CoHive Segera Operasikan Gedung Coworking Space 18 Lantai “CoHive 101”

CoHive Segera Operasikan Gedung Coworking Space 18 Lantai “CoHive 101”

Membidik pertumbuhan anggota dua kali lipat tahun ini
Salah satu sudut di coworking space CoHive / CoHive
Salah satu sudut di coworking space CoHive / CoHive

Startup operator coworking space CoHive (sebelumnya Cocowork) segera mengoperasikan gedung coworking space CoHive 101 terbesar di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, dalam waktu dekat. Gedung 18 lantai ini mengadopsi tiga produk utama CoHive yakni Coworking, Coliving (ruang tinggal bersama), dan Coretail (ruang usaha bersama).

Co-Founder dan CEO CoHive Jason Lee menjelaskan, kehadiran gedung ini sekaligus menandakan komitmennya untuk memperkuat kehadiran di Indonesia. Di dalamnya, akan berkapasitas 4 ribu orang melakukan berbagai kegiatan dari coworking space, ruang kerja pribadi, ruang meeting, tempat acara, dan tempat usaha (coretail). Lantai teratas dari CoHive 101 akan dimanfaatkan sebagai kantor pusat CoHive.

Menurutnya, sepanjang 1,5 tahun belakangan, CoHive mengalami pertumbuhan yang cukup masif hingga 14 kali lipat untuk jumlah properti dan 80 kali lipat untuk area yang dikelola. Saat ini, CoHive mengoperasikan coworking space di 28 lokasi, tersebar di empat kota yakni Jakarta, Medan, Yogyakarta, dan Bali.

“Pertumbuhan yang cepat dan kuat ini, kami ingin memperkuat kehadiran kami di pasar Indonesia. Salah satu strategi kami adalah dengan mengoperasikan CoHive 101 ini, yang berarti bahwa kami adalah perusahaan ruang kerja bersama pertama yang mengoperasikan seluruh bangunan bertingkat tinggi,” terang Jason kepada DailySocial.

Secara industri, lanjutnya, kebutuhan orang untuk mendapatkan suasana kerja yang nyaman di kota besar seperti Jakarta itu sangat tinggi. Tidak hanya datang dari pekerja startup saja, tapi juga sudah sampai ke level korporat dan pemerintah.

Untuk itu, kendati Jakarta sudah banyak memiliki banyak pemain coworking space datang dari berbagai negara atau pun lokal tetap ada peminatnya. CoHive memaknai peluang tersebut dengan mendidik pasar mengapa mereka butuh untuk beralih dari ruang kerja konvensional ke ruang kerja modern.

“Oleh karena itu, keberadaan banyaknya pemain coworking space harus dilihat sebagai kesempatan untuk mengedukasi masyarakat agar pangsa pasar ruang kerja bersama semakin luas.”

Strategi CoHive adalah mengedepankan pengalaman pelanggan untuk mempertahan retensi anggota. Caranya dengan rutin menggelar acara dan kegiatan agar anggota bisa terhubung dengan bisnis startup lainnya, bahkan bertemu investor.

Dalam CoHive 101 ini, tidak ada perbedaan harga sama sekali dengan lokasi CoHive lainnya. Pengguna bisa menikmati secara harian, bulanan, atau tahunan untuk meja fleksibel, meja khusus, dan meja tim.

Rencana CoHive

Setelah CoHive 101 diresmikan pada April mendatang, Jason menuturkan pihaknya akan terus menambah ke lokasi lain di kota-kota berikutnya. Perusahaan membidik pertumbuhan dua kali lipat untuk anggota CoHive pada tahun ini.

Hanya saja, dia enggan memberikan detilnya lebih dalam. Sekitar 8 ribu anggota CoHive bergabung datang dari 800 perusahaan.

Khusus untuk Coliving, perusahaan akan perluas kapasitasnya untuk kawasan Apartemen West Vista, Cengkareng, dengan lokasi tepatnya di The Crest Building. Jason menyebut perusahaan akan mengoperasikan dua lantai tambahan di sana. Bila ditotal, Coliving akan memiliki total 64 unit kamar yang bisa dimanfaatkan anggotanya.

Coliving menganut konsep kerja sekaligus ruang tidur, mirip seperti apartemen pada umumnya dengan tipe kamar compact, studio, satu atau dua kasur tidur. Biayanya dimulai dari Rp3 juta per bulan, sudah termasuk biaya sewa, air, listrik, internet, parkir, event, dan lainnya.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.

Interview
Artikel Populer
x
Minerva | Maximize
3

Minerva is typing…