Pasar game tanah air yang mencapai 600 juta dolar pada tahun 2016 menunjukkan perkembangan yang signifikan. Jumlah ini melonjak drastis dari tahun sebelumnya yang menghasilkan 321 juta dolar. Namun, pelaku industi game tanah air hanya mampu menguasai kurang lebih dari 10 persennya. Hal ini tidak lepas dari minimnya talent lokal yang bisa bersaing di tengah gempuran game game luar negeri.

Seperti yang dialami oleh pemilik Educa Studio, Andi Taro di awal pendiriannya pada tahun 2011 lalu. “Rintangan di awal adalah kami masih belum memiliki fan base dan talent yang ready. Jadi harus meningkatkan skill talent yang ada dan memaksimalkan secepat mungkin,” ujarnya.

Selain itu, Andi menilai peran pemerintah sangat diperlukan untuk mempermudah tumbuhnya industri game tanah air. Seperti pemberian insentif pajak ataupun kemudahan dalam akses permodalan. “Sisi pemerintah, membuat regulasi yang ramah terhadap pelaku industri kreatif lokal,”lanjutnya.

Seperti diketahui, educa studio yang didirikan di Salatiga Jawa Tengah ini merupakan salah satu perusahaan rintisan digital yang fokus pada game edukasi yang sedang berkembang pesat dan sudah menghasilkan ratusan game dengan total download mencapai kurang lebih 20 juta kali.

Kini, ada tiga jenis game yang dikembangkan untuk anak anak seperti Marbel (Mari Belajar sambil Bermain), Kabi (Kisah Teladan Nabi) dan Riri (Cerita Anak Interaktif). Dari tiga keluarga game tersebut, Andi sudah meraup revenue milyaran rupiah per tahunnya dan masuk dalam jajaran top developer tanah air.

Untuk menjawab tantangan industri game lokal tanah air, Andi menilai penyelenggaraan sejumlah even seperti yang digagas oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yaitu Bekraf Developer Day (BDD) merupakan langkah awal yang tepat untuk menciptakan talent talent muda yang mumpuni, ”akan membuka wawasan teman-teman dan meyakinkan para calon startup untuk terjun ke dalam industri ini dengan rasa tanggung jawab, motivasi serta pengetahuan yang cukup untuk melangkah lebih ke level selanjutnya,” lanjut pengoleksi berbagai penghargaan dan seperti INCREFEST dari Kementerian Industri Kreatif, juara pertama Rock Star Dev, dan juara pertama di ajang INAICTA 2013 ini.

BDD sendiri saat ini memasuki tahun kedua dan akan digelar di 10 kota besar tanah air. Rangkaian kegiatan seminar dan workshop ini diawali di kota Manado (25/2) lalu. Berikutnya Bogor (18/3), Denpasar (8/4), Solo (6/5), Medan (8/7), Jakarta (5/8), Surabaya (16/9), Balikpapan (7/10), Makassar (4/11) dan Bandung (25/11). (*)

 

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.