Categories

Berita

Dampak Sosial Bisnisnya Bawa GrabTaxi Jadi Salah Satu Startup Terpanas Asia

Dalam ajang Tech In Asia Jakarta 2015, CMO GrabTaxi Cheryl Goh menekankan tujuan GrabTaxi ialah merevolusi pengalaman transportasi para pengguna

Michael Erlangga - 12 November 2015

Bagaimana membangun bisnis tanpa mengorbankan kebahagiaan pengguna dan karyawan dipaparkan oleh CMO GrabTaxi Cheryl Goh yang berhasil membawa startup asal Malaysia tersebut menjadi salah satu primadona di pasar regional, termasuk Indonesia. Ia menuturkan proses bisnis dan kultur GrabTaxi yang menekankan eksistensinya di pasar tak hanya tentang mengejar aspek finansial, tetapi juga membahagiakan seluruh entitas yang terlibat di dalamnya.

“Saya dan keluarga sangat mengandalkan transportasi publik sejak lama. Sayangnya, mayoritas transportasi publik memiliki pelayanan yang kurang baik,” kata Cheryl yang mengakui bahwa dirinya terganggu dengan hal itu.

GrabTaxi dinilai mampu menjadi medium bagi Cheryl untuk turut serta memberikan solusi dan memberikan dampak sosial kepada masyarakat luas. Dimulai dengan sangat minim sumber daya manusia, kini GrabTaxi memiliki sekitar 150 pekerja dari enam negara yang beroperasi di 28 kota.

“Yang terpenting ialah mengapa kami ada? Untuk apa keberadaan kami [di bisnis ini]? Why it’s matter?” ujar Cheryl di sesinya pada konferensi Tech In Asia Jakarta 2015.

Semua diawali oleh maksud dari keberadaan entitas bisnis itu sendiri. The power of purpose. Cheryl mengatakan alasan fundamental eksistensi dari sebuah perusahaan menjadi jiwa yang akan menuntun demi mengembangkan produk dan orang-orang yang akan direkrut nanti.

We exist to move forward. Tujuan GrabTaxi ialah merevolusi pengalaman transportasi para pengguna kami. Jajaran layanan kami memberikan kesempatan dalam metode yang berbeda-beda [GrabTaxi, GrabCar, GrabBike],” papar Cheryl.

Memberikan kilas balik, GrabTaxi pada awal mulanya berdiri sempat menerima banyak mitra pengemudi yang tak memiliki surat dan lisensi yang lengkap. Hal tersebut jelas menjanjikan suplai pada permintaan pasar yang lebih besar dan cepat, tetapi di sisi lain skema tersebut sangat beresiko terhadap keamanan pengguna.

Cheryl mengutip pernyataan pendiri Apple Steve Jobs yang menggugahnya kala itu:

“You work is going to fill a large part of your life, and the only way to be truly satisfied is to do what you believe is great work. And the only way to do great work is to love what you do. If you haven’t found it yet, keep looking. Don’t settle!”

Keputusannya berujung pada persyaratan yang sedikit lebih baik demi keamanan dan kenyamanan pengguna GrabTaxi sendiri. Karena berdasarkan “purpose” yang sejalan dengan pribadinya, GrabTaxi menempatkan kebutuhan konsumen dalam prioritas tertinggi, terlebih lagi urusan keamanan.

Poin selanjutnya ialah memperlakukan mitra [driver] dengan baik sehingga bisa menciptakan ikatan kerja profesional yang baik secara berkelanjutan. Hal ini dibuktikan dengan berbagai program seperti Elite Biker, GrabScheme, dan GrabSchool.

Sebagai startup berbasis teknologi, Cheryl menekankan poin terakhir untuk terus berinovasi. Dengan meluncurkan berbagai fitur dan layanan terbaru, GrabTaxi ingin terus men-"disrupt” industri dengan memberikan lebih banyak pilihan dan kesempatan yang terbaik untuk seluruh penggunanya.

“Beyond the financial pursuit, [...] it’s the power of purpose."

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter