Categories

Interview

Penggiat E-Commerce Indonesia Antusias Sambut Jack Ma Sebagai Penasihat Ekonomi Pemerintah (UPDATED)

Jack Ma bisa menjadi orang dengan kapabilitas dan kemampuan yang mumpuni yang bisa didengar oleh pemerintah

Amir Karimuddin - 14 September 2016

Perbincangan soal Jack Ma, Pendiri Alibaba Group, yang didapuk menjadi penasihat ekonomi pemerintah, khususnya untuk urusan e-commerce, masih belum berakhir. Selain Jack Ma, Menkominfo Rudiantara mengatakan pihaknya terus mencari nama besar di percaturan e-commerce global untuk mendukung upaya pencapaian nilai kapitalisasi pasar e-commerce Indonesia di angka $130 miliar tahun 2020.

Kami sempat menuliskan sejumlah kekhawatiran tentang hal-hal apa yang mungkin terjadi jika Jack Ma memegang posisi strategis ini. Di sisi lain, para penggiat e-commerce Indonesia, yang langsung berkecimpung dan menyumbang kapitalisasi pasar e-commerce ini, cenderung menyambut baik hadirnya Jack Ma di jajaran penasihat pemerintah.

Survei singkat terhadap pembaca DailySocial juga mencerminkan dukungan masyarakat terhadap langkah ini.

Kepada DailySocial, Aulia Marinto, CEO Blanja yang juga merupakan Ketua Umum idEA yang baru, berpendapat:

"Menurut saya ini langkah positif. Selevel Presiden tentu membutuhkan beberapa orang yang mampu memberikan informasi dan perkembangan serta dinamika e-commerce dunia." "Berbekal itu, Presiden bersama tokoh-tokoh e-commerce nasional agar mendiskusikan langkah - langkah apa yang harus diambil untuk mempercepat pembangunan industri e-commerce Indonesia."

Pendahulunya di idEA, Daniel Tumiwa, yang juga adalah CEO OLX Indonesia, setali tiga uang. Yang paling penting, menurut Daniel, adalah bagaimana kita memanfaatkan Jack Ma (untuk mencapai hal yang diharapkan). Daniel mengatakan:

"It's a great honor that he accepted. He will be one of a few other selected people who we hope will be able to give meaningful input.  I see him as the best reference. So it's how we use him that only matters. Who else can we see as the most successful e-commerce person aside from [Amazon's CEO] Jeff Bezos."

Tentang hal apa yang butuhkan Indonesia dari seorang Jack Ma, Daniel menjawab:

"What [metrics] to measure. What [regulation and action that's] not to do. For example, how much pressure regulatory is needed. Actually [with] the same way we would use Mark Zuckerberg or Sergei Brin or Jeff Bezos. But most important is that we need this to maintain competitiveness in ASEAN [because of ASEAN Economic Community]."

CEO MatahariMall Hadi Wenas mendukung kehadiran Jack Ma dengan syarat tidak ada keberpihakan dan kemungkinan "conflict of interest", mengingat Alibaba Group sendiri sudah mengakuisisi Lazada yang merupakan salah satu pemain e-commerce di negeri ini. Hadi mengatakan:

Inisiatif itu bukti bahwa pemerintah percaya bahwa e-commerce dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Jack Ma adalah salah satu tokoh sukses di dunia e-commerce global bersama dengan tokoh lain seperti Jeff Bezos (Founder Amazon), Sophia Amoruso (Founder Nasty Gal), Pierre Omidyar (Founder eBay), dan lain-lain. Penasihat ahli diharapkan dapat membuat pertumbuhan e-commerce makin cepat. Saya berharap pemerintah, penasihat, dan pelaku industri ekonomi digital dapat membuat keputusan objektif tanpa adanya keberpihakan dan "conflict of interest" yang malah akan "counter-productive" dan memperlambat perkembangan pemain lokal. Selebihnya kita akan dukung penuh upaya percepatan ekonomi digital di Indonesia.

Hendrik Tio, CEO Bhinneka, mengungkapkan hal yang sedikit berbeda. Meskipun sama antusiasnya dengan pemain e-commerce yang lain, terutama supaya Jack Ma membantu Indonesia berada di jajaran pasar penting e-commerce dunia, Hendrik berharap Jack Ma tetap memberikan kepastian bahwa masuknya ia di jajaran penasihat pemerintah tetap menjamin kelanggengan para pemain lokal dari ancaman raksasa global (termasuk Alibaba Group sendiri).

Hendrik mengatakan:

For me, Ma is no doubt a very visionary entrepreneur. By having him as one of [President] Jokowi partner is a very bold move. I am very exciting to see what Ma can contribute, but at the other side I am also concern how sincere and neutral Ma will act in helping Indonesia become a major player in internet industry. Indonesia also has no such a tight protection policy as China. I will be very happy if he can ensure Jokowi to protect us as a local player from global players while still invite investors to come.

CEO Bukalapak Achmad Zaky dan CEO Tees Aria Rajasa Masna sependapat bahwa masuknya Jack Ma harus dilihat bahwa ia bisa memberikan arahan bagaimana UKM lokal bisa bersaing secara global. Jack Ma yang memiliki kompetensi luar biasa pasti setiap sarannya didengar oleh pemerintah yang selama ini dianggap tidak selalu mendengar dan percaya dengan feedback dari pemain lokal.

CEO Tokopedia William Tanuwijaya, yang kita tahu memang mengidolakan Jack Ma, mengharapkan peranan Jack Ma sebagai mentor dan penasihat bisa membantu pembelajaran bagaimana pengusaha lokal menjadi pemenang di negeri sendiri. Harapannya bakal muncul role model yang bisa diciptakan oleh orang Indonesia sendiri. William mengungkapkan:

Indonesia jelas butuh role model [di dunia e-commerce] dan idealnya tentunya role model [ini] harus bisa ditumbuhkan juga dari dalam negeri, sehingga bisa menjadi aspirasi bahwa mungkin membangun perusahaan sebesar Google atau Alibaba dari dalam negeri. Internet adalah tentang informasi, komunikasi, dan transaksi. Saya yakin di ranah transaksi, sebenarnya sangat mungkin homegrown entrepreneur menjadi pemenang di ranah transaksi. Namun peran advisor dan mentor pasti dibutuhkan. Jika kita bisa kombinasikan peran advisor dari kalangan internasional dengan nasional, dengan goal untuk melahirkan role model dari dalam negeri, pastinya ini akan menjadi sebuah hal yang positif. Dari Jack Ma harusnya kita bisa belajar bagaimana homegrown company menjadi pemenang di China untuk ranah transaksi. Pemerintah Jokowi sebenarnya progresif dan sangat mendorong kemajuan industri teknologi. Menurut saya, perlu untuk pemerintah Jokowi tetap fokus pada kebijakan yang mendorong terjadinya level playing field, safe harbor policy, light touch policy, dan aktif meng-endorse bagaimana teknologi bisa menjadi peluang dan bukan ancaman dalam mendorong lahir dan besarnya local business di Indonesia. Juga mendorong efisiensi dan transparansi harga sehingga pemerataan ekonomi secara digital dapat terjadi.

 

Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter