Interview

Tahun Ini Tiket.com Gencar Berpromosi dan Targetkan Kenaikan Penjualan Tiga Kali Lipat

Setelah tahun lalu gencar menjalin kerja sama strategis dan penyempurnaan layanan, di tahun 2015 ini Tiket.com sebagai startup penyedia layanan penjualan tiket online berencana lebih agresif soal pemasaran, termasuk gencar beriklan. Rencana promosi ini juga akan memasuki ranah media mainstream seperti televisi.

Co-Founder dan Managing Director Tiket.com Gaery Undarsa mengatakan strategi ini dilakukan karena 2015 adalah tahun yang tepat untuk memperkuat brand Tiket.com.

Gaery melihat segmen pasar online ticketing ini sudah mulai matang. Pemain sektor ini juga cukup banyak dan bahkan beberapa diantaranya berani menggebrak pasar dengan iklan yang masif. Hal ini mempercepat langkah Tiket.com untuk beriklan di media mainstream, termasuk televisi, yang dinilainya cocok untuk memperkuat brand Tiket.com.

“Idealnya memang beriklan melalui digital. Namun media mainstream juga bisa memperkuat brand Tiket. Yang kami jual adalah service, dan market sudah siap. Orang juga lebih mudah untuk membeli tiket online ketimbang physical goods, ” ujarnya kepada DailySocial.

Gaery juga menambahkan perkembangan Tiket.com pada tahun 2014 menggembirakan. Tahun 2014 kemarin, Tiket.com berhasil menjual gabungan (tiket penerbangan, kereta api dan hingga hotel) sebanyak 1,9 juta tiket. Dengan begitu Gaery optimis memasang target tiga kali lipat tahun 2015 ini. “Ekspektasi kami sih (malah) bisa empat kali lipat.”

Menurut prediksi Gaery, tahun ini pihaknya akan leluasa untuk total fokus mendorong penjualan, berbeda dengan tahun lalu. “2014 kemaren dengan atmosfer Pemilu kami agak hold back, sebab tidak tahu situasi politik akan seperti apa. Orang juga jarang berpergian dengan kondisi seperti itu,” ungkapnya.

Tiket pesawat masih menjadi primadona dalam transaksi, namun saat ini tidak begitu jauh rentangnya dengan tiket kereta api. Tahun 2014 lalu Tiket.com juga banyak melakukan kemitraan strategis di tingkat regional. dengan banyaknya call seller besar yang menjual produk Tiket.com di luar negeri. Ini diungkap Gaery sebagai diversifikasi kanal penjualan.

Kemitraan dengan Skyscanner juga dinilai mendongkrak pertumbuhan. Selain itu rataan pengunduhan aplikasi mobile disebutkan mendapatkan pertumbuhan yang cukup baik. “Kami sudah memiliki aplikasi di tiga platform: Android, iOS, dan Windows Phone. Hingga saat ini Android masih lebih banyak, termasuk juga transaksi dari aplikasi Android karena jumlah yang download juga lebih banyak,” ujarnya.

Bisnis digital tak sebatas bisnis mimpi

Gaery mengatakan Tiket.com dibangun berdasarkan prinsip bisnis yang riil, mempertimbangkan profit atau kerugian. Memikirkan growth itu hal baik, namun sebagai bisnis startup juga harus bertahan dan menghasilkan untung. “Jangan nantinya mikirnya harus besar tanpa memikirkan apakah bisa untung atau tidak. Kalau sudah besar tetapi ternyata loss terlalu banyak juga  merupakan hal yang buruk untuk bisnis dan juga industri,” ujar Gaery yang juga menjelaskan bahwa sudah tiga tahun Tiket.com diaudit oleh akuntan publik.

Saat ini Tiket.com telah memiliki 200 pegawai di bawah naungannya dan akan ada banyak penambahan tahun ini.

Dampak penghapusan tiket murah

Rencana pemerintah untuk menghapuskan tiket penerbangan murah dinilai Gaery tidak akan berdampak serius kepada bisnisnya. “Kami akan mendukung apa pun keputusan pemerintah. Kalau tiket murah dihapus, maka perang harga antar maskapai akan ada batasan bawahnya. Untuk bisnis model berdasarkan komisi seperti kami justru lebih baik,” terang Gaery.

Lebih lanjut Gaery menjelaskan, bahwa negara Indonesia yang kepulauan menjadikan tiket pesawat berapa pun harganya akan dibeli karena kebutuhan. “Saat ini travel menjadi kebutuhan dan pencarian tiket murah untuk berlibur tidak banyak kok. Orang berlibur saat ini karena kebutuhan dan kedua mereka berlibur karena ada waktunya untuk berlibur, dan biasanya saat itu harga tiket sedang mahal,” tuturnya.

Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter