Masuki Usia Ke-14, Bhinneka Perkokoh Posisi Sebagai Pelopor E-commerce di Indonesia

Masuki Usia Ke-14, Bhinneka Perkokoh Posisi Sebagai Pelopor E-commerce di Indonesia

bhinneka
bhinneka

Pada bulan Juni mendatang situs pelopor e-commerce di Indonesia Bhinneka tepat memasuki usia ke-14. Usia yang bisa dikatakan sebagai “usia ABG” tersebut membuat Bhinneka semakin dewasa menghadapi industri e-commerce Indonesia yang semakin dinamis dan progresif. Seperti apa Bhinneka yang dikenal sebagai pelopor menghadapi persaingan industri e-commerce Indonesia?

Empat belas tahun tentu saja bukanlah waktu yang singkat. Sepanjang periode tersebut, Bhinneka telah dikenal sebagai situs yang konsisten di jalur industri e-commerce. Pada waktu itu e-commerce masih merupakan industri yang asing di telinga masyarakat. Koneksi internet pun pada saat Bhinneka berdiri masih belum merata seperti sekarang ini.

Melalui sebuah obrolan singkat kami dengan Hendrik Tio selaku founder dan CEO Bhinneka, ia mengungkapkan “resepnya” agar usaha e-commerce tersebut dapat bertahan lama hingga dapat melewati lebih dari satu dekade.

Menurutnya, Bhinneka dapat bertahan hingga 14 tahun karena dua hal, yaitu: “Passion” dan “Konsistensi”. Passion seluruh anggota timnya yang memang bergerak di bidang IT membantu mengenali industri dan karakter pelanggan dengan baik, sementara konsistensi memegang peranan penting dalam perjalanan Bhinneka selama ini untuk mampu bertahan dari segala tantangan yang dihadapi. Konsistensi juga membawa Bhinneka dalam berinovasi dan menciptakan fitur-fitur menarik yang sesuai dengan karakter pasar Indonesia. Perkembangan pasar e-commerce yang pesat akhir-akhir ini membuat Bhinneka mau tak mau mengikutinya.

Empat belas tahun yang lalu, iklim Internet di Indonesia sangatlah berbeda dibanding saat ini. Bhinneka yang baru memulai usahanya saat itu mencoba untuk menawarkan sesuatu hal yang baru terhadap masyarakat Indonesia yaitu e-commerce. Siapa sangka, e-commerce justru saat ini merubah gaya belanja konsumen, khususnya di Indonesia dan itu dipelopori oleh Bhinneka.

“Sejak awal kami sudah merasakan bahwa e-commerce adalah sebuah peluang seumur hidup (lifetime chance), dimana e-commerce ini akan mengubah gaya belanja manusia — tak terkecuali di Indonesia. Keyakinan ini membuat kami merasakan inilah pasar yang pasti akan berkembang beberapa waktu ke depan. Investasi terus kami ditingkatkan untuk mengedukasi pasar, walaupun awalnya dunia e-commerce tidaklah berkembang dengan cepat. Begitu pasar siap, saya kira Bhinneka akan mendapatkan manfaat secara langsung. Dulu saat awal-awalnya Bhinneka selalu dipakai sebagai situs referensi banding harga, kami tidak berkecil hati. Begitu pelanggan siap, tentu kami yang dicari terlebih dahulu juga,” ujar Hendrik.

Demi lebih mendekatkan diri ke pelanggannya, Bhinneka juga telah melakukan ekspansi di ranah mobile dengan mendukung empat platform smartphone besar seperti Android, Blackberry, iOS dan Windows Phone. Bhinneka mengklaim menjadi situs e-commerce pertama yang memiliki mobile apps di empat platform tersebut.

Bhinneka bisa dikatakan sebagai legenda dalam industri e-commerce Indonesia. Dengan banyaknya pemain baru yang bermunculan di industri ini, Hendrik menaruh harapannya yang sangat besar terhadap perkembangan industri e-commerce  di Indonesia.

“Saya senang dengan banyaknya e-commerce ataupun startup di Indonesia. Kehadiran mereka ikut mempercepat proses pematangan pasar Internet, khususnya e-commerce. Saya memotivasi kepada teman-teman agar kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan takut gagal. Bila perlu marilah kita berkolaborasi bersama dan tumbuh menjadi kebanggaan bangsa,” tutup Hendrik.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.

x
Minerva | Maximize
3

Minerva is typing…