Setuju atau tidak ekosistem startup di Indonesia mulai menunjukkan geliat pertumbuhan yang signifikan. Tanda-tanda ini bisa dilihat dari pergerakan pemerintah yang mulai aktif merumuskan regulasi untuk startup di berbagai bidang, termasuk juga munculnya startup-startup baru. Tapi ada salah satu permasalahan yang hampir ditemui semua startup atau perusahaan rintisan digital. Yakni seorang developer. Untuk itu program pendidikan atau pelatihan intensif seperti Hacktiv8 hadir menjadi salah satu jalan keluar.

Kesenjangan kemampuan yang ada di dunia pendidikan, dalam hal ini universitas, dan juga industri, dalam hal ini startup, dipandang banyak pihak sebagai salah satu masalah serius di dunia developer program. Startup sebagai bisnis yang mesin utamanya ada pada teknologi digital tentu berharap memiliki tim dengan kemampuan programming yang mapan, mahir untuk dengan mudah mengembangkan sebuah produk atau layanan. Program sepeti Hactiv8 berusaha meramu kurikulumnya sendiri untuk melahirkan para developer yang berkualitas.

Hacktiv8 sendiri merupakan program pelatihan intensif selama 12 Minggu untuk mendidik siapa pun untuk mahir sebagai full-stack Javascript programmer. Bahkan untuk menjaga konsentrasi para pesertanya pihak Hactiv8 menyarankan peserta untuk tidak terikat dengan tanggung jawab lain selama mengikuti program pelatihan.

Dalam program pelatihannya ini pihak Hactiv8 menyusun sendiri kurikulum yang akan mereka ajarkan. Beberapa topik utama yang akan diajarkan antara lain pair programming, HTML/CSS, JavaScript ES2016, Version Control, Database, Node JS & Express JS, React & Reduct, Test-Driven Development, Deployment & Scaling dan Engineering Empathy.

Dalam rilisnya Hacktiv8 bahkan menjamin setiap peserta yang lulus akan mendapatkan pekerjaan dalam waktu 120 hari dengan penghasilan minimum Rp10 juta, jika tidak seluruh biaya pelatihan dijanjikan akan dikembalikan. Saat ini Hacktiv8 juga telah bekerja sama dengan startup ternama seperti Go-Jek, MatahariMall, Tokopedia, Veritrans dan banyak lagi dalam hal penyaluran lulusan.

“Semakin banyaknya perusahaan yang mendapat investasi dalam dua tahun belakangan telah membuat kebutuhan akan developer semakin tinggi. Perusahaan yang telah mendapat investasi bahkan mampu dan rela membayar lebih tinggi namun jumlah developer belum berkembang dengan cepat. Kami telah mengunjungi sejumlah startup ternama di Indonesia—seperti GO-JEK dan Tokopedia—dan 10 dari 10 perusahaan yang kami kunjungi telah menjadi partner kami,” ujar  Managing Director Hacktiv8 Ronald Ishak.

Untuk informasi Hacktiv8 merupakan bagian dari portofolio startup dari perusahaan modal ventura lokal RMKB Ventures. Diterangkan Ishak program ini memang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan perusahaan rekanan Hacktiv8.

“Indonesia akan menjadi pemain utama dalam ekonomi digital. Kita perlu lebih banyak developer untuk membantu kita sampai ke sana. Universitas-universitas di Indonesia memang banyak menghasilkan lulusan ilmu komputer, tapi kelulusan mereka kurang cepat dibandingkan pertumbuhan demand akan developer yang semakin tinggi,” terang Ishak.