Categories

Feature

Daftar Investor Startup Teknologi Indonesia

Startup Anda butuh pendanaan? Berikut ini adalah daftar investor yang mungkin cocok dengan bisnis Anda

Hesti Pratiwi - 21 May 2015

shutterstock_204625597

Untuk dapat terus tumbuh dan berkembang, selain membutuhkan pendanaan startup juga memerlukan ilmu dari investor mereka. Investor industri digital bukan hanya pemodal yang memberikan kapital, tetapi juga membantu pengembangan usaha melalui transfer ilmu, skill, hingga jaringan yang dimilikinya. DailySocial mencoba menyodorkan daftar investor yang mungkin sesuai dengan kebutuhan startup Anda, terutama untuk perkembangan di tahap awal.

1. East Ventures

Perusahaan  VC (Venture Capitals) yang satu ini, termasuk yang cukup aktif dalam menanamkan modal di startup teknologi  Indonesia. Portofolionya pun sangat beragam, mulai dari e-commerce, game, media, hingga startup pendidikan. East Ventures  didirikan oleh Batara Eto, Willson Cuaca, dan Chandra Tjan, mereka berinvestasi kepada startup di tahap awal.

Contoh Portofolio: Tokopedia, AppsFoundry, PriceArea, Nightspade, Talenta, BerryKitchen, Berrybenka, Bilna, Traveloka, Livaza, Kudo, Otten Coffee

Baca juga: Willson Cuaca dan Empat Tahun Gebrakan East Ventures

2. Ideosource

Didirikan Andi S Boediman dan Edward Ismawan Chamdani, Idesource dikelola oleh orang-orang berpengaruh di dunia teknologi, media, dan industri telekomunikasi di Indonesia. Lembaga pendanaan ini fokus kepada pendanaan tahap awal hingga series A. Fokusnya di sektor media dan e-commerce.

Portofolio: eEvent, Female Daily Network, Orori, TouchTen, Saqina, Kark.

3. Cyber Agent Ventures (CAV)

Perusahaan asal Jepang ini telah berinvestasi,  dan menanamkan dananya untuk startup Indonesia sejak 2011. Investsment Manager untuk Indonesia adalah Oswin Liandow, Steven Vanada, dan Takahiro Suzuki selaku General Manager. CAV tertarik investasi  di bidang e-commerce, termasuk startup dengan potensi pasar yang besar, dan mengedepankan growth perusahaan.

Portofolio: Touchten, Tokopedia, Kurio, HarukaEdu, Bilna, VIP Plaza.

4. Gree Ventures

Selain CAV, Gree Ventures juga  perusahaan investasi yang berbasis di jepang. Perusahaan ini tertarik untuk berinvestasi kepada perusahaan industri internet, dan mobile. Selain e-commerce, fashion,  dan advertisements mereka tertarik juga berinvestasi kepada startup yang bergerak di bidang payment gateway. Mereka mengucurkan dana Pre-Series A hingga putaran pendanaan Seri A. Mereka menyediakan dana sekitar US$ 50 juta untuk dikucurkan kepada startup di Jepang dan Indonesia. VC ini dikelola oleh Managing Partner Naoki Aoyagi.

Portofolio: PriceArea, Urbanindo, Luxola, Bukalapak, Berrybenka, Kudo

5. Transcosmos

Transcosmos perusahaan yang menawarkan investasi dan pengembangan bisnis. Mereka strategis investor, dan mitra bisnis lokal aktif untuk perusahaan teknologi AS berbasis internet ekspansi ke pasar Jepang dan Asia. Mereka menawarkan joint venture, pembangunan infrastruktur, hubungan strategis, dan lokalisasi untuk perusahaan di sektor teknologi AS. Transcosmos Investasi ‘portofolio, yang fokus pada perusahaan yang mengkhususkan diri dalam pemasaran digital, e-commerce dan media digital. Board member mereka terdiri dari Setsuo Yamane, Nozomu Yoshida, Hideaki Ishioka, dan Jutaro Takinami. Transcosmos adalah investor putaran seri A dan B.

Portofolio: Luxola dan BerryBenka

6. Rebright Partners

Rebright Partners adalah perusahaan Venture Capital yang didirikan di Tokyo dengan basis di Singapura dan Jepang. Mereka memberikan pendanaan tahap awal, fokus kepada startup di bidang e-commerce, social commerce, dan restoran. Baru-baru juga tertarik investasi di media online. Orang di belakang Rebright Partners adalah Takeshi Ebihara.

Potofolio : Qraved, Indotrading, MalesBanget (MBDC Media)

7. Golden Gate Ventures

Perusahaan investasi ini didirikan oleh Vinnie Lauria, Jeffrey Paine, dan Paul Bragiel pada  tahun 2011. Golden Gate Ventures memiliki basis di Singapura, mereka memberikan dana untuk  seed funding hingga Seri A.

Portofolio: Bilna, Alodokter, IndoTrading

8. ANGIN

Angel Investment Network Indonesia (ANGIN), yang didirikan pada tahun 2012, merupakan program dari Global Entrepreneurship Program Indonesia (GEPI) dengan fokus bertumpu pada mendukung pertumbuhan startup tahap awal dalam bentuk pemberian pendanaan dan mentoring. Organisasi nirlaba ini merupakan jaringan angel investment resmi pertama di Indonesia. Dana yang dikucurkan untuk startup mencapai Rp 1,5 miliar.

Portofolio: Berrry Kitchen, Margarite Nougat, Kakoa Chocolate

9. Aucfan

Aucfan adalah satu-satunya perusahaan Jepang yang menyediakan semua data harga e-commerce di tiga pasar yang besar, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang. Perusahaan Jepang ini juga ikut berpartisipasi dalam lanskap e-commerce di Indonesia, baik segmen B2B maupun C2C.

Portofolio: Bukalapak, Indotrading

10. Convergence Ventures

Convergence Ventures adalah VC yang fokus kepada pendanaan tahap awal khusus startup di Indonesia. Perusahaan ini dikelola oleh Manging Partner Adrian Li dan Partner Donald Widhardja.

Portofolio: Indotrading, Qraved, MalesBanget, dan Female Daily Network

11. EMTEK Groups

EMTEK merupakan grup konglomerasi media Indonesia yang juga merupakan holding company dari Lakupon, NexMedia, SCTV, Indosiar, dan O Channel. Grup dari perusahaan besar media ini belakangan mulai melirik sektor digital. Mereka menawarkan joint venture bersama Rumah.com, akuisisi, dan menanamkan modal di perusahaan e-commerce dan game. EMTEK sering terlibat dalam putaran pendanaan seri A.

Portofolio: Bobobobo, Rumah, Karir, Artoncode, Bukalapak

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter