Categories

Interview

Online Marketplace Heritage.id Akan Melakukan Ekspansi ke Mancanegara Tahun Depan

Paparkan perbedaan karakteristik pemilik merchant di Jawa-Bali dan Indonesia Timur

Yenny Yusra - 18 November 2016

Jelang akhir tahun 2016 layanan online marketplace Heritage.id mengklaim telah mengalami peningkatan jumlah merchant dan pengguna yang cukup memuaskan. Tepatnya sejak diluncurkan pada bulan Agustus 2016 lalu, Heritage.id mencatat telah memiliki sekitar 500 merchant dan kini telah meluncurkan aplikasi mobile. Makin banyaknya fashion commerce yang bermunculan saat ini di tanah air ternyata tidak menjadikan Heritage.id kehilangan pelanggan lokal hingga mancanegara. Rencananya pada tahun 2017 nanti Heritage.id akan melakukan ekspansi ke luar negeri.

"Kami terus fokus melakukan akuisisi pengguna sekaligus melakukan proses pencarian merchant yang memiliki produk yang unik dan one of a kind. Sesuai dengan visi dari Heritage.id yaitu menghadirkan koleksi lengkap produk buatan Indonesia," kata CMO Heritage.id Muhammad Taufiq kepada DailySocial.

Saat ini tim dari Heritage.id masih berusaha untuk mempelajari peraturan serta regulasi yang ditetapkan oleh beberapa negara. Dengan demikian ketika waktunya tepat serta persiapan telah menyeluruh, proses ekspor ke negara lain bisa berjalan dengan lancar.

"Kami ingin melakukan cara serupa yang dilakukan oleh Etsy.com, yaitu marketplace yang bisa dinikmati secara global dengan produk pilihan original dan harga yang terjangkau," kata Taufiq.

Kategori merchant lokal di Heritage.id

Selama menjalankan bisnisnya ada hal-hal menarik yang dicatat oleh Heritage.id, terkait dengan kebiasaan dari merchant yang bergabung. Saat ini merchant di Heritage.id terbagi menjadi dua ketgori yaitu merchant yang berjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan merchant profesional yang menargetkan profit.

"Untuk kota seperti Bali dan Yogjakarta pada umumnya telah mengetahui dengan jelas bagaimana menjalankan bisnis marketplace, namun berbeda dengan merchant yang tinggal di kawasan timur Indonesia, masih kurangnya pengetahuan tentang berjualan secara online serta minimnya infrastruktur yang ada, menjadikan alasan mereka berjualan dengan niat berbeda dengan merchant di pulau Jawa-Bali," kata Taufiq.

Untuk mengatasi tantangan tersebut tim Heritage.id selanjutnya akan melakukan edukasi kepada merchant dikawasan timur Indonesia, di sisi lain juga berniat memperluas kemitraan dengan merchant yang berada di kawasan Jawa-Bali.

Kesulitan mendapatkan investor yang sesuai

Untuk mendukung rencana melakukan ekspansi, akuisisi pengguna dan merchant, Heritage.id masih terus melancarkan kegiatan penggalangan dana. Hal tersebut diakui cukup menyulitkan karena hingga kini masih belum menemukan investor yang sesuai dengan visi dan misi dri Heritage.id.

"Kami masih kesulitan menemukan investor yang cocok dengan Heritage.id karena alasan itulah hingga kini kami masih terus melakukan fundraising, untuk melancarkan rencana-rencana di tahun 2017 mendatang," kata Taufiq.

Application Information Will Show Up Here
Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter