1. Startup

Karthik Shetty Resmi Menjadi Country Manager Zomato Indonesia

Melancarkan monetisasi sepanjang tahun 2016 dan berencana melakukan ekspansi ke Bandung dan Surabaya

DailySocial sempat memberitakan mengenai Djunadi Satrio yang tidak lagi menjabat sebagai Country Manager Zomato Indonesia. Pada kesempatan kali ini kami mendapatkan kesempatan istimewa berbincang dengan Country Manager baru Zomato Indonesia, yang sebelumnya pernah menjabat di posisi yang sama saat awal Zomato diluncurkan di Indonesia tahun 2013, Karthik Shetty.

Secara resmi, Karthik menjadi Country Manager untuk Zomato Indonesia dan pihak Zomato tidak berniat untuk mencari Country Manager lokal. Alasan keluarnya Djunadi Satrio diinformasikan untuk mencari peluang baru.

“Saya selaku tim senior Zomato dipercaya untuk memimpin kembali Zomato Indonesia yang sebelumnya telah saya tinggalkan. Untuk tahun 2016 hingga selanjutnya saya akan memimpin Zomato Indonesia,” kata Karthik.

Tidak berbeda jauh dengan rencana bisnis Zomato Indonesia pada tahun sebelumnya, untuk tahun 2016 Zomato Indonesia akan melancarkan monetisasi dengan menawarkan produk-produk baru untuk pihak restoran. Setelah peluncuran produk White Label, Table Reservation dan Point of Sales (POS) akan segera diluncurkan pada kuartal ketiga tahun ini.

“Saat ini produk tersebut telah bisa diakses oleh pihak restoran di India dan negara lainnya. Untuk Indonesia saat ini masih dalam persiapan dan jika berjalan dengan lancar pertengahan tahun 2016 akan segera kami rilis,” kata Karthik.

Jumlah restoran yang telah terdaftar di Zomato Indonesia untuk Jabodetabek hingga saat ini berjumlah 19 ribu restoran. Karthik menambahkan fokus utama Zomato adalah mengumpulkan lebih banyak profit dari pihak restoran, menambah jumlah pengguna dan terus menghadirkan inovasi menarik, memiliki fungsi terbaik yang dibutuhkan pengguna.

“Hingga tahun 2015 jumlah jumlah pengguna Zomato Indonesia tiap bulannya mencapai 1,4 juta pengguna. Sementara untuk jumlah kunjungan (page visit) yang mengakses Zomato Indonesia melalui situs dan aplikasi berjumlah 4 juta pengunjung setiap bulannya. 85 ribu kunjungan di situs serta aplikasi setiap hari,” ungkap Karthik.

Ekspansi ke Bandung dan Surabaya

Zomato Indonesia saat ini tengah mempersiapkan ekspansi layanan ke Bandung, Jawa Barat, pada kuartal ketiga tahun 2016. Bandung dipilih sebagai kota tujuan Zomato Indonesia setelah melihat makin banyaknya pertumbuhan restoran serta kunjungan wisatawan lokal dari Jabodetabek, dan bahkan luar kota, ke Bandung.

“Kami berencana akan segera merilis Zomato di Bandung melihat besarnya potensi di kota ini. Selanjutnya, sesuai dengan rencana bisnis, Zomato Indonesia juga akan melakukan ekspansi ke Surabaya,” kata Karthik.

Indonesia saat ini adalah negara kedua di Asia Tenggara yang memiliki peningkatan jumlah pengguna serta restoran secara signifikan setelah Filipina. Bulan November 2015 silam Zomato juga baru diluncurkan di Malaysia.

“Indonesia merupakan negara di Asia Tenggara yang memiliki pasar yang cukup antusias menerima keberadaan Zomato, meskipun saat ini sudah banyak kompetitor lainnya yang bermain di bidang usaha yang sama, kami yakin dengan jumlah data yang kami miliki serta bisnis model yang solid Zomato bisa tetap bertahan dan tentunya menjadi nomor satu,” kata Karthik.