Categories

Berita

Peran Insurtech untuk Demokratisasi Layanan Asuransi

Berdiskusi bersama Founder & CEO PasarPolis Cleosent Randing dalam #SelasaStartup

Bintoro Agung - 24 August 2020

Dalam jangka waktu yang panjang, layanan asuransi kerap diasosiasikan dengan hal-hal yang kurang enak di telinga. Rumit dan mahal mungkin dua hal yang paling sering menempel dengan stigma layanan asuransi di Indonesia. Maka tak heran penetrasi asuransi di Indonesia masih sekitar 2% saja.

Kenyataan tersebut harus dihadapi oleh PasarPolis saat memulai usahanya sebagai insurtech. Founder & CEO PasarPolis Cleosent Randing menyebut tantangan tersebut menjadi pijakan perusahaannya dalam proses demokratisasi layanan asuransi.

Bagaimana caranya asuransi lepas dari stigma buruk yang kadung melekat sekian tahun? Bagaimana bisa insurtech punya prospek besar dalam mempermudah akses produk asuransi ke masyarakat yang lebih luas? Cleo berbagi pengetahuan dan pengalamannya sebagai pendiri PasarPolis dalam #SelasaStartup kali ini.

Arti demokratisasi layanan asuransi

Cleo menerangkan, secara lugas bahwa demokratisasi layanan asuransi berarti ada lebih banyak orang yang dapat mengakses produk-produk asuransi untuk memperoleh rasa aman. Kata kuncinya ada di akses. Harga produk asuransi yang mahal dan proses klaim yang berbeli merupakan contoh penghambat akses tersebut.

Padahal menurut Cleo rasa aman yang ditawarkan produk asuransi itu begitu penting. Contoh paling sering terjadi adalah jika kepala keluarga atau anggota keluarga yang berperan sebagai penafkah jatuh sakit hingga harus dirawat di rumah sakit.

Biaya yang dikeluarkan untuk mendapat perawatan dan obat-obatan sudah pasti tidak akan sedikit. Satu kejadian cukup untuk mengguncang perekenomian suatu keluarga. Di sanalah peran asuransi begitu penting. Namun seperti diketahui bersama, hambatan-hambatan tadi menempatkan asuransi belum sebagai kebutuhan di Indonesia.

“Mungkin secara garis besar bagaimana kita menggunakan teknologi untuk menurunkan harga atau biaya seseorang untuk mendapatkan rasa aman,” terang Cleo.

Insurtech punya kemampuan tersebut. Teknologi memungkinkan pelaku insurtech membuka akses selebar mungkin ke lebih banyak orang dan menekan harga produk asuransi hingga ke level yang bisa menyentuh semua lapisan masyarakat.

Cara PasarPolis membuka akses

Memang benar bahwa penetrasi asuransi di negeri ini masih sangat rendah. Namun secara bersamaan potensi untuk berkembang di industri terbuka begitu lebar. Cleo mengklaim PasarPolis saat ini mampu menjual polis 60 kali lipat lebih banyak ketimbang di tahun-tahun awal mereka beroperasi.

“Kita saat ini menjual sekitar 50 juta polis dalam sebulan,” imbuh Cleo.

Salah satu strategi yang menjadi andalan PasarPolis adalah menggandeng mitra-mitra besar untuk menjual produk asuransi. Sebut saja Gojek, Tokopedia, hingga Traveloka.

Ketiganya adalah investor sekaligus rekan bisnis PasarPolis. Ketiganya juga memiliki jumlah berjuta-juta pengguna. Kemitraan strategis tersebut adalah jalan pintas dalam mendongkrak penjualan produk asuransi.

Namun Cleo mengaku angka-angka seperti jumlah pengguna bukan satu-satunya faktor mereka dalam menentukan kerja sama. Kesesuaian visi dan misi, nilai tambah yang dapat diberikan ke konsumen, dan penggunaan teknologi juga jadi pertimbangan PasarPolis. Cleo mengaku pihaknya cukup selektif sebelum memutuskan bermitra dengan pihak mana pun.

Teknologi tentu juga memainkan perannya dalam upaya mempopulerkan produk asuransi ke masyarakat luas. PasarPolis mempraktikan hal itu dengan menciptakan produk-produk asuransi dengan harga murah dan dapat dijangkau di platform lain. Contohnya adalah Go-Sure, buah kerja sama mereka dengan Gojek. Atau yang lebih sering terlihat di Tokopedia. Setiap akan checkout belanja di Tokopedia, akan muncul kotak kecil yang memungkinkan calon pembeli memilih barang yang dibelanjakan akan dilindungi asuransi atau tidak.

Terus mencari kesempatan lebih

PasarPolis saat ini juga beroperasi di Vietnam dan Thailand. Dengan kondisi pasar yang kurang lebih sama di Indonesia, PasarPolis menarik strategi yang juga serupa di sini: menggandeng platform digital utama di sana dan menawarkan produk asuransi yang terjangkau.

Namun kondisi pandemi yang sepertinya mendorong PasarPolis bermanuver lebih banyak. Dengan kondisi kebutuhan produk kesehatan di segala lini yang terus meningkat, kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki asuransi pun meningkat.

“Misal ada orang yang harus pergi ke Surabaya atau ke tempat lain, kan harus ada proteksi dari Covid-19 dan di Indonesia ini kita lihat masih jarang. Di sana kita bisa lihat bagaimana kita bisa memberikan value proposition ke masyarakat,” pungkas Cleo.

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter