1. DScovery

Arogan: Definisi, Jenis, Penyebab, dan Perbedaannya dengan Sikap Percaya Diri

Nyatanya, sifat arogan jika terus dibiarkan akan menjadi toxic yang berkepanjangan bagi diri sendiri mau pun orang di sekitar.

Dalam psikologi, arogan ditunjukkan kepada orang-orang yang memiliki rasa superioritas, yang diwujudkan dalam sikap sombong. Di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sendiri arogan adalah congkak, sombong, serta angkuh.

Tapi arogan itu sifat seperti apa sih? Kamu bisa baca rangkumannya di bawah ini!

Definisi Arogan

Arogan adalah perasaan atau emosi di dalam hati yang dapat mengacu pada dua pengertian umum. Dalam artian negatif, biasanya mengacu pada perasaan yang meninggikan status atau prestasi seseorang, sering disebut dengan kesombongan.

Arogansi, di sisi lain, dalam arti positifnya, mengacu pada kepuasan seseorang dengan keputusan atau tindakannya sendiri atau pihak lain dan kelompok sosial.

Filsuf dan psikolog sosial telah menemukan bahwa arogansi adalah emosi sekunder yang kompleks yang membutuhkan pengembangan emosi pribadi dan berurusan dengan perbedaan konseptual yang signifikan. Contoh cara membedakan kesombongan dari kebahagiaan dan kegembiraan melalui interaksi verbal. Psikolog sosial juga mengakui kesombongan sebagai sinyal status sosial yang tinggi.

Jenis-jenis Sikap Arogan

Santo Gregorius Agung mengktegorikan sikap arogan menjadi 4 jenis, yakni:

• Dia merasa bahwa kebaikannya berasal dari dirinya sendiri.

• Merasa kebaikannya datang dari Tuhan dan berkat jasa yang telah dia lakukan.

• Menyombongkan sesuatu yang sebenarnya tidak dimiliki.

• Melihat orang lain dengan rendah dan merasa bahwa mereka adalah satu-satunya pemilik dari apa yang telah mereka miliki.

Penyebab Sikap Arogan

• Merasa lebih unggul dari orang lain. Hal tersebut dapat berupa status, harta benda, relasi, pengetahuan, dan lain-lain.

• Iri terhadap prestasi orang lain untuk menunjukkan jika dia memiliki sesuatu yang tidak dimiliki orang lain.

• Butuh image yang baik di depan orang lain. Jika tindakannya diperbaiki, dia tidak dapat menerima atau bahkan menolak kebenaran dengan memaksakan pendapatnya.

Perbedaan Arogan dengan Percaya Diri

1. Pengalaman dan Keahlian

Kepercayaan diri seseorang berasal dari pengalaman dan keahliannya. Ini memungkinkan sebagian besar dari mereka mendapatkan umpan balik positif yang menunjukkan apa saja keunggulannya.

Pada saat yang sama, orang yang sombong cenderung memiliki sedikit pengalaman dan keahlian. Tidak hanya itu, orang yang arogan pun hanya fokus pada sebagian keterampilannya tanpa fokus untuk mengembangkannya.

2. Rasa Menghargai dan Rendah Hati

Orang yang percaya diri biasanya juga memiliki sifat rendah hati. Orang yang percaya diri sadar akan pencapaiannya tetapi tidak ingin menyombongkannya di depan orang lain.

Sikapnya yang percaya diri akan membuatnya dihormati oleh rekan kerja dan atasan.

Sebaliknya, orang yang arogan tidak menghargai orang lain dan lebih suka menyombongkan kemampuan atau prestasinya kepada teman sebayanya. Karena itu, ia tidak mendapat respek dari rekan kerja dan sekitarnya.

3. Dampak ke Lingkungannya

Seseorang yang percaya diri akan menyebarkan hal-hal positif, seperti kemampuannya membantu rekan kerja meningkatkan keterampilan dan prestasi kerja.

Pada saat yang sama, orang yang arogan hanya menyebarkan hal-hal negatif kepada orang-orang di sekitarnya. Selain itu, individu seperti itu menggunakan kemampuannya hanya untuk diri mereka sendiri.

Tidak hanya itu, orang yang arogan hanya fokus pada hal negatif ketika mereka memiliki masalah dan tidak mau menyelesaikannya bersama.

4. Ketika Mendapatkan Kritik dan Feedback

Ketika orang yang percaya diri menerima feedback atau kritik, mereka menghargai dan menerimanya. Orang yang percaya diri percaya bahwa feedback yang mereka terima adalah pengalaman belajar bagi mereka sehingga karier mereka bisa maju.

Pada saat yang sama, orang yang arogan cenderung tidak menerima feedback atau kritik yang membangun. Akibatnya, mereka tidak dapat maju dan hanya mencapai keterampilan yang biasa-biasa saja.

Nah, demikian gambaran tentang sifat arogan. Sejatinya, sifat ini hanya menimbulkan dampak negatif bagi diri sendiri mau pun orang di sekitar. Maka dari itu, hidup lebih positif dan menghindari toxic yang ada akan membuat kamu lebih sehat menghadapi kehidupan.

Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter
Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again