the results of each test, refine the hypothesis, and test again—all in search of a repeatable, scalable, and profitable business model.” - Stanford professor Steven Blank.

Peluncuran versi beta untuk publik

Setelah versi beta untuk kalangan terbatas dicoba, koreksi, dan perbaikan produk telah dilakukan, langkah selanjutnya adalah meluncurkan versi beta untuk publik. Saat proses ini dilakukan, bersiaplah untuk menerima keluhan dan feedback dari orang banyak usai versi beta diluncurkan. Cara terbaik untuk menangani proses ini adalah dengan menyiapkan tim humas atau agensi kehumasan untuk membantu startup menjalankan proses tersebut.

Pembuktian model bisnis

Usai versi beta diluncurkan kepada publik, secara organik startup akan mulai menunjukkan siapa target pengguna yang tertarik dan fitur seperti apa yang berfungsi dengan baik dan berpotensi untuk dijual. Matangkan konsep dan produk yang ada dengan melakukan koreksi dan penambahan fitur yang lebih sempurna. Tahap ini menjadi krusial bagi startup, sebelum meluncurkan eksistensi startup secara resmi kepada publik dan tentunya investor.

Pendanaan tahap pertama

Tahap yang satu ini merupakan akhir dari proses membangun startup saat tahap awal, yaitu meyakinkan kepada investor untuk memberikan investasi berdasarkan produk yang ada. Siapkan faktor pendukung untuk bisa meyakinkan investor, mulai dari data, testimoni pengguna, target dan rencana serta potensi bisnis yang dimiliki, berdasarkan proses sebelumnya yang telah dijalankan startup.

Pendanaan tahap awal, atau seed round, biasanya tidak didapatkan sebelum startup telah melalui proses tersebut dan memastikan semua aspek berjalan dengan lancar.