Bicara soal mobil elektrik, kita juga harus membahas mengenai infrastrukturnya. Seperti yang kita ketahui, SPBU sudah tidak punya peran lagi ketika kita membicarakan mengenai mobil elektrik. Layaknya smartphone, mobil elektrik hanya memerlukan asupan daya dari stop-kontak.

Juga seperti smartphone, mobil elektrik dapat diisi ulang tanpa perlu mengandalkan kabel. Sebelum ini, Mercedes-Benz telah mengumumkan kalau fitur wireless charging rancangan Qualcomm akan segera tersedia pada salah satu mobil hybrid-nya. Sekarang, giliran General Motors yang mengungkap rencananya.

Perusahaan yang membawahi merek-merek seperti Chevrolet dan Cadillac tersebut telah menjalin kerja sama dengan WiTricity, yang dikenal sebagai salah satu pionir teknologi wireless charging. Keduanya tengah menyatukan upaya untuk menguji prototipe wireless charger bikinan WiTricity.

Dijuluki WiTricity Drive 11, prototipe ini mengadopsi konsep park-and-charge, dimana mobil elektrik cukup diparkir di atasnya, dan proses charging akan berlangsung secara otomatis, baik dalam kecepatan 7,7 maupun 11 kW. Cara kerjanya kurang lebih sama seperti buatan Qualcomm.

Akan tetapi yang menarik dari sistem ini adalah jaminan kompatibilitas dengan semua mobil elektrik, tanpa memedulikan mereknya. WiTricity memastikan instalasi yang mudah pada lantai garasi maupun di bawah aspal pada lahan parkir umum.

Meski realisasinya mungkin masih lama, wireless charging punya peran penting dalam masa depan industri otomotif, khususnya berkaitan dengan teknologi kemudi otomatis. Bayangkan misalnya sebuah Tesla Model S yang tidak berisikan satu pun penumpang hendak mengisi ulang baterainya di Tesla Supercharger, siapakah yang akan menancapkan kabel charger ke mobilnya? Berkat wireless charging masalah tersebut bisa langsung teratasi.

Sumber: WiTricity.