Investree telah mengawali langkahnya masuk ke daerah-daerah di Indonesia dengan bekerja sama dengan Bank Sumut untuk penyaluran kredit dengan pemanfaatan teknologi informasi. Kerja sama ini pun diharapkan bisa terus berlanjut terutama kolaborasi dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) baik di dalam maupun luar pulau Jawa demi terciptanya pemerataan ekonomi sebenarnya.

Disampaikan CEO Investree Adrian Gunadi, rencana mereka untuk menjalin kerja sama dengan pihak-pihak lain selalu terbuka. Sebelum bekerja sama dengan Bank Sumut (Sumatera Utara), pihak Investree telah lebih dulu beerja sama dengan perbankan lainnya seperti Danamon, CIMB Niaga untuk Cash Management, dan Bank Woori Saudara dan Bank Ganesha untuk kemitraan penjualan bersama.

“Kemitraan ini merupakan kolaborasi kesekian yang dilakukan oleh Investree dengan sektor perbankan dan menjadi yang pertama kali dilakukan bersama BPD. Kali ini dengan Bank Sumut, kami melakukan kemitraan Penyaluran Kredit Berbasis Teknologi Informasi, di mana Bank Sumut akan berperan dalam memperkenalkan produk dan layaan Investree serta mengajak nasabahnya untuk mengajukan pinjaman atau melakukan pendanaan untuk pinjaman bisnis yang tersedia di platform Investree melalui kemudahan dan kenyamanan fintechpeer to peer lending,” terang Adrian menganggapi kerja sama dengan Bank Sumut.

Di kesempatan berbeda, kepada DailySocial, Adrian menyampaikan bahwa setiap daerah memiliki karakteristik dan potensi masing-masing yang unik. namun ada satu kesamaan, yakni tingginya angka kebutuhan pembiayaan yang belum dapat difasilitasi oleh perbankan dan lembaga keuangan lainnya.

Adrian mengutip data Bank Dunia yang menyebutkan masih ada potensi Rp1000 triliun pada pembiayaan di Indonesia yang belum juga terpenuhi. Di sanalah Investree berusaha untuk memperkecil jurang perekonomian individu dan UMKM di Indonesia dengan memberikan akses pembiayaan yang aman, mudah, dan cepat.

“Pada tahun ini kami konsentrasi di wilayah sekarang yang kami sudah ada perwakilan, yaitu di Jawa Tengah, Jawa Timur dan melalui kerja sama dengan Bank Woori Saudara  juga kami bisa menggaet potensi di Jawa Barat, selain itu dengan berkolaborasi bersama Bank Sumut untuk di luar Jawa kami juga bisa mencakup Sumatera Utara serta Bank Ganesha untuk Wilayah cakupan lainnya,” terang Adrian.

Tumbuh signifikan

Sebagai salah satu layanan peer to peer lending di Indonesia yang aktif dalam mengembangkan layanan dan akuisisi pengguna, Investree melihat animo masyarakat terhadap industri ini cukup baik. Terlebih setelah terbit aturan POJK Nomor 77/POJK.01/2016 dan semakin banyaknya penyedia layanan P2P lending yang terdaftar di OJK.

Adrian menyebutkan Investree sendiri memiliki pertumbuhan cukup signifikan. Pada Desember 2016 jumlah pinjaman yang berhasil didanai mencapai Rp53 miliar. Sedangkan di awal bulan Mei 2018 jumlah pinjaman yang terdanai telah mencapai Rp773 miliar atau terdapat peningkatan 13 kali lipat.

Adrian mengatakan, “Di awal tahun, Investree juga telah meluncurkan produk baru Investree Syariah dan juga Pembiayaan Online Seller Syariah dengan e-commerce besar seperti Lazada dan Tokopedia sebagai yang pertama dan satu-satunya di Indonesia fintech peer-to-peer lending yang memiliki produk syariah.”

“Di bulan April kemarin pun kami etlah memulai kerja sama strategis dengan Bank Ganesha dan Bank Sumut. Salah satu yang membanggakan pula, di bulan Mei ini kami telah lolos tes seleksi ketat sejak September 2017 yang diadakan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia sebagaisatu-satunya fintech lending yang terpilih untuk menjadi Mitra Distribusi Penjualan Surat Utang Negara secara online untuk seri Saving Bond Ritel SBR003 bersama 9 mitra distribusi lain yang mayoritas perbankan besar,” lanjutnya.

Application Information Will Show Up Here

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.