Terhitung sejak akhir Agustus 2015 perusahaan digital marketing asal di Jepang bernama FreakOut telah resmi melebarkan sayap operasionalnya di Indonesia dengan nama PT FreakOut dewina Indonesia. Untuk pasar Indonesia, FreakOut mencoba menghadirkan in-feed native advertising platform berbasis mobile ad network yang disebut ‘Hike’. Sebelum memantapkan kehadirannya di Indonesia, platform Hike diklaim telah berhasil mendulang sukses di Thailand dan Istanbul.

Berdiri sejak tahun 2011, perusahaan yang berbasis di Tokyo ini telah berhasil melakukan IPO di tahun 2014 dengan nilai lebih dari USD 400 juta. Kini setelah lima tahun beroperasi dan mengalami pertumbuhan yang cepat untuk pemain di sektor bisnis ini, FreakOut memiliki kantor cabang di Osaka, Singapura, Bangkok, Istanbul, dan yang terakhir di Jakarta. Secara keseluruhan FreakOut telah memiliki lebih dari 130 orang karyawan.

Platform Hike dan in-feed native advertising di Indonesia

Di Indonesia FreakOut menjadi salah satu pelopor yang memperkenalkan in-feed native advertising platform berbasis mobile ad network. Kendati demikian sebenarnya ini bukan kali pertama FreakOut bersentuhan dengan pasar Indonesia. Beberapa waktu lalu Freakout sempat menjalin kemitraan dengan IdBlogNetwork untuk membawa teknologi Demand Side Platform (DSP) ke pasar Indonesia.

Platform Hike sendiri pada dasarnya adalah Ad Network yang difokuskan pada perangkat smartphone dengan mengusung model in-feed native ads. In-feed  sendiri merupakan revolusi dari advertorial digital yang menitikberatkan pada konten, atau secara sederhana disusun untuk menawarkan kemampuan layaknya native ad yang memungkinkan iklan muncul seperti konten itu sendiri. Di Indonesia in-feed ads sudah mulai dilirik oleh KapanLagi Network untuk dikembangkan lebih lanjut.

Dengan mengusung gaya in-feed native ads, Hike diklaim FreakOut memiliki kemampuan untuk menjelma menjadi bagian dari konten dengan menyesuaikan frame, look and feel, serta layout masing-masing mobile site. Sedangkan dari sisi teknis, FreakOut mengklaim bahwa format iklan yang ditawarkan Hike mudah dan cepat untuk diaplikasikan oleh para web maupun apps developer.

CEO FreakOut Indonesia Tomohiro Yasukura mengatakan:

“Untuk penerbit kami akan memberikan solusi mobile baru yang menguntungkan, untuk pengiklan kami akan memberikan ROI tinggi solusi baru alternatif untuk iklan banner, untuk pengguna kami akan memberikan format iklan yang tidak mengganggu pengalaman pengguna media. Kami ingin [turut] berkontribusi pada pertumbuhan pasar mobile Indonesia.”

Di balik keputusan ekspansi FreakOut ke Indonesia dan ‘kue’ pasar mobile advertising Indonesia

Keputusan FreakOut untuk memperluas cakupan wilayah operasional ke Indonesia sendiri bukan tanpa alasan. Menurut penjelasan Yasu, setidaknya ada tiga alasan utama yang menjadi latar belakang FreakOut untuk memperluas pasarnya ke Indonesia.

Pertama, tingginya penetrasi perangkat smartphone yang membuat Indonesia, negara dengan penduduk 250 juta jiwa, diprediksikan berada di peringkat pertama sebagai negara dengan pengguna ponsel pintar terbesar. Kedua, tingginya pertumbuhan belanja konten iklan digital di Indonesia yang diramalkan akan terus tumbuh lima kali lipat lebih besar dari kawasan Asia Pasifik hingga tahun 2018. Terakhir, potensi pasar e-commerce yang diramalkan nilainya dapat mencapai USD 25 miliar.

Yasu juga mengungkapkan bahwa di awal FreakOut beroperasi di Indonesia, para pemain e-commerce akan menjadi target market utamanya. Ke depan Yasu berharap seluruh penerbit yang memiliki media digital di Indonesia dapat mengenal solusi Hike yang dibawa FreakOut ke Indonesia.

Sebagai pemain baru yang bermain di segmen periklanan digital Indonesia, FreakOut terbilang memiliki amunisi yang cukup lengkap, terutama sebagai pemain DSP yang telah berhasil membuktikan diri di berbagai pasar Asia. Meski demikian, Italo Gani dari Adskom juga menjelaskan bahwa pasar Indonesia sendiri sangat unik meski menyimpan potensi yang besar. Ini yang akan menjadi pekerjaan rumah FreakOut di Indonesia, yakni untuk memahami pasar Indonesia agar platform yang dibawanya dapat menjangkau pengguna lebih luas lagi.