MSME Tutorial

Memahami Pengertian Biaya Peluang dan Bagaimana Metode Menghitungnya

Cara dan contoh menghitung nilai biaya peluang.

Sebelum memahami cara menghitung biaya peluang untuk bisnis Anda, pastikan Anda telah mengerti apa itu biaya peluang serta jenis-jenis biaya peluang. Peluang sendiri merupakan istilah sehari-hari yang sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Tapi, bagaimana dengan istilah biaya peluang? Untuk membantu Anda memahaminya, artikel ini akan membahasnya secara lengkap.

Definisi Biaya Peluang

Memahami pengertian biaya peluang sangat penting agar Anda tahu tujuan dari menghitung biaya peluang itu sendiri. Menurut beberapa ahli, biaya peluang atau opportunity cost merujuk kepada biaya yang hilang dari sebuah kesempatan untuk bisa memperoleh kesempatan lain.

Misalnya, Anda sedang mencari hiburan, tapi Anda hanya memiliki uang Rp.60.000. Lalu, Anda memiliki dua pilihan, yakni ke taman hiburan atau bioskop. Bioskop lokasinya dekat dengan rumah dengan harga tiket Rp.50.000. Sedangkan taman hiburan memiliki harga tiket Rp.35.000, tapi Anda harus mengeluarkan uang Rp.10.000 untuk pergi ke sana.

Biaya peluang terjadi karena adanya beberapa pilihan hasil dari keinginan tak terbatas manusia, namun terdapat kelangkaan yang membuat Anda tidak bisa mengambil semua pilihan tersebut. Sehingga, Anda harus memilih satu pilihan terbaik di antara beberapa pilihan tersebut.

Jenis-Jenis Biaya Peluang

Setelah memahami definisi dari biaya peluang, selanjutnya akan dibahas mengenai jenis-jenis dari biaya peluang itu sendiri.

Biaya peluang atau opportunity cost terbagi menjadi dua jenis, yakni biaya peluang implisit dan biaya peluang eksplisit. Apa perbedaan di antara keduanya? Berikut adalah penjelasannya untuk Anda.

Biaya Peluang Implisit

Jenis biaya peluang implisit adalah biaya yang dibayarkan, namun bukan dalam bentuk angka. Dalam bisnis, bentuk biaya yang dikeluarkan bisa berupa sumber daya, kebahagiaan, waktu, tingkat kepuasan, keuntungan di masa depan, dan lain-lain.

Biaya Peluang Eksplisit

Berbeda dengan jenis sebelumnya, biaya peluang eksplisit adalah biaya yang bisa dihitung dan ditampilkan dalam bentuk angka. Contohnya adalah uang, jumlah barang, laba, aset, dan lain sebagainya.

Cara Menghitung Biaya Peluang

 

 

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, biaya peluang ini ada akibat adanya keterbatasan sumber daya dan pilihan. Untuk menghitung nilai biaya peluang, selalu ingat dua ketentuan ini:

  • Biaya peluang adalah selisih dari biaya pilihan yang tidak Anda pilih dengan yang Anda pilih (jika ada dua pilihan).
  • Biaya peluang adalah pilihan yang kamu korbankan dan memiliki nilai terbesar (jika terdapat lebih dari dua pilihan).

Sebagai contoh, pada kasus sebelumnya, misalnya Anda memutuskan untuk pergi ke bioskop alih-alih ke taman hiburan. Maka nilai biaya peluangnya adalah selisih antara biaya pilihan yang Anda korbankan dengan biaya pilihan yang Anda ambil, yakni Rp.50.000 dikurang Rp.45.000. Maka, biaya peluangnya adalah Rp.5.000.

Contoh lainnya adalah jika Anda memiliki uang sebesar Rp. 3.000.000 dan bimbang antara ingin menggunakannya untuk membuka bisnis atau menonton konser. Jika Anda memilih membuka bisnis, maka Anda bisa menghasilkan uang kembali. Tapi, menonton konser memberikan Anda kesenangan.

Lalu, akhirnya Anda memutuskan untuk membuka bisnis. Kesenangan dari menonton konser adalah biaya peluang yang harus Anda bayar.

Nah, itu dia penjelasan mengenai jenis-jenis, contoh, dan cara menghitung nilai biaya peluang. Dalam bisnis, menghitung biaya peluang sangat penting karena Anda sebagai owner tentu akan dihadapkan dengan banyak pilihan, namun harus bijak dalam menggunakan sumber daya yang ada.

Header by Pixabay.

Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter