Categories

Interview

Platform Pasar Kuliner Online Wakuliner Siap Rangkul Pemilik Usaha Makanan

Masih dalam tahap persiapan menuju "soft launching" tiga bulan mendatang

Marsya Nabila - 10 February 2017

Hadirnya layanan e-commerce marketplace seperti Tokopedia dan Bukalapak dinilai memudahkan para penjual dari berbagai segmen untuk berjualan online. Hanya saja belum ada marketplace yang khusus berjualan kuliner. Padahal kuliner menyimpan peluang bisnis yang besar karena tergolong kebutuhan sehari-hari yang selalu dicari orang.

Hal tersebut membuat Anthony Gunawan mendirikan Wakuliner. Wakuliner adalah singkatan dari Wadah Kuliner, sebuah platform dan aplikasi kuliner online di Indonesia yang sudah tersedia untuk platform Android dan iOS.

Anthony bercerita proses pendirian Wakuliner mulai dari ide hingga peluncuran sekitar satu tahun. Turut bergabung sebagai jajaran direksi Wakuliner di antaranya Fransiscus Budi Pranata (CFO), Alena Wu (CMO), dan Tung Desem Waringin (Presiden Komisaris).

“Kami bangun Wakuliner untuk mendorong pengusaha kuliner miliki toko online yang bisa mereka kelola sendiri, atur foto atau memberikan diskon. Kalau bekerja sama dengan jasa kurir makanan on-demand, mereka tidak bisa dapat kesempatan seperti itu,” terang Anthony kepada DailySocial.

Jenis layanan

Ada tiga jenis layanan yang akan segera tersedia di aplikasi Wakuliner, yaitu Waku-Antar, Waku-Wiku, Waku-Katering. Untuk Waku-Antar, layanan memberikan jasa pesan-antar tercepat dengan 2.850 merchant dengan lebih dari 10.100 SKU menu kuliner. Tersebar di 30 kota, mulai dari Jabodetabek, Bandung, Bali, Solo, Surabaya, Palembang hingga Makassar.

Untuk memilih layanan ini, konsumen dapat melihat detil merchant (alamat, deskripsi, hari dan jam kerja), rating dan ulasan pelanggan yang pernah belanja di sana. Setelah pemesanan dilakukan, akan ada kurir yang siap mengirim pesanan.

Dalam proses bisnisnya, kurir hanya akan disediakan pemilik usaha kuliner, bukan pihak Wakuliner. Bentuknya bisa menyediakan sumber daya sendiri atau bekerja sama dengan pihak ketiga.

Segala skala usaha kuliner bisa bergabung ke Wakuliner, dari restoran besar hingga PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga). Persyaratannya mereka hanya perlu memiliki smartphone, sudah terhubung internet, memiliki rekening bank, dan bersedia menyediakan jasa kurir.

“Nanti dalam aplikasi, sudah tersedia perhitungan ongkos kirimnya yang akan diakumulasikan dengan total belanjaan. Sama seperti membeli barang di marketplace online lainnya,” terang Anthony.

Dia melanjutkan, dalam aplikasi Wakuliner Merchant akan terlihat detil pesanan dan info pelanggan. Mereka juga akan mendapat laporan dan analytics di aplikasi.

Di CMS Merchant tersedia fungsi-fungsi yang berguna untuk upload dan update menu dengan foto, memberi promo diskon, melihat semua histori transaksi, laporan keuangan, dan pembagian komisi untuk Wakuliner.

Untuk sistem pembayarannya, tersedia pilihan bayar tunai (COD), bank transfer dengan virtual account, dan kartu kredit.

Anthony menargetkan sebelum grand launching pihaknya menargetkan mampu menjaring 10 ribu merchant tersebar di 50 kota dengan 250 ribu pengguna.

Tak hanya melalui aplikasi, nantinya pemesanan juga akan bisa dilakukan lewat situs desktop.

Layanan kedua yang dihadirkan adalah Waku-Wiku. Layanan ini ditujukan untuk direktori lokasi tempat makan populer dan legendaris berusia lebih dari 20 tahun. Di sana tersedia info restoran, menu, foto makanan, lokasi dan petunjuk arahnya.

Layanan ini mirip seperti aplikasi direktori makanan Zomato dan Qraved, hanya saja lokasinya masih terbatas, baru tersedia di Bandung, Jakarta, Malang, Surabaya, dan Tangerang.

Terakhir, Waku-Katering. Anthony menerangkan saat ini masih dalam tahap persiapan, rencananya akan segera diumumkan saat soft-launching mendatang. Layanan ini diperuntukkan untuk memudahkan konsumen mencari jasa katering, untuk kebutuhan harian maupun acara spesial.

Dalam platform ini, akan menggabungkan seluruh bentuk usaha katering mulai dari usaha rumah tangga penyedia katering sampai usaha katering event organizer untuk melayani acara penting. Sistem pembayarannya nanti akan disediakan untuk pembayaran dimuka (DP) secara online.

Beri jaminan pengiriman

Risiko berbisnis selalu ada, apalagi dalam bisnis kuliner. Untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan, Wakuliner menyediakan layanan call center selama 24 jam untuk memastikan pengiriman pesanan sesuai waktu estimasi.

Setelah pemesanan dilakukan, call center akan menghubungi pemesan untuk konfirmasi ulang sekaligus memastikan tidak ada perubahan pesanan. Kemudian, mereka akan memeriksa komitmen dari merchant untuk pengiriman pesanan untuk tepat waktu, apabila tidak bisa mengirimkan akan segera diinfokan ke pemesan.

“Tantangan lainnya adalah masalah biaya, banyak orang yang cari free ongkir dan harga makanan yang murah. Banyak yang lebih memilih itu daripada rasa makannya. Ini jadi tantangan bagi kami maupun merchant, untuk memberi harga yang kompetitif,” pungkasnya.

Application Information Will Show Up Here

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter