Agar bisnis Go-Jek makin mulus, perusahaan berencana untuk melipatgandakan jumlah engineer dari India menjadi lebih dari 200 orang. Saat ini engineer-nya di sana berjumlah 100 orang, hasil akuisisi terhadap 4 startup sepanjang tahun 2016. Angka tersebut bakal jadi jumlah engineer terbanyak yang dimiliki Go-Jek, dibandingkan di Indonesia (100 orang) dan Singapura (10 orang).

Go-Jek juga berencana untuk kembali melanjutkan aksi acquihire startup asal India, setelah sukses melakukan hal serupa pada Pianta, C42 Engineering, CodeIgnition, dan LeftShift tahun lalu.

CEO dan Founder Go-Jek Nadiem Makariem mengatakan rencana tersebut menjadi langkah Go-Jek yang ingin memperkuat layanan fintech Go-Pay serta jasa kurir makanan dan parsel. Sejak GoPay diluncurkan, transaksi yang menggunakan Go-Pay mendominasi lebih dari 50% dari total transaksi yang masuk ke perusahaan.

“Kami tidak pernah melihat adopsi Go-Pay yang begitu cepat di masyarakat,” ucap Nadiem seperti dikutip dari Bloomberg.

Dia melihat pembayaran digital jadi kunci utama Go-Jek memenangkan kompetisi dan membangun bisnis yang berpotensi menguntungkan. Go-Pay yang terintegrasi dengan aplikasi Go-Jek dapat menyimpan uang pengguna di ponsel mereka. Pengguna dapat top up dana lewat transfer dari rekening bank atau ATM.

Bila pengguna tidak memiliki rekening bank, mereka dapat top up secara offline dari pengemudi Go-Jek. Go-Pay bisa digunakan untuk seluruh transaksi dari layanan yang tersedia di Go-Jek. Rencananya perusahaan akan membuka layanan ini untuk merchant yang sudah bekerja sama dengan GoJek tahun ini.

Perkembangan Go-Pay

Masifnya tingkat penggunaan Go-Pay oleh pengguna Go-Jek didorong berbagai promo, seperti diskon 50% untuk setiap pengguna menggunakan jasa Go-Ride atau jasa lainnya. Selain diskon, kini Go-Pay akan terus memperkenalkan use-case baru di dalam ekosistem Go-Jek, salah satunya yang terkini adalah meluncurkan fitur Go-Points.

Fitur ini adalah bentuk apresiasi Go-Jek terhadap pengguna yang setia memanfaatkan berbagai layanan yang ditawarkan perusahaan. “Melalui fitur ini, pelanggan dapat memperoleh poin loyalti dari setiap transaksi layanan yang dibayar menggunakan Go-Pay. Pengguna yang menukarkan poin tersebut akan mendapat reward menarik,” terang Head of Go-Pay Filman Ferdian kepada DailySocial.

Meski demikian, pihaknya enggan membeberkan lebih detil pencapaian dari Go-Pay terkini. Dia hanya mengungkapkan penggunaan Go-Pay terus tumbuh dengan sangat pesat baik dalam hal top up, transaksi, maupun pengguna. Perusahaan akan terus membuat proses isi ulang dana Go-Pay semudah mungkin.

“Kami tidak bisa memberikan informasi terkait penggunaan Go-Pay, akan tetapi yang dapat kami sampaikan adalah Go-Pay meningkatkan loyalitas pengguna Go-Jek itu sendiri. Pelanggan yang menggunakan Go-Pay lebih sering menggunakan jasa Go-Jek dibandingkan pelanggan yang belum menggunakan Go-Pay,” pungkasnya.

Application Information Will Show Up Here