Categories

Analisis

Sudah Siap untuk Evolusi Majalah dengan Media Digital?

Amir Karimuddin - 14 February 2011

Kemunculan media tablet, terutama iPad, di tahun 2010 pelan tapi pasti menggeser hegemoni media cetak sebagai media baca konvensional, termasuk di Indonesia. Untuk koran, evolusi ini sudah lebih dulu hadir dengan optimisasi pengaksesan Kompas Cetak untuk iPad. Evolusi tak berhenti di sini, pengembang melihat ceruk peluang mendigitalisasi majalah ke media tablet. Anda tidak perlu lagi datang ke kios majalah atau berlangganan setiap bulan. Seperti diprediksikan, setidaknya dua buah aplikasi majalah di iPad, Scoop dan Majalah (dari Kelompok Kompas Gramedia) mendapatkan sambutan hangat di masyarakat.

Aplikasi Majalah yang diterbitkan oleh per 1 Februari lalu saat ini sudah menempati posisi pertama untuk daftar Top Free iPad Apps di App Store Indonesia. Di dalamnya Anda dapat menemukan sampel isi majalah yang diterbitkan oleh kelompok penerbit terbesar di Indonesia, seperti Hai, Nova, Otomotif, dan Info Komputer.

Berbeda dengan Scoop dari Apps Foundry yang menampilkan majalah secara apa adanya, Majalah membuat konten tersendiri bagi konten digitalnya. Contoh Hai edisi GD23 misalnya, hanya lima topik yang diangkat, di mana diselipkan pula video pemotretan cover majalah. Sampai sekarang belum ada skema pengunduhan atau penjualan majalah (versi penuh) di aplikasi ini. Belum ada konfirmasi apakah akan ada opsi seperti tersebut di masa yang akan datang.

Jalan yang agak berbeda ditempuh oleh Scoop. Dari sekian banyak jenis majalah yang ditawarkan, biasanya Scoop akan menawarkan secara gratis edisi perdananya. Barulah setelah itu per edisi ada charge untuk setiap pengunduhannya. Biaya yang diberikan sebenarnya tidak mahal, $0.99 hingga $1.99, bahkan lebih murah dibanding harga majalah itu sendiri mengingatnya berkurangnya komponen ongkos produksi.

Jika kita telaah, aplikasi majalah macam Zinio di luaran telah sukses menjual berbagai macam majalah secara digital. Penawarannya pun cukup menggiurkan. Kadang ada beberapa belas edisi yang di-bundle dengan harga jauh lebih murah dibanding biasanya. Buat saya, sebenarnya membaca majalah di media digital macam iPad lebih nyaman karena sejumlah hal, yaitu:

  • Tidak perlu membawa hal lain ke mana-mana selain media tablet. Tidak usah lagi membawa satu, dua, tiga majalah lagi karena semua sudah tersimpan rapi secara digital dalam satu media
  • Menyimpannya mudah dan tidak perlu pusing terlalu banyak majalah yang telah disimpan. Ini sering menjadi problem karena majalah-majalah lama yang sudah tidak dibaca lagi secara fisik sangat makan tempat. Di media digital, jika Anda tidak butuh lagi ya tinggal klik tombol Delete saja
  • Lebih ramah lingkungan karena penghematan penggunaan kertas telah menyelamatkan banyak pohon dari risiko penebangan.

Memang tidak mudah beralih ke media digital, terutama feel yang diperoleh saat  dan memegang membaca media cetak konvensional, tapi jika ada kemauan pastinya lambat laun permasalahan ini akan teratasi. Anda lebih memilih membaca majalah melalui media cetak konvensional atau berani untuk beralih ke media digital?

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter