Categories

Interview

ProSpark Hadirkan Solusi Edutech di Segmen B2B

Telah mengantongi pendanaan pre-seed dari Agaeti Ventures, Prasetia Dwidharma, dan angel investor

Yenny Yusra - 3 April 2020

Didirikan pada tahun 2018, ProSpark dikembangkan menjadi Learning Management System (LMS) yang memungkinkan perusahaan untuk melatih, melakukan sertifikasi, transfer pengetahuan, dan berkolaboras;  baik di lingkup internal maupun eksternal. Secara khusus menargetkan segmen B2B, dengan memberikan sistem manajemen pembelajaran untuk peningkatan kompetensi staf.

Kepada DailySocial CEO & Co-Founder ProSpark Alfa Bumhira mengungkapkan, platformnya didirikan atas dasar memberikan akses dan sarana untuk membantu mendidik dan memberdayakan orang-orang dengan keterampilan yang dibutuhkan agar bisa meningkatkan karier mereka. Selain di Indonesia, ProSpark juga telah hadir di Singapura dan Filipina.

“Visi dan misi kami berakar pada membantu orang. Para Pendiri ProSpark keduanya tinggal di Amerika Serikat dalam waktu yang lama, dan kami telah menyaksikan apa yang dapat dilakukan investasi positif kepada sumber daya manusia terhadap pengembangan perusahaan atau negara.”

Bisnis ProSpark di Indonesia

Platform ProSpark
Platform ProSpark

Saat ini ProSpark telah memiliki beberapa klien dari kalangan korporasi, di antaranya adalah Bank Sahabat Sampoerna & Asuransi SLU. Perusahaan juga telah menjalin kemitraan dengan 3 mitra kunci, dan saat ini sedang dalam proses untuk menyelesaikan 2 kemitraan strategis baru, yang nantinya akan membantu memperluas langkah perusahaan di Indonesia (kesepakatan akan segera diumumkan).

ProSpark menargetkan banyak sektor industri, dilihat dari besarnya permintaan yang meningkat di ruang pembelajaran digital. Mereka juga telah memiliki tim lokal dan juga jaringan kemitraan yang juga mencakup Surabaya, Bogor, dan Bandung dengan tujuan memperluas ke kota-kota lain.

Model bisnis yang diterapkan didasarkan pada lisensi dan biaya konten. Untuk lisensi LMS, model berbasis langganan tahunan B2B atau multi-tahun, dan untuk kontennya didasarkan pada jenis modul. ProSpark mengklaim memiliki nilai proposisi yang unik yang menjadi kekuatan mereka terutama dalam kesederhanaan LMS, integrasi yang mudah, peningkatan fleksibel yang memenuhi inti dari kebutuhan pengguna.

“Kami sangat percaya (positif) tentang masa depan Indonesia secara ekonomi dan sosial, dan kami percaya ProSpark dapat berperan untuk mendukung transformasi positif yang sedang berlangsung di berbagai sektor,” kata Alfa.

Di Indonesia sendiri, sudah ada beberapa layanan edutech yang menargetkan kalangan bisnis. Misalnya yang serupa ProSpark ada HarukaEdu melalui produk CorporateEDU. Sementara untuk pengembangan kompetensi staf secara mandiri, banyak juga platform yang sudah beredar di pasaran, termasuk Skill Academy dari Ruangguru dan juga Vokraf.

Rencana ProSpark usai mengantongi pendanaan

(ki-ka) Adi Wibowo Adisaputro Angel Investor, Subash Gopinathan COO & Co-Founder ProSpark, Maria Natashia Investment Manager @ Prasetia Dwidharma, Alfa Bumhira CEO & Co-Founder ProSpark, Michael Soerijadji Agaeti Ventures Partner, Gregorius Arya Sena Agaeti Ventures
(ki-ka) Adi Wibowo Adisaputro Angel Investor, Subash Gopinathan COO & Co-Founder ProSpark, Maria Natashia Investment Manager @ Prasetia Dwidharma, Alfa Bumhira CEO & Co-Founder ProSpark, Michael Soerijadji Agaeti Ventures Partner, Gregorius Arya Sena Agaeti Ventures

Untuk mempercepat pertumbuhan bisnis, ProSpark telah mengantongi pendanaan tahapan pre-seed yang dipimpin oleh Agaeti Ventures. Prasetia Dwidharma dan angel investor Adi Adisaputro juga terlibat dalam tahapan pendanaan ini.

ProSpark berencana untuk menggunakan dana tersebut untuk memperluas jejak komersialnya dan memperkuat posisinya di pasar. Perusahaan juga sedang menyiapkan rencana masa depan untuk ekspansi regional di seluruh Asia Tenggara.

“Dana akan digunakan untuk memperluas infrastruktur teknologi kami karena kedua tim teknologi kami berada di Filipina dan Indonesia. Kami akan menginvestasikan sebagian dana untuk memperluas jejak komersial kami di target pasar utama kami, Indonesia,” kata Alfa.

Melihat besarnya permintaan selama masa karantina penyebaran virus COVID-19 dan Work From Home (WFH) yang dianjurkan oleh pemerintah, ProSpark menawarkan solusi belajar secara digital kepada perusahaan agar bisa dimanfaatkan oleh pegawai.

“Saat ini dengan kondisi penyebaran virus COVID-19, banyak pelatihan langsung dibatalkan, dan juga untuk waktu yang lama perusahaan dan organisasi telah mencari cara yang lebih murah dan lebih efisien untuk melatih orang. Jadi ProSpark menyediakan pengalaman siap pakai yang memungkinkan perusahaan untuk melatih pegawai mereka di mana saja, kapan saja melalui situs dan aplikasi ProSpark,” kata Alfa.

Application Information Will Show Up Here

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter