Categories

Tips

Lima Hal Non-Teknis Yang Penting Menjadi Perhatian Saat Menjalankan Bisnis Startup

Ini merupakan sebuah pembelajaran dari CEO sekaligus Co-Founder Caskers dalam mengusung startup-nya

Randi Eka - 3 September 2015

Untuk menyukseskan sebuah startup tak melulu unsur teknis yang penting untuk diperhatikan. Karena nyatanya startup adalah sebuah bisnis, maka banyak hal non-teknis yang juga perlu diperhatikan. Moiz Ali selaku CEO dan Co-Founder sebuah startup e-commerce bernama Caskers dalam blog pribadinya menceritakan beberapa pelajaran penting yang didapat kala Ia mengembangkan startup-nya sebagai orang yang tidak memiliki latar belakang teknis. Pelajaran yang disampaikan Moiz mengisyaratkan bahwa sebuah produk startup dengan teknologi sederhana pun bisa berjalan menghasilkan revenue yang besar, dengan kiat jitu orang-orang di dalamnya.

Berhemat menjadi pilihan terbaik dan mengantarkan bisnis pada kultur yang baik

Meski kebanyakan startup nampak begitu boros dalam pembelanjaan modal, terutama pasca memperoleh pendanaan, bagi Moiz berhemat adalah pilihan yang lebih baik. Caskers ia bangun dengan pengeluaran yang benar-benar efisien. Banyak hal yang didesain untuk tersedia secukupnya, seperti ruang kantor misalnya. Contoh lain Moiz menceritakan tentang kampanye iklan via email yang dilakukan melalui MailChimp. Ia mensiasati dengan mendaftar FoundersCard untuk mendapatkan dua bulan layanan MailChimp gratis untuk berhemat sekitar $400. Butuh effort lebih memang, namun perusahaan dapat menabung untuk hal lain.

“Tulang punggung layanan kami adalah plugin e-commerce untuk WordPress yang didapat secara gratis. Kami memodikasi template website yang dibeli $35, dan membayar pengembang asal India untuk membantu kami membangun apa yang tidak bisa kami lakukan. Biaya modal terbesar kami adalah untuk logo, untuk menjalankan tiga kontes logo yang menghabiskan $800. Secara total pengeluaran kami hanya $1.200 untuk mengembangakan seluruh komponen website sebelum kami resmi meluncurkannya.”

Berusaha selalu berhemat menjadi pelajaran terpenting bagi Moiz selama mengembangkan dan berbisnis bersama Caskers. Pengehatan membawa bisnis pada rasa nyaman tidak khawatir kehabisan uang, kultur hemat membangun pola ini. Dan yang terpenting menjadi hemat dari sisi proses produksi perusahaan akan memberikan keuntungan juga bagi pelanggan, karena produk dapat dijajarkan dengan harga yang lebih bersaing.

“Setelah kami meluncurkan website secara resmi, kami fokus pada pertumbuhan perusahaan dengan penghematan yang kami bisa lakukan.”

Industri stratup makin ramai, butuh ketangkasan untuk bisa survive

Di awal peluncuran Caskers tidak memiliki anggaran untuk pemasaran ataupun beriklan. Keadaan tersebut justru yang memicu sang pendiri untuk berpikir keras. Kala itu Moiz hanya dihadapkan pada dua to-do utama, yakni memastikan produknya dicintai oleh orang, sehingga orang merekomendiasikan kepada lingkungannya dan mencari cara agar penulis berita menerbitkan tentang layanannya di portal pemberitaan yang dimiliki.

Tanpa anggaran bukan berarti akan menciutkan aksi. Moiz membuat layanan pelanggan menjadi prioritas utama dalam sistem bisnisnya.

“Suatu ketika ada pelanggan kami di New Jersey sangat membutuhkan sebuah paket untuk perayaan pesta yang ia adakan, cukup mendadak, saya rela menyewa Zipcar dan mengantarkan barang tersebut meskipun harus mengerjakannya di Sabtu pagi. Beberapa hari sebelumnya, ia mengundang saya untuk melihat pertunjukan Broadway. Layanan pelanggan adalah hal esensial yang bisa dilakukan oleh sebuah startup, harus dilakukan dengan baik.”

Tanpa biaya untuk mengiklankan layanannya bukan berarti tak bisa memperkenalkan layanannya kepada masyarakat. Moiz menceritakan setiap kali ia pulang dari kantor, ia menyempatkan mampir ke Best Buy (semacam toko peralatan elektronik dan komputer). Ia sengaja mampir ke tempat tersebut untuk menempatkan situs layanannya ke komputer Apple yang ada di toko tersebut. Menurutnya ini adalah ajang promosi yang serius. Dan mengapa ia memprioritaskan memasangkan website layanannya ke seluruh komputer merk Apple? Karena menurutnya konsumen Apple lebih potensial ketimbang komputer lainnya.

Media sosial juga menjadi platform gratis untuk memasarkan produk. Namun agar tak terkesan terlalu “payah” dalam berkomunikasi dengan khalayak umum, Moiz selalu menekankan untuk lebih menonjolkan fitur produk yang ditawarkan ketimbang layanan yang dimiliki Caskers. Terkait dengan rilis di media, Moiz juga berusaha untuk selalu menyapa tim editorial, bukan dengan membayar agensi relasi publik.

“Pada akhirnya, kami mampu menghasilkan pendapatan jutaan dolar tanpa mengeluarkan sepeser pun pada akuisisi pelanggan.”

Menjalankan startup sarat dengan eksperimen bisnis dan produk

Sebuah bisnis harus memiliki fokus pada pertumbuhan masarakat yang begitu cepat. Ide-ide dihasilkan begitu banyak, dan saling mempengaruhi satu sama lain. Lakukan eksperimen, jika suatu hal yang dikerjakan berhasil, maka tekunilah. Jika gagal, segera tinggalkan dan cari ide baru. Untuk pelaku startup ini penting, konsep “jika harus gagal, secepatnya gagal” memang benar untuk diyakini.

Bagi sebuah stratup eksperimen ini bisa dilaksanakan di berbagai elemen bisnis. Dicontohkan oleh Moiz beberapa kesuksesan hasil ia berekspesimen dengan Caskers. Membawa produk mereka ke ranah pelanggan bisnis adalah salah satunya, yang memberikan pendapatan cukup berarti. Hal lain ialah menambahkan menu pencarian, hingga mengadakan pagelaran khusus untuk pecinta produk dan membuat penawaran produk antik khusus kepada pelanggan.

Jeli dan selalu berhati-hati dalam memutuskan

Pada dasarnya menjalankan sebuah startup akan bergantung pada inisiatif apa yang dilakukan orang-orang di dalamnya. Semakin banyak hal yang dilakukan, maka kapal bisnis yang ditunggangi juga akan berjalan, begitupun sebaliknya. Meskipun banyak hal yang harus dilakukan, namun sangat diperlukan ketelitian dan harus hati-hati dalam menentukan keputusan. Dicontohkan seperti pada saat menentukan produk unggulan untuk menjadi featured post, merekrut pegawai hingga berhubungan dengan investor.

“Menjadi pendiri startup membutuhkan nyali untuk menentukan keputusan yang akan berpengaruh pada hidup atau matinya bisnis dengan informasi yang terbatas dan sumber daya yang terbatas dan di bawah tekanan kuat. Membuat keputusan dengan cepat adalah penting, tetapi gegabah dalam menentukan keputusan adalah sebuah kesalahan.”

Kubur kekurangan dengan kekuatan yang dimiliki

Setiap startup pada dasarnya unik dan memiliki cara terbaiknya sendiri untuk mengantarkan pada kesuksesannya, yakni dengan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki untuk menutup kelemahan yang ada.

“Salah satu tantangan terbesar yang saya hadapi sebagai pendiri startup adalah untuk mengabaikan kebisingan yang ada di lingkungan startup (diketahui saat ini tech-startup populasinya makin ramai). Sementara startup lain begitu mudah mendapatkan putaran pendanaan, bahkan perusahaan kami tidak menerima sepeser pun pendanaan dan tidak mempekerjakan orang lain, selain saya dan satu rekan saya untuk selaku pendiri. Bisa saja kami berbangga, tapi justru kami merasa gagal.”

Diketahui Caskers selama menjalankan operasional dan mengeruk revenue yang begitu besar sama sekali tidak pernah menerima suntikan pendanaan investor. Beberapa kali ada kesempatan untuk itu, hanya saja Moiz memilih berjalan dengan apa yang dimiliki dan berhemat, ia hanya menginginkan idealisme dan visi bisnisnya tidak terganggu. Hingga akhirnya kini Caskers telah diakuisisi dalam nominal jutaan dolar, dan Moiz menganggap ini sebagai investasi pertama yang akan membawa Caskers pada akselerasi bisnis yang lebih baik.

Saat ini Moiz telah melepaskan jabatan CEO, dan menjadi Board Advisor memantau laju bisnis Caskers. Ia kini menjalani bisnis barunya bersama Native. Sebuah startup e-commerce baru dengan produk vertikal berbeda.

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter