1. Startup

CEO Foxconn Pastikan Basis Manufaktur di Indonesia Dibangun Tahun Depan

Setelah tarik ulur selama beberapa waktu, akhirnya Hon Hai -- atau di luar Taiwan lebih dikenal sebagai Foxconn -- memastikan pembangunan basis manufakturnya di Indonesia tahun depan. CEO Foxconn Terry Gou, yang termasuk dalam delegasi Taiwan untuk APEC Summit di Bali, mengatakan bahwa rencana lima tahun berkaitan dengan basis manufaktur ini dimulai tahun 2014, termasuk pemilihan partner joint venture dan perubahan regulasi (jika diperlukan) untuk menyokongnya.

Gou, yang oleh Forbes dinobatkan sebagai orang terkaya nomor 4 di Taiwan untuk tahun 2013, tadinya berharap rencana ini bisa dimulai akhir tahun 2013, tetapi terpaksa diundur. Sebagaimana dikutip dari WantChinaTimes, Gou menyebutkan membanjirnya ponsel ilegal dan berkualitas rendah di pasar Indonesia menjadi penyebab utamanya. Yang pertama kali dibangun oleh Foxconn nantinya adalah fasilitas pengujian (testing facility) untuk membantu mengeliminasi berbagai ponsel yang ilegal dan tidak aman.

Foxconn menjadi perusahaan manufaktur elektronik berbasis kontrak terbesar di dunia yang menangani perakitan produk-produk populer Apple, seperti iPhone dan iPad. Grup Foxconn memiliki fasilitas di 12 negara dan mempekerjakan 1,3 juta orang. Di ajang APEC Summit sendiri, Gou berbicara tentang grupnya yang ingin pengembangan produk komputer dan komunikasi dengan "konten pintar", sistem kesehatan pintar dan kontribusi untuk pengembangan kota pintar yang terhubung dengan teknologi komunikasi generasi keempat (4G) atau lebih baru.

Sebelumnya telah santer diberitakan bahwa grup distribusi perangkat komunikasi raksasa Erajaya bakal menjadi partner joint venture produk-produk Foxconn dan menjadi distributor nasionalnya.

Kepastian pembangunan fasilitas Foxconn ini tentu saja diharapkan bakal memberikan manfaat yang besar bagi Indonesia. Fakta ini bisa menjadi katalis bagi datangnya lebih banyak perusahaan teknologi asing untuk membangun hal serupa di sini, setelah selama ini lebih banyak berkiblat ke Cina ataupun Vietnam.

Tentunya kita tidak bisa tutup mata dengan harapan bakal adanya transfer teknologi, sehingga negara kita tak hanya sekedar menjadi tempat singgah (untuk perakitan). Semoga di masa datang bakal hadir perusahaan nasional yang bisa bersaing dengan Lenovo, Oppo ataupun Xiaomi dalam memproduksi perangkat elektronik mutakhir, berkualitas dan memiliki harga terjangkau.

[ilustrasi foto: Shutterstock]