Setelah sekian lama mendapat kritik soal tampilan aplikasi, Go-Jek hari ini secara resmi memperbarui tampilan aplikasi, kini versi 2.0.0, untuk platform iOS dan Android. Selain tampilan yang lebih menarik, Go-Jek juga memperkenalkan Go-Car sebagai layanan pemesanan mobil serupa Uber dan GrabCar. Mereka juga me-rebranding Go-Jek Credit menjadi Go-Pay dengan fokus penggunaan untuk hampir semua layanan yang ditawarkan.

Pembaruan kali ini adalah jawaban Go-Jek atas rebranding yang dilakukan Grab beberapa waktu lalu, sementara peluncuran Go-Car adalah jawaban untuk Uber yang kini juga bermain di segmen ojek online melalui UberMOTOR.

Selama ini memang Go-Jek terlihat cuek soal UI/UX-nya dan pembaruan kali ini berusaha memperbaiki hal tersebut. Go-Jek Februari lalu telah mengakuisisi dua perusahaan teknologi India dalam usahanya memposisikan diri sebagai perusahaan teknologi yang peduli akan kehandalan produknya.

Go-Car

Bisa dibilang pembaruan kali ini meng-highlight dua hal penting. Pertama adalah peluncuran Go-Car dan kedua adalah Go-Pay. Akhir Maret lalu, CEO Go-Jek Nadiem Makarim sempat mengatakan ingin membuat layanan reservasi taksi bernama Go-Car. Ternyata Go-Car melangkah lebih jauh sebagai penantang Uber dan GrabCar. Sejauh ini saya belum menemukan kendaraan Go-Car di sekitar tempat saya berada, tapi seperti halnya UberMOTOR saya ekspektasikan kondisi ini akan berangsur-angsur berubah. Go-Car saat ini baru tersedia di Jakarta.

Go-Jek versi 2.0 dengan Go-Car
Go-Jek versi 2.0 dengan Go-Car

Yang menjadi pertanyaan tentu saja mengapa konsep Go-Car berubah dari layanan reservasi taksi menjadi layanan pemesanan mobil? Apakah pernyataannya dulu sekedar kamuflase layanan sesungguhnya, yang secara legal belum diatur oleh undang-undang?

Go-Pay

Pembaruan lain yang terlihat remeh tapi sebenarnya sangat penting untuk perkembangan Go-Jek adalah Go-Pay. Sebagai bentuk evolusi Go-Jek credit, Go-Pay adalah cashless system yang bisa digunakan untuk membayar Go-Ride, Go-Car, Go-Food, Go-Tix, Go-Mart, Go-Box, dan Go-Send. Untuk membuatnya efektif dan mudah diterima masyarakat, Go-Jek bekerja sama dengan 3 bank terbesar di Indonesia, BCA, Mandiri, dan BRI, agar konsumen bisa langsung melakukan top up ke virtual account Go-Jek. Tidak perlu lagi mengeluh jika pengemudi Anda tidak punya kembalian saat membayar dengan uang tunai.

Pembaruan lain

Ada sejumlah perbaikan yang diimplementasikan di Go-Food dan Go-Mart untuk meningkatkan pengalaman pelanggan. Khusus untuk Go-Food, Go-Jek kini membedakan biaya antar untuk merchant mitra dan yang bukan. Pembelian di merchant mitra hanya dikenakan biaya antar Rp 5000, sedangkan non-mitra dikenakan biaya antar Rp 15.000. Sebelumnya biaya antar yang diterapkan untuk Go-Food adalah Rp 10.000.

Saya juga melihat ada sedikit twist yang diberikan Go-Jek untuk membedakan aplikasinya di platform iOS dan Android. Aplikasi Go-Jek untuk iOS memiliki header berwarna putih, sementara untuk Android menggunakan header berwarna hitam. Belum jelas apakah ada maksud lain untuk perbedaan ini.

Go-Jek termasuk dalam jajaran aplikasi terbaik di Google Play Indonesia sepanjang tahun 2015. Khusus untuk Google Play saja, jumlah unduhan aplikasnya mencapai antara 5 juta hingga 10 juta unduhan.

Dengan pembaruan ini Go-Jek berusaha memberikan pernyataan bahwa layanannya, setelah perolehan investasi dari dua investor besar, Sequoia Capital dan DST Global, tetap berusaha untuk memperbaiki diri. Kita tunggu apakah perbaikan kali ini juga meningkatkan unsur kehandalan (reliabilitas) dan ketepatan GPS aplikasi.

Application Information Will Show Up Here

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.