Endless Computers mempunyai mimpi untuk membawa ‘keajaiban’ komputer ke 75 persen populasi Bumi yang belum pernah mencicipinya. Didorong visi itu, developer melakukan riset selama tiga tahun, dan akhirnya menciptakan solusi berupa PC berkonsep unik. Dan di momentum CES 2016, tim memperkenalkan generasi kedua produk mereka.

Sebuah PC mungil sekaligus wadah ilmu, itulah deskripsi dari Endless Mini. Ia sengaja didesain untuk membawa segala pengetahuan di internet ke miliaran orang yang tidak bisa mengaksesnya. Dan pada akhirnya, Endless Mini akan membuka jalan bagi edukasi, lapangan pekerjaan, serta ilmu kesehatan. Untuk mereka di sana, akses ke informasi merupakan suatu kemewahan.

Endless Mini mengusung rancangan bulat, ukurannya sedikit lebih besar dari jeruk bali. Tubuhnya dibalut kombinasi material plastik putih dan merah semi-transparan. Anda langsung disuguhkan konektivitas fisik, antara lain tiga port USB (dua USB 2.0 dan sebuah USB 3.0), HDMI serta port LAN. Endless Computers sengaja tidak menggunakan platform Windows atau Mac OS, mereka meracik sendiri ekosistem app berbasis Linux, berisi lebih dari 100 software.

Endless Mini 01

Platform tersebut berjalan di sistem yang ditenagai prosesor quad-core AMLogic ARM Cortex A5 dan GPU Mali-450 1.50GHz. Endless Computers menawarkan dua varian Mini, yaitu unit dengan RAM 1GB dan penyimpanan 24GB, atau versi bermemori 32GB dan mempunyai RAM 2GB. Khususnya di tipe 32GB, produsen turut membubuhkan sambungan Wi-Fi dan Bluetooth. Mini PC ini tidak dipersenjatai komponen tercanggih, karena ia memang bukan ditujukan buat fungsi ‘mainstream‘.

PC Endless dibundel bersama browser Chromium Web dan dibekali ensiklopedia. Storage dimanfaatkan buat menyimpan informasi cache, contohnya file-file Wikipedia, video dari Khan Academy, musik-musik open-source, aplikasi kesehatan, serta game. Dengan begini, pengguna tetap dapat membuka konten internet meskipun koneksi tidak tersedia. Melalui PC World, CEO Matt Dalio sempat menerangkan bahwa Mini boleh dibilang sebagai barang ‘mewah’ pelengkap PC utama, namun orang membelinya bukan karena hardware.

Ketika Endless Mini kembali tersambung ke internet, Anda diberi notifikasi dan opsi untuk me-refreshapp dan meng-update konten. Pengembangan PC ternyata dibimbing oleh Nicholas Negroponte, pencetus organisasi One Laptop per Child, yang memiliki visi untuk menyediakan PC seharga kisaran US$ 100 buat negara-negara berkembang.

Endless Mini kabarnya bisa dibeli secara online pada bulan Februari 2016 besok. Harganya sangat terjangkau. Unit 24GB dijajakan seharga US$ 80, sedangkan varian 32GB dibanderol US$ 100.

Sumber: Endlessm.com.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.