1. Startup

Domikado Luncurkan Situs Social Shopping SatuTempat

Anda pasti sudah familiar dengan layanan Pinterest, layanan jejaring sosial berbasis visual yang sedang populer di dunia. Salah satu model bisnis Pinterest adalah e-commerce, dimana penjual dapat mempromosikan barang dagangannya secara visual dan disebarkan ke lingkaran sosialnya. Hal ini yang menjadi salah satu inspirasi dari diluncurkannya situs social shopping, SatuTempat.

Dibekingi oleh pemain lama di industri startup digital Indonesia, Domikado, SatuTempat sebenarnya sudah lama eksis meskipun belum banyak beraktivitas dalam mempromosikan layanan e-commerce tradisionalnya. Baru belakangan ini saja tim di belakanganya memutuskan untuk sedikit memodifikasi SatuTempat menjadi lebih ke arah social shopping.

Pengguna yang terdaftar bisa mengambil gambar-gambar dari produk yang dijual di situs lain untuk ditampilkan di SatuTempat, mirip seperti Pinterest hanya ditambahkan informasi tambahan mengenai harga dan ketersediaan. Jika pengunjung ingin melihat detil produk lebih lanjut, mereka akan langsung diarahkan ke halaman asli dari produk tersebut, bisa dari Facebook, atau halaman web asalnya.

Ronald Ishak, salah satu otak di belakang Domikado dan SatuTempat berkata bahwa dirinya membangun SatuTempat sebagai komunitas online shopper di Indonesia dan tidak menempatkan SatuTempat sebagai situs e-commerce biasa. "Kami memiliki posisi yang berbeda dibandingkan situs e-commerce lain di Indonesia, kami tidak ingin bersaing dengan mereka. Kami disini untuk bekerjasama dengan mereka", kata Ronald yang menegaskan bahwa SatuTempat bertujuan untuk menambah value untuk e-commerce di Indonesia.

"Saya melihat kami bekerja bersama perusahaan e-commerce untuk mengembangkan industri e-commerce di Indonesia, mengajak makin banyak orang untuk berbelanja online", sahut Ronald. Saat ini SatuTempat sedang menggenjot kerjasama dengan berbagai situs  e-commerce lokal untuk menambahkan tombol "Save To SatuTempat" di situs mereka masing-masing.

Selain itu Ronald dan tim SatuTempat juga terus fokus untuk membangun komunitas belanja online, salah satunya dengan memberikan tips-tips fashion seperti video ini. "Ini salah satu aktivitas tim SatuTempat dalam membangun komunitas", sahut Ronald yang akan meluncurkan kanal video di YouTube untuk komunitas SatuTempat dalam waktu dekat.

Sejauh ini, konsep social shopping yang diusung SatuTempat ini memang terbilang unik. Hampir semua situs e-commerce tradisional mengalami kesulitan mengembangkan pasar di Indonesia. Dengan memasukkan unsur "social" milik Facebook ke dalam e-commerce, SatuTempat berharap bisa mengembangkan pasar meski secara perlahan. "Sudah banyak penjual yang menggunakan Facebook sebagai platform berjualan, kami berusaha untuk menemui mereka di tempat mereka biasa beroperasi dan sukses berjualan", tutup Ronald.