1. Startup

Pemkab Banyuwangi Bermitra dengan GO-JEK, Dimulai dari Program Pengantaran Obat

Layanan antar obat ke warga kelas menengah bawah akan menjadi uji coba untuk penerapan di sektor lain

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi ingin mencoba membuktikan kepedulian mereka dengan layanan publik dan inovasi di bidang teknologi. Menggandeng GO-JEK, pihaknya akan menyediakan layanan pengantaran obat kepada warga kelas menengah bawah yang membutuhkan, memanfaatkan jasa GO-SEND.

Dalam sambutannya, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengutarakan bahwa program ini merupakah langkah strategi Banyuwangi untuk meningkatkan layanan publik. Dan kerja sama dengan GO-JEK adalah bentuk realisasi pemerintah setempat mengikuti perkembangan inovasi. Program pengantaran obat ini menjadi program uji coba yang nantinya diharapkan bisa diimplementasikan untuk layanan lain

“Pengantaran obat menggunakan GO-SEND ini akan mendukung program Kabupaten Banyuwangi terdahulu yaitu Gancang Aron yang juga bergerak di pengantaran obat. Dengan penambahan armada dari GO-JEK, maka pengiriman obat kami harapkan akan lebih cepat,” jelas Anas.

“Nanti, kami juga merencanakan agar kerja sama dengan GO-JEK bisa membantu pengembangan pelayanan publik lainnya seperti UMKM dan Pariwisata. Dengan demikian, kami berharap masyarakat bisa merasakan manfaat teknologi secara langsung. Kami akan terus membuka potensi-potensi kerja sama yang lain,” tambahnya.

Sementara itu menanggapi kerja sama ini CEO GO-JEK Nadiem Makarim mengutarakan rasa bangganya karena mendapatkan kesempatan untuk mendukung program-program Pemkab Banyuwangi.

“Dari awal, GO-JEK hadir untuk bisa membantu berbagai permasalahan sosial di Indonesia dan kami sangat senang karena Pemerintah Banyuwangi memanfaatkan layanan kami untuk bisa membantu masyarakat yang lebih luas lagi. Kami harap langkah progresif ini juga bisa kami jadikan percontohan untuk diaplikasikan di daerah lain,” ujarnya.

Kabar kerja sama GO-JEK dengan Pemkab Banyuwangi ini berbarengan dengan kabar penolakan GO-JEK dan transportasi online lainnya di sejumlah kota di Indonesia. Alasannya selalu sama, dinilai menjadi pesaing transportasi konvensional yang akhirnya dilengkapi dengan demo dan dilarang beroperasinya transportasi online.

Ironisnya, kota-kota yang melarang berlomba-lomba dalam label smart city di kotanya. Inovasi berbau teknologi seperti transportasi online jika dilihat dari segi manfaat tentu akan berguna di banyak sektor, dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi paham salah satu pemanfaatan hal tersebut.

Application Information Will Show Up Here
Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter
Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again