Categories

Berita

Solusi YesDok Coba Berikan Kemudahan Berkonsultasi Kesehatan

Dokter mitra dibekali pelatihan komunikasi untuk membantu memudahkan proses konsultasi

Prayogo Ryza - 7 November 2017

Kesenjangan rasio jumlah dokter dan pasien menjadi perhatian khusus Irwan Hartanto dan kawan-kawan. Mereka menghadirkan YesDok untuk membantu memasangkan pasien dengan dokter yang tepat. Pasien sebelumnya dihadapkan dengan pertanyaan terkait gejala dan kondisi medis yang dialami. Setelahnya, pasien bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai keluhan atau gejala yang dialami. Jika diperlukan para dokter bisa merekomendasikan obat yang bisa dibeli tanpa resep dokter dan memberitahu pasien mengenai petunjuk penggunaan dan dosis yang sesuai.

Solusi YesDok diperkenalkan sebagai aplikasi telemedicine on-demand yang memungkinkan setiap pasien di Indonesia terhubung langsung dengan dokter umum berlisensi untuk melakukan konsultasi medis melalui telepon, SMS, atau panggilan video.

Sebagai pembeda dari aplikasi lainnya, platform YesDok dirancang untuk memudahkan dokter dalam membagikan gambar dan instruksi selama konsultasi. Saat berinteraksi dengan pasien dokter diharuskan untuk berinteraksi dengan pengguna melalui laptop atau desktop dan tidak melalui ponsel mereka. Ini demi kualitas saran  yang diberikan.

Untuk bisa membuat komunikasi yang baik dan pengalaman pengguna yang baik, YesDok juga memberikan pelatihan khusus dalam bidang komunikasi konsultasi kepada dokter yang menjadi mitranya untuk memastikan adanya interaksi yang mulus dan profesional antara dokter dan pasien.

Dokter yang tergabung menjadi mitra YesDok diminta menggunakan terminologi standar internasional ketika berkonsultasi, dalam hal ini Klasifikasi Statistik Internasional tentang Penyakit dan Masalah Kesehatan Terkait atau yang sering dikenal dengan sebutan ICD10 dalam industri medis. Irwan menjelaskan bahwa pihaknya berupaya untuk mengubah budaya dalam hal perawatan medis di Indonesia.

“Kami ingin mengubah budaya dalam hal perawatan medis di Indonesia. Biasanya, dokter meminta pasien datang ke kantor mereka, karena memiliki kewajiban untuk ikut menjaga kesuksesan finansial dari rumah sakit. Sangat mudah bagi oknum tertentu untuk memberikan resep obat dan perawatan yang mahal, bahkan ketika pasien tidak benar-benar membutuhkannya. Melalui YesDok, pasien umumnya tidak bisa bertemu langsung dengan dokter di rumah sakit, sehingga tidak ada insentif bagi dokter untuk menyarankan perawatan kesehatan yang tidak dibutuhkan pasien. Yang terjadi kemudian adalah interaksi yang bisa dikatakan lebih tulus dan murni, karena tidak ada kepentingan lain dari para dokter selain untuk menolong pasiennya,” terang Irwan.

Irwan percaya bahwa ada 80% dari kebanyakan masalah kesehatan bisa diberikan penanganan pertama melalui konsultasi dengan dokter dan pemeriksaan bisa dilakukan hanya ketika benar-benar diperlukan.

“YesDok menawarkan solusi unik untuk membantu masyarakat Indonesia menghemat waktu dan uang dengan mengurangi kunjungan langsung ke dokter, karena mereka dapat dengan mudah mendapatkan saran medis terkait kondisi kesehatan mereka melalui konsultasi online,” ujarnya.

YesDok sudah beroperasi sejak 16 Oktober 2017. YesDok menetapkan biaya per 10 menit konsultasi dengan dokter dan pengguna bisa mengisi kembali nominal kredit mereka ketika ingin melakukan konsultasi lebih lanjut.

Application Information Will Show Up Here

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter