Mengenal Reksa Dana, Investasi Minim Risiko bagi Pemula

Pahami pengetahuan umum tentang reksa dana yang cocok bagi pemula untuk memulai investasi tanpa keraguan.

Pernah dengar istilah reksa dana? Atau, setidaknya pernah sekilas baca tentang reksa dana tapi belum paham apa itu, bagaimana cara kerja dan juga keuntungannya?

Instrumen investasi reksa dana ini bisa dibilang yang paling murah, minim risiko, dan sangat cocok bagi pemula. Melalui artikel ini, kamu dapat memahami apa itu reksa dana, apa keuntungan dan risikonya, jenis-jenis reksa dana, hingga cara investasinya.

Simak terus informasinya ya!

Apa itu Reksa Dana?

Reksa dana dalam Bahasa Inggris disebut sebagai mutual funds. Jika diartikan, mutual funds artinya urun dana bersama. Tak jauh beda, pengertian reksa dana dalam Bahasa Indonesia juga diartikan sebagai penghimpunan dana menurut Undang-Undang Pasar Modal Tahun 1995, pasal 1 ayat 27.

Secara lengkap, definisi reksa dana menurut Undang-Undang adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portfolio efek oleh manajer investasi. Sederhananya, dengan reksa dana, kamu bisa membeli surat berharga tertentu tanpa mengeluarkan modal besar.

Reksa dana adalah pilihan terbaik bagi orang-orang yang ragu melakukan investasi karena kurangnya modal dan pengetahuan. Namun, dengan skema yang mudah, reksa dana memungkinkan siapapun bisa berinvestasi tanpa kekhawatiran dan keraguan.

Reksa dana sendiri berbentuk hukum sebagai Kontrak Investasi Kolektif (KIK) yang ditandatangani oleh manajer investasi dan bank kustodian. Manajer investasi sebagai pihak yang mengelola portfolio investasi, sedangkan bank kustodian sebagai pihak yang menyediakan penitipan dana kolektif.

Keuntungan dan Risiko Reksa Dana

Skema reksa dana ini cocok buat kamu yang ingin investasi tapi hanya memiliki modal, waktu, dan pengetahuan investasi yang pas-pasan. Mulai dari Rp 10.000 saja, kamu sudah bisa mulai investasi dan tak perlu memantau progressnya karena peran tersebut sudah dipercayakan kepada manajer investasi.

Selengkapnya, berikut keuntungan menggunakan reksa dana.

Sangat Terjangkau

Dengan skema urun dana, reksa dana bisa dilakukan dengan modal yang tidak besar. Kamu bahkan bisa memulainya dengan angka kecil seperti Rp 10.000 sampai dengan Rp 100.000. Dengan modal yang kecil, kamu masih bisa membeli portfolio dalam efek yang biasanya butuh modal besar seperti obligasi atau saham.

Efisiensi Waktu, Minim Risiko, dan Transparan

Dana yang sudah diinvestasikan akan dikelola dan dipantau kinerjanya oleh manajer investasi. Dia jugalah yang akan menawarkan efek mana yang menguntungkan bagi masyarakat pemodal. Dengan ini, kamu tak perlu lagi menyediakan waktu untuk memantau pergerakan uangmu.

Selain itu, kamu juga bebas memilih diversifikasi investasi yang disediakan manajer investasi. Ini menunjukkan bahwa reksa dana cenderung minim risiko untuk dijalankan. Secara garis besar, tugas manajer investasi ada dua.

Pertama, ia akan menentukan efek apa yang menguntungkan bagi dana yang sudah terkumpul, misalnya saham, obligasi, deposito berjangka, dll. Kedua, manajer investasi juga bertugas memantau kinerja portfolio dan melaporkannya secara berkala kepada masyarakat pemodal.

Bisa Dilakukan Semua Orang

Menentukan efek atau surat berharga yang menguntungkan bukanlah pekerjaan mudah, melainkan butuh pengetahuan dan keahlian tersendiri. Kamu tidak bisa berspekulasi bebas tanpa memiliki ilmunya. Bisa-bisa kamu rugi dan uang yang sudah diinvestasikan hangus begitu saja.

Dengan reksa dana, kamu tak perlu khawatir jika belum memiliki pengetahuan mumpuni soal efek atau investasi secara keseluruhan. Inilah mengapa reksa dana sangat cocok bagi pemula karena menyortir efek dan memantau portfolio adalah tugas manajer investasi. Kamu hanya menyetor jumlah urun dana yang kamu inginkan, lalu tinggal menariknya dalam periode tertentu.

 

Meski memiliki banyak keuntungan, reksa dana juga memiliki beberapa risiko, di antaranya sebagai berikut.

Risiko Penurunan Nilai

Risiko pertama yaitu penurunan nilai. Nilai sebuah reksa dana dilihat dari harga reksadana yang diambil dari nilai aktiva bersih per unit penyertaan. (NAB/UP). Pergerakan NAB/UP memperlihatkan kinerja reksa dana.

NAB adalah total aset reksa dana setelah dikurangi seluruh kewajiban yang harus dipenuhi. Sementara UP adalah satuan yang menunjukkan bagian kepemilikan investor. Harga yang didapat dari NAB/UP tersebut dihitung setiap hari bursa dan akan terdampak market risk dari efek, sehingga nilainya bisa naik turun.

Kamu bisa meminimalisir risiko ini dengan berinvestasi reksa dana ke efek yang berisiko rendah seperti deposito atau obligasi karena jatuh temponya kurang dari setahun. Penurunan nilai akan lebih berisiko ke reksa dana efek berisiko tinggi seperti saham yang cenderung fluktuatif.

Risiko Likuiditas

Meminjam istilah Inggris liquid yang berarti cair, likuiditas berkaitan erat dengan pencairan dana dan manajer investasi. Ini terjadi ketika sebagian besar investor ingin menjual kembali UP yang dimiliki (redemption), tetapi manajer investasi kesulitan menyediakan uang tunai atas redemption tersebut.

Kemudian, akan terjadi keterlambatan pencairan oleh manajer investasi. Dalam reksa dana sendiri, hasil penjualan UP harus sudah dikirim manajer investasi ke rekening investor selambat-lambatnya 7 hari bursa (Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional tidak dihitung).

Risiko Wanprestasi

Risiko terakhir adalah wanprestasi, kegagalan mencapai kesepakatan atau dalam konteks reksa dana adalah gagal bayar. Ini terjadi ketika salah satu atau beberapa rekan usaha manajer investasi tidak bisa memenuhi kewajiban sesuai kesepakatan.

Rekan usaha tersebut seperti emiten, pialang, bank kustodian, agen penjuak efek reksa dana, dll. yang sebelumnya sudah ditunjuk manajer investasi. Sementara itu, kegagalan memenuhi kewajiban seperti tidak memberi kupon hasil pembelian obligasi, terlambat memberi ganti rugi atau membayar lebih rendah saat terjadi bencana alam, dsb.

Jenis-Jenis Reksa Dana

Saat ini, sudah banyak pihak-pihak yang menawarkan jasa untuk menitipkan reksa dana seperti Bank Mandiri, reksa dana Bank BCA, reksa dana Bank BRI, dan bank nasional lainnya. Selain bank, terdapat pula merek yang menyediakan jasa khusus reksa dana seperti Bareksa, Bibit, Danareksa, dll.

Kamu bebas memilih pihak mana yang paling terpercaya untuk mengelola uang investasimu. Jangan lupa untuk melakukan riset terhadap bentuk jasa yang ditawarkan, terutama untuk mengecek apakah pihak tersebut sudah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sejauh ini, terdapat 97 manajer investasi yang dapat izin resmi dari OJK. Selain memilih manajer investasi yang terpercaya, pastikan juga kamu memilih jenis reksa dana yang tepat. Pahami jenis-jenis reksa dana di bawah ini.

Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Funds)

Reksa dana pasar uang menaruh investasi pada efek yang bersifat utang dan memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Alasan pendeknya jatuh tempo tersebut adalah untuk memperlancar likuiditas dan pemeliharaan modal.

Beberapa contoh efek yang bisa dipilih untuk reksa dana pasar uang adalah deposito berjangka, Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dll. Reksa dana jenis ini dianggap paling minim risiko. Namun, karena jatuh tempo terlalu singkat, maka return yang didapat juga terhitung kecil.

Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Funds)

Sama dengan reksa dana pasar uang, reksa dana jenis ini juga menaruh investasi dalam bentuk efek yang bersifat utang. Hanya saja, reksa dana pendapatan tetap memiliki risiko lebih besar dari reksa dana pasar uang, tetapi memiliki tujuan untuk mendapat pengembalian yang stabil.

Biasanya, jenis reksa dana pendapatan tetap akan menaruh investasi ke surat utang jangka panjang yang dikeluarkan pemerintah atau perusahaan swasta yang memiliki pergerakan stabil. Misalnya, Surat Utang Negara (SUN), sukuk, dan obligasi sekurang-kurangnya 80 persen dari aktivanya.

Reksa Dana Saham (Equity Funds)

Seperti sifat saham, reksa dana jenis ini terkenal memiliki high risk high return atau risiko dan pengembalian lebih besar dari dua jenis reksa dana sebelumnya. Reksa dana saham sendiri akan menaruh investasi sekurang-kurangnya 80 persen dari aktiva dalam bentuk efek bersifat ekuitas.

Reksa Dana Campuran (Discretionary Funds)

Sesuai namanya, reksa dana campuran akan menaruh investasi dalam bentuk efek yang bersifat utang dan ekuitas. Karena jenis reksa dana ini campuran, maka risiko investasi disandarkan pada aset utama yang dipilih.

Misalnya, aset utamanya adalah reksa dana bersifat ekuitas atau saham. Maka investasi yang dilakukan cenderung berisiko tinggi. Akan tetapi, jika aset utamanya bersifat utang, maka reksa dana tersebut lebih berisiko rendah.

Untuk lebih memahami perbedaan jenis-jenis reksa dana, perhatikan gambar berikut.

Sumber: OVO

Cara Mudah Investasi Reksa Dana

Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan reksa dana, sekarang waktunya kamu mengetahui cara berinvestasi dengan reksa dana. Sebelum itu, kamu harus perhatikan dulu sifat reksa dana yang akan kamu investasikan.

Sifat ini merujuk kepada reksa dana konvensional atau syariah. Bagi kamu yang muslim, biasanya akan mempertimbangkan reksa dana bersifat syariah tersebut. Intinya, pelaksanaan reksa dana syariah akan disesuaikan dengan prinsip-prinsip syariah dan terdapat mekanisme pembersihan kekayaan non-halal.

Selengkapnya, lihat perbedaan reksa dana konvensional dan syariah oleh Bareksa berikut ini.

Sumber: Bareksa

Di samping sifatnya yang memiliki beberapa perbedaan, secara umum, cara kerja investasi reksa dana adalah sebagai berikut.

  1. Masyarakat pemodal atau investor memilih produk reksa dana lalu membelinya dengan besaran tertentu (UP).
  2. Dana yang sudah terkumpul akan dialokasikan manajer investasi ke berbagai produk efek sesuai pilihan reksa dana masing-masing investor.
  3. Manajer investasi akan memantau kinerja dan melaporkan portfolio masing-masing reksa dana dalam periode tertentu berupa fund fact sheet (FFS).
  4. Investor dapat mencairkan dana kapan saja, kadang berlaku juga biaya penjualan. Secara aturan, investor bisa mendapatkan hasil penjualan maksimal 7 hari bursa.

Alur kerjanya sangat mudah bukan? Nah, sebelum terjun ke investasi reksa dana, kamu perlu mengetahui 5 tips untuk melakukan tahap di nomor 1 yaitu memilih produk reksa dana yang tepat.

  1. Pertama dan paling utama, pelajari dan pahami apa itu reksa dana beserta istilah-istilahnya.
  2. Tentukan tujuan, biaya, dan tenggat waktu investasi. Tujuanmu akan bergantung pada produk reksa dana yang akan kamu pilih.
  3. Lakukan riset terhadap produk reksa dana di berbagai platform atau aplikasi.
  4. Pilih aplikasi atau platform reksa dana terbaik berdasarkan risetmu.
  5. Sesuaikan produk yang akan kamu pilih dengan tujuanmu.

 

Sampai di sini bahasan kita untuk mengenal reksa dana. Pastikan kamu benar-benar mempelajarinya sebelum berinvestasi dengan reksa dana ya! Selain melakukan riset mandiri, kamu juga bisa bertanya kepada teman yang lebih paham atau bergabung dalam komunitas.

Semoga informasi ini bermanfaat!

Sumber gambar header: Unsplash


Ikuti kuis dan challenge #NgabubureaDS di Instagram @dailysocial.id selama bulan Ramadan, yang akan bagi-bagi hadiah setiap minggunya berupa takjil, hampers hingga langganan konten premium DailySocial.id secara GRATIS. Simak info selengkapnya di sini dan pantau kuis mingguan kami di sini.

Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter
Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again