Ternyata Pemerintah Belum Rampungkan Aturan Terkait Implementasi Teknologi 4G

Ternyata Pemerintah Belum Rampungkan Aturan Terkait Implementasi Teknologi 4G

shutterstock_197359601
shutterstock_197359601

Pemerintah umurnya tinggal beberapa bulan lagi, tetapi masih ada satu hal mengganjal yang belum diselesaikan. Ternyata aturan yang terkait pengimplementasian teknologi 4G/LTE di Indonesia masih belum rampung. Hal ini membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang tertinggal dalam penerapan teknologi LTE di tahun 2014.

Pemerintah memang menjanjikan untuk menyelesaikan regulasi terkait teknologi 4G tahun ini supaya bisa mulai diimplementasikan tahun depan, meskipun itu molor setahun dari janji awal implementasi tahun ini. Dengan hingar bingar pemilihan presiden dan libur hari raya Idul Fitri yang semakin dekat, kami cukup pesimis dengan penepatan janji ini.

Seperti dikutip dari Liputan 6, Head of Data Services Indosat Sharif Mahfoedz mengatakan, “Kita mau percepat internet untuk masyarakat. 3G sudah lewat, mau naik ke 4G namun pemerintah masih belum keluarkan aturannya. Seandainya pemerintah tetapkan supaya operator gelar 4G hari ini, kita bisa langsung sediakan.”

Indosat dan XL Axiata sendiri telah menyatakan kesanggupannya untuk menggelar teknologi 4G setelah sebelumnya beberapa kali menggelar uji coba. Pun begitu halnya dengan Telkomsel dan Tri. Seperti disebutkan di sumber yang sama, Vice President Project Management XL Agus Simonangkir mengakui, “Kita secara teknologi sudah siap. Sebagian besar BTS (base transceiver station) yang kita miliki sudah siap menyediakan layanan berbasis 4G LTE.”

Laporan Akamai terbaru tentang kondisi Internet global menyebutkan bahwa Indonesia saat ini memiliki pertumbuhan kecepatan Internet yang pesat dan saat ini mencatat angka 2,4 Mbps. Meskipun demikian, di level Asia sendiri angka tersebut belum signifikan untuk membawa kita sejajar dengan negara-negara maju Asia yang lain.

Khusus untuk konektivitas seluler, operator seluler Indonesia yang terpaksa menahan lompatan teknologi dengan optimasi layanan DC-HSPA+ mencatat angka kecepatan rata-rata 2 Mbps yang tak jauh terpaut dengan negara-negara tetangga. Teknologi LTE bisa membantu pencapaian kecepatan Internet teoritis hingga 70-100 Mbps, dengan kecepatan aktualnya rata-rata mencapai kisaran 20 Mbps. Di kawasan Asia Tenggara sendiri, operator-operator seluler di Singapura, Malaysia, dan Thailand telah mulai mengimplementasikan LTE sejak 1-2 tahun yang lalu.

Di Indonesia sendiri, teknologi LTE-TD sudah diterapkan oleh Bolt 4G per akhir tahun lalu dengan adopsi cukup baik di seputaran Jabodetabek.

Mari kita berharap pemerintahan baru bisa mempercepat adopsi teknologi LTE/4G untuk pemanfaatan Internet yang lebih baik, mengingat Indonesia termasuk negara mobile-first dengan penggunaan teknologi mobile sebagai penyedia layanan Internet di pelosok-pelosok lebih besar ketimbang fixed broadband.

[Ilustrasi foto: Shutterstock]

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.

Berita
x
Minerva | Maximize
3

Minerva is typing…