1. Startup

Paparan Kinerja Perusahaan E-commerce Indonesia H1 2023

Merangkum kinerja lini bisnis e-commerce GOTO, BELI, dan BUKA

Tahun lalu, target nilai transaksi e-commerce di Indonesia tidak tercapai. Bank Indonesia (BI) mencatat realisasinya Rp476 triliun dari proyeksi awal sebesar Rp489 triliun. Pada 2023 dan 2024, BI memproyeksikan pertumbuhan nilai transaksinya tak lebih dari 20%, yakni masing-masing menjadi Rp572 triliun dan Rp689 triliun.

Menurut Deputi Gubernur BI Doni P. Joewono, pertumbuhan industri e-commerce melambat dikarenakan oleh sejumlah faktor. Pertama, mobilitas masyarakat sudah kembali normal sehingga mereka mulai berbelanja offline. Kedua, konsumen mulai terpikat untuk bertransaksi di platform social commerce, seperti live shopping di TikTok.

Selain itu, riset terbaru Hypefast terhadap 5000 brand lokal juga mengungkap bahwa konsumen kini cenderung enggan belanja online karena sejumlah platform e-commerce mulai menaikkan biaya platform dan mengurangi subsidi gratis ongkos kirim.

Diketahui, sejumlah platform e-commerce memang tengah melakukan penghematan biaya demi mengejar profitabilitas pada tahun ini. Beberapa pemain besar tercatat mengalami rugi yang signifikan di sepanjang 2022.

Kinerja e-commerce 1H23

DailySocial.id merangkum kinerja PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (IDX: GOTO), PT Bukalapak.com Tbk (IDX: BUKA), PT Global Digital Niaga Tbk (IDX: BELI), dan Sea Group (induk Shopee) pada segmen e-commerce di semester I 2023. Sebagai disclaimer, perusahaan berikut tidak menyajikan metrik kinerja yang sama.

GOTO mengalami penurunan 8% (YoY) menjadi Rp121 triliun pada Gross Transaction Revenue (GTV) e-commerce di semester I 2023. Namun, pendapatan kotornya naik 14% menjadi Rp4,4 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu. EBITDA disesuaikan di segmen e-commerce juga tercatat membaik dari minus Rp3,6 triliun menjadi minus Rp752 miliar. 

BELI mencatat pendapatan bersih dari ritel online naik 5% menjadi Rp5 triliun yang didorong dari pertumbuhan pendapatan Ritel 3P sebesar 710% menjadi Rp567 miliar. Pendapatan Ritel 1P turun 6% menjadi Rp3,9 triliun. Ritel 1P adalah transaksi B2C untuk produk/layanan dari pihak pertama (1P), sedangkan Ritel 3P adalah penjualan produk/layanan dari pihak ketiga (3P); mencakup platform e-commerce dan agen perjalanan online (OTA).

BUKA mencetak pertumbuhan pendapatan sebesar 75% dari marketplace dengan realisasi Rp1,2 triliun di enam bulan pertama 2023. Total Processing Value (TPV) marketplace meningkat 24% (YoY) menjadi Rp44,3 triliun.

Sementara, SEA Group juga melaporkan pendapatan dari Shopee secara keseluruhan naik 20% menjadi $2.1 miliar. Shopee juga tercatat mengalami perbaikan EBITDA disesuaikan. Untuk kontribusi dari pasar Asia, EBITDA disesuaikan yang sempat merugi kini berbalik untung $204.1 juta di semester I 2023. Dari pasar non-Asia, rugi EBITDA disesuaikan membaik dari -$332 juta menjadi -$53.7 juta.

Strategi

Alih-alih terus bakar uang untuk mengerek GMV, sejumlah platform e-commerce besar sejak tahun lalu fokus mengurangi insentif (promo, ongkos kirim, dll) dan mengambil pendekatan baru demi memperbaiki kinerja keuangan. Tokopedia dan Shopee, misalnya, menaikkan biaya layanan kepada pengguna dengan rentang Rp1.000-Rp3.000 per transaksi pada Mei 2023.

Pengurangan insentif ini cukup berdampak terhadap kinerja GOTO, di mana GTV mengalami penurunan di periode 2Q23 (YoY). Pihaknya menyebut bahwa pengurangan insentif membuat transaksi e-commerce dari low quality user ikut berkurang.

Tren live shopping yang digencarkan TikTok Shop mulai membayangi platform-platform e-commerce besar, terutama yang mengandalkan model berbasis pencarian produk. Dengan basis pengguna yang besar di Indonesia, mudah bagi TikTok untuk menarik pengguna baru lewat konten, subsidi harga, dan proses transaksi yang seamless. Di sepanjang 2022, TikTok Shop mengantongi transaksi sebesar $4,4 miliar atau naik empat kali lipat (YoY).

Direktur E-Commerce GOTO Melissa Siska Juminto mengatakan bahwa saat ini terdapat dua tipe e-commerce, yakni (1) model tradisional dengan pencarian produk dan (2) model berbasis konten lewat live streaming untuk menarik transaksi, terutama transaksi yang bersifat impulsif.

GOTO mulai menavigasi fokus e-commerce ke segmen pasar yang lebih terjangkau (budget customer) untuk mendorong pasar potensial. Salah satunya adalah memperbaiki pencarian produk di Tokopedia agar lebih meningkatkan ketertarikan pengguna. GOTO juga berupaya mendorong utilisasi logistik in-house untuk bisnis e-commerce karena biayanya lebih rendah.

"Kami terus fokus pada kekuatan core dan kapabilitas kami di traditional commerce. Kami lagi membangun product proposition agar lebih appeal buat budget customer," ujarnya saat paparan kinerja beberapa waktu lalu.

Baik BUKA dan BELI juga memperkuat strateginya sebagaimana posisinya di pasar. BUKA sejak beberapa tahun terakhir lebih fokus mengutilisasi lini bisnis Mitra mengingat pangsa marketplace kini dikuasai oleh Tokopedia dan Shopee. BUKA juga sebetulnya telah mengecap keuntungan di tahun lalu, tetapi itu pun merupakan laba investasinya di Allo Bank.

Sementara, BELI yang baru saja melantai di bursa saham pada akhir 2022, masih solid untuk mengeksekusi strategi omnichannel untuk mengakomodasi kebutuhan pasar lewat berbagai kanal penjualan.

"Pasar e-commerce masih tumbuh. Kami tetap fokus untuk membangun ekosistem omnichannel dan memaksimalkan sinergi karena kebutuhan terhadap toko fisik tetap ada. Ini juga sejalan dengan kemitraan strategis kami dengan mitra prinsipal. Ekspansi di toko fisik semakin memperkuat posisi kami," tutur Co-Founder dan CEO Blibli Kusumo Martanto saat sesi Earning Call beberapa waktu lalu. 

Ekosistem omnichannel yang dimiliki BELI tak hanya menghadirkan produk/jasa ritel, tetapi juga produk elektronik dan grocery. Terlepas dengan sulitnya mendorong penetrasi e-grocery, perusahaan mengaku terus mengevaluasi kategori produk yang memiliki stok suplai dan struktur biaya lebih baik untuk meningkatkan margin.

PlatformTotal Kunjungan (Juni 2023 - Similar Web)
Shopee173,9 juta per bulan
Tokopedia 106 juta per bulan
Lazada70,4 juta per bulan
Blibli23,9 juta per bulan
Bukalapak14 juta per bulan

Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2022, e-commerce masih motor penggerak utama ekonomi digital di Indonesia yang totalnya bernilai $77 miliar di 2022. E-commerce diproyeksi menyumbang Gross Merchandise Value (GMV) sebesar $95 miliar di 2025 mendatang.