Di balik perusahaan-perusahaan sekelas Oculus misalnya, terdapat fakta bahwa mereka lahir dari sebuah proyek di situs crowdfunding. Pebble juga demikian, meski pionir segmen smartwatch tersebut pada dasarnya sudah tiada. Namun di balik kisah-kisah sukses tersebut, tidak sedikit juga cerita pahit yang selama ini membayang-bayangi tren crowdfunding.

Jumlah backer dan total perolehan pendanaan yang fenomenal ternyata bukan jaminan kalau suatu proyek crowdfunding mampu terealisasikan. Baru bulan lalu, beredar kabar bahwa drone unik bernama Lily Camera batal diproduksi dan perusahaannya akan ditutup. Padahal, selama berkampanye di Kickstarter, tim pengembangnya berhasil mengumpulkan sekitar $34 juta dari 60.000 backer.

Beruntung pengembang Lily masih berniat baik dan menawarkan refund kepada semua backer. Konsumen memang sangat kecewa, tapi setidaknya uang mereka bakal kembali. Pun begitu, tidak sedikit juga proyek crowdfunding yang batal dilanjutkan dan tidak menawarkan refund kepada konsumennya.

Sebagai salah satu platform crowdfunding terbesar selain Kickstarter, Indiegogo merasa tergerak untuk menyelesaikan problem yang melanda industri yang digelutinya ini. Mereka pada dasarnya punya rencana supaya para kreator tidak harus mengalami nasib yang sama seperti pengembang Lily Camera.

Menurut Indiegogo, salah satu alasan utama mengapa kreator gagal mewujudkan karyanya adalah mereka tidak punya gambaran jelas mengenai proses produksi dalam skala besar. Ide yang mereka miliki bagus dan menarik, prototipenya juga fungsional, tapi ketika harus memproduksinya hingga ribuan unit, mereka pun kelabakan.

Arrow Electronics berperan untuk memvalidasi suatu proyek crowdfunding berdasarkan mungkin-tidaknya tahap produksi dijalankan / Arrow

Untuk itu, ketimbang hanya menjadi penghubung antara kreator dan konsumen, Indiegogo juga ingin menjadi fasilitator. Mereka berniat menghubungkan para kreator dengan sejumlah mitranya yang memiliki koneksi dengan perusahaan perakit di Tiongkok yang siap menerima order dalam skala masif.

Salah satu mitra yang dimaksud adalah Arrow Electronics. Arrow pada dasarnya ditunjuk oleh Indiegogo untuk memeriksa validitas suatu proyek crowdfunding, memastikan bahwa suatu produk dengan semua kompleksitasnya bisa diproduksi dan pada akhirnya dapat dipasarkan ke konsumen.

Mitra lain dari Indiegogo adalah Riverwood Solutions, yang bertugas memberikan arahan kepada para kreator terkait ke mana mereka harus pergi untuk memproduksi karyanya. Dengan bantuan dari mitra-mitra ini, diharapkan para kreator akhirnya bisa memiliki koneksi dengan pihak produsen atau perakit demi mewujudkan ide-ide briliannya.

Sejauh ini, apa yang dilakukan Indiegogo pada dasarnya merupakan salah satu peran dari sebuah accelerator. Ketika sebuah proyek crowdfunding mencapai target pendanaannya, mereka tidak akan tinggal diam begitu saja, terutama dengan para kreator yang hanya sebatas mahasiswa yang tidak punya pengalaman sama sekali di dunia bisnis.

Sumber: Digital Trends.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.