Sebuah produk aplikasi yang bagus saja tidak menjamin membawa bisnis startup melaju kencang, jika tidak diimbangi dengan strategi distribusi yang baik. Kondisi ini kerap kali terjadi, lantaran terlalu fokus dengan proses pengembangan produk dan terlalu percaya diri bahwa produk yang dihasilkan bagus sehingga pengguna akan datang dengan sendirinya. Nyatanya startup membutuhkan effort lebih untuk memperkenalkan karyanya kepada pengguna.

Mendapatkan pengguna memang menjadi tantangan seorang manajer produk pasca peluncuran produk aplikasi. Dari pengalaman beberapa startup pengembang aplikasi, sebanyak 90 persen unduhan berasal dari penelusuran di mobile marketplace. Salah satu solusi yang dapat dilakukan ialah membagi imbang fokus pengembangan dan distribusi produk. Beberapa startup yang memiliki sumber daya lebih dapat membuat tim khusus.

Faktanya 90 persen aplikasi gagal bukan karena produknya tidak bagus, melainkan strategi distribusi yang kurang efektif.

Dalam tulisannya, Chandan Mishra, seorang pemasar digital yang menggunakan strategi Growth Hacking, menuliskan beberapa praktik terbaik untuk mencapai jutaan unduhan pada aplikasi yang dikembangkannya. Menariknya Chandan tidak memilih kanal pemasaran untuk memperluas kanal distribusi, misalnya iklan premium atau media sosial. Yang dilakukan ialah memahami seluk-beluk App Store Optimization.

Optimasi aplikasi di mobile marketplace

Optimasi aplikasi di mobile marketplace tidak bisa terjadi secara instan. Ada proses eksperimen ekstensif yang harus dilakukan. Setiap aplikasi memiliki ragam nilai yang unik, mulai dari karakteristik aplikasi, calon pengguna hingga proses bisnis yang ditawarkan. Dari sini didapat sebuah kata kunci, yakni melakukan percobaan secara terus-menerus hingga mencapai titik optimal dan mempertahankannya.

Setelah memahami kunci pertama, ada hal selanjutnya yang perlu dicamkan, yakni kecepatan dalam melakukan eksekusi. Jika banyak pendiri startup sukses mengatakan: “jika harus gagal, maka segeralah gagal supaya segera beralih ke percobaan berikutnya”, rasanya bukan hanya berlaku untuk eksekusi proses bisnis, namun termasuk proses distribusi aplikasi. Jadi kunci penting kedua ialah tentang seberapa cepat manajer produk bereksperimen dalam proses optimasi aplikasi di kanal mobile marketplace.

Membahas secara teknis, untuk melakukan optimasi aplikasi di mobile marketplace ada beberapa hal yang harus dilakukan. Pertama adalah mengetahui bagaimana cara pengguna mencari aplikasi, lalu apa yang mereka cari, dalam hal ini misal aplikasi yang disajikan adalah aplikasi keuangan. Umumnya pengguna melakukan pencarian dengan kata kunci apa dan sebagainya. Menggeneralisasi aplikasi bukan cara yang tepat untuk optimasi. Fokus pada segmentasi pasar akan memberikan dampak pertumbuhan yang lebih cepat.

Memiliki deskripsi dan penyajian yang sesuai

Kedua, pada saat melakukan publikasi perhatikan deskripsi dan gambar yang ditampilkan. Deskripsi harus memiliki porsi yang tepat, terlalu panjang tidak efektif bagi pengguna, terlalu pendek akan berdampak buruk pada crawling di sistem pencarian. Namun dari praktik terbaik beberapa pengembang sukses, tiga baris pertama dalam deskripsi harus sudah mampu memberikan gambaran luas tentang aplikasi kepada pengguna. Deskripsi ini juga harus membubuhkan kata kunci yang tepat, kadang pencarian juga dilakukan pengguna melalui mesin pencari.

Sebanyak 40 persen pengguna mobile sering kali mencari secara “random” aplikasi di marketplace. Mereka secara tidak sengaja akan menemukan aplikasii, walaupun kadang hanya mencoba sesaat lalu menghapusnya. Setidaknya jika aplikasi sudah sampai di titik ini sudah mencapai optimasi yang baik pada mobile marketplace. Di sini kualitas aplikasi akan diuji. Jika aplikasi tersebut bagus dan sesuai kebutuhan pengguna, maka akan dilanjutkan, bahkan direkomendasikan. Pun demikian sebaliknya

Faktor lain yang turut mempengaruhi adalah seputar estetika gambar yang disajikan sebagai gambaran umum dari aplikasi. Beberapa pengembang menilai ini lebih krusial untuk diprioritaskan ketimbang ikon aplikasi. Gambar yang ditampilkan harus berisi pesan yang menyiratkan tujuan aplikasi.

Seberapa berpengaruh rating dan tinjauan pengguna?

Semakin banyak aplikasi diunduh akan membawa aplikasi tersebut merangkak naik ke prioritas mobile marketplace. Jumlah unduhan dikatakan sebagai satu-satunya faktor terpenting untuk mendapatkan peringkat yang lebih tinggi dalam kategori aplikasi. Meskipun demikian, komentar positif terhadap aplikasi juga akan membantu.

Kendati tidak berpengaruh signifikan pada pergerakan peringkat aplikasi, tinjauan pengguna dalam rating dapat mematikan. Jika jumlah bintang kurang dari 4, maka orang akan ragu dengan aplikasi tersebut. Mempertahankan kepuasan pelanggan di sini menjadi kunci. Ulasan sama pentingnya dengan penilaian. Jika aplikasi itu baru, ia akan sangat bergantung pada ulasan untuk pertumbuhan.

Dapat disimpulkan bahwa optimasi aplikasi di marketplace melibatkan banyak komponen, baik komponen aplikasi secara teknis, komponen penyajian, komponen estetika, dan komponen penilaian dari pengguna. Mengkombinasikan penguatan empat hal tersebut adalah faktor yang paling penting untuk retensi aplikasi dan merupakan faktor kunci dalam unduhan aplikasi. Di sini pengembang benar-benar harus melakukan berbagai cara, karena tidak ada rumusan baku untuk setiap aplikasi yang berbeda.