1. Startup

GoIndonesia, Satu Lagi Situs Travel Lokal

Tak habis-habisnya situs travel lokal hadir di ranah online Indonesia. GoIndonesia merupakan situs travel yang baru muncul dengan semangat "Online Travel Agent sesungguhnya yang pertama di Indonesia". GoIndonesia didirikan oleh Karya Harmoni Indonesia yang merupakan bagian dari KAHA Group dan diluncurkan per awal Desember lalu.

Yusuf IJsseldijk, Managing Director & CEO PT. Karya Harmoni Indonesia, dalam rilis persnya menegaskan, "Online travel agent yang sesungguhnya berarti bahwa segera setelah pelanggan melakukan reservasi maka ia harus segera mendapatkan konfirmasi, tanpa harus menunggu lagi. Istilah online bagi kami adalah segala sesuatunya dijalankan by system secara elektronis, pelanggan mendapatkan apa yang diinginkannya segera setelah melakukan reservasi, jadi tidak boleh ada penundaan."

Sementara ini GoIndonesia baru melayani pembayaran menggunakan Internet Banking BCA dan ATM BCA. Nantinya mereka akan menerima pembayaran melalui bank lain. Selain itu, Go Indonesia bakal menerapkan keamanan pembayaran menggunakan teknologi Visa International Cybersource untuk mendeteksi adanya penipuan transaksi kartu kredit.

Yusuf IJsseldijk sendiri bukanlah nama asing di dunia tour and travel, terutama kawasan regional Asia Tenggara. Sepuluh tahun terakhir Yusuf sempat menjabat sejumlah posisi kunci di Accor Group dan Wotif Group, termasuk General Manager Sales Accor di Indonesia yang memungkinkan dirinya untuk mengetahui karakteristik pasar di sini.

Untuk situsnya sendiri, saya sendiri belum terlalu terkesan jika dibandingkan dengan situs serupa. Tampilan Tiket.com maupun Rajakamar menurut saya lebih memiliki karakter. Secara UX, pembagian tab Cari Hotel, Cari dengan Peta, dan Pencarian Hotel Cepat perlu direorganisir lagi karena masih cukup membingungkan. Penggantian menu dari Cari Hotel ke Cari dengan Peta tiba-tiba menampilkan peta statis dan menghilangkan checkbox button. Saya rasa ini bukan best practice yang disarankan untuk sebuah situs.

Ada lagi bagian "Siapa yang pergi?" yang tidak jelas jawaban yang diharapkan karena baik radio button Diri Sendiri maupun Tamu Lain tidak dapat dipilih. Yang bisa dipilih di situ hanyalah tempat tinggal calon pengguna layanan.

Selain itu, nampaknya database yang dimiliki belum begitu lengkap dan hasil pencarian masih belum fokus. Misalnya saat saya memasukkan keyword "Ayana" yang merupakan salah satu hotel terkenal di Jimbaran Bali, GoIndonesia malah menampilkan hasil pencarian lain yang bahkan secara lokasi tidak mendekati di mana Ayana berada.

Nampaknya kurang relevan jika GoIndonesia juga menampilkan hotel-hotel di kawasan Asia Tenggara karena nama GoIndonesia sendiri seharusnya mendorong wisatawan domestik dan mancanegara untuk menjelajahi Indonesia yang luas dan kaya akan wisata ini.

Pengembangan apa sajakah yang akan dilakukan oleh GoIndonesia dalam setahun mendatang? Dalam wawancaranya dengan Travel Daily Asia, Yusuf menyebutkan loyalty program, aplikasi BlackBerry yang berfungsi penuh, platform B2B dengan berbagai pihak -- korporasi, pemerintah, dan agen perjalanan; serta peta interaktif berisi hotel, atraksi turis, restoran, taman bermain, dan tempat hiburan lainnya. Tentunya saya berharap GoIndonesia bisa memperbaiki situsnya menjadi lebih menarik dan nyaman di sisi UI dan UX.

Nampaknya memang tahun 2012 ini seperti yang saya perkirakan sebelumnya bakal menjadi ajang menarik bagi perkembangan situs perjalanan di Indonesia.

Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter
Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again