1. Startup

KoinWorks Rilis Produk Pembiayaan Pendidikan dengan Tenor Maksimal 10 Tahun

"Pilot project" untuk mahasiwa yang kuliah di Pulau Jawa dengan maksimal pinjaman Rp150 juta

Startup p2p lending KoinWorks merilis produk Dekade untuk pembiayaan perguruan tinggi dengan tenor yang dapat dicicil hingga 10 tahun. Produk tersebut merupakan turunan dari lini layanan KoinPintar yang khusus menyasar pinjaman pendidikan.

CMO KoinWorks Jonathan Bryan menjelaskan produk ini memiliki misi sosial mendorong tingkat partisipasi pelajar Indonesia dari perguruan tinggi meningkat. Biaya pendidikan menjadi salah satu pemicu penyebab tingkat partisipasi rendah.

Mengacu ke laporan BPS, kenaikan biaya pendidikan tembus 10% per tahunnya. Hal ini berdampak pada minimnya jumlah mahasiswa, menurut Kemenristekdikti baru mencapai 32,9% dari jumlah total penduduk Indonesia yang berada di usia 19-23 tahun pada akhir 2018.

"Bukan karena tidak mau kuliah, tapi karena biayanya yang tinggi. Dengan kemudahan dari Dekade, kami berharap generasi muda mampu mengambil kesempatan yang ada untuk meningkatkan daya saing serta kualitas SDM di Indonesia," terangnya, Selasa (27/8).

Dekade merupakan pengembangan dari KoinPintar dengan peminjam bisa mencicil tagihannya sampai 10 tahun dengan bunga flat mulai dari 0,75% per bulan (9% per tahun). Adapun bentuk pinjaman bila melalui KoinPintar tenornya mulai dari 3 bulan hingga 24 bulan, dengan bunga yang sama.

KoinPintar menerima pengajuan untuk pendidikan informal mencakup lembaga kursus dan vokasi, seperti Hacktiv8, Quipper, MoneySmart, Aku Pintar, dan English First. Tersedia pula pembiayaan untuk perguruan tinggi, seperti di Binus Online Learning.

Persyaratan untuk Dekade tidak jauh berbeda. Peminjam yang berhak adalah mereka yang telah terdaftar sebagai mahasiswa dari Strata 1 ke atas. Lalu mencantumkan data pelajar, data penjamin, serta slip gaji penjaminnya. Dalam dua hari, peminjam akan diberitahu apakah aplikasi mereka diterima atau tidak.

Sementara ini, pilot project Dekade baru dimulai untuk mahasiswa yang kuliah di Pulau Jawa. Nominal pembiayaannya mulai dari Rp50 juta sampai Rp100 juta.

"Apabila kurang dari 10 tahun peminjam mau melunasi, kami berikan kesempatan tidak ada tambahan biaya sama sekali atau no early repayment fee."

Jonathan mengaku tidak ada penanganan khusus untuk produk ini. Artinya, para pemberi pinjaman pun tetap akan menerima imbal hasil seperti umumnya berinvestasi lewat KoinWorks.

Secara keseluruhan, setiap penyaluran sudah memiliki dana cadangan untuk jaga-jaga apabila terjadi gagal bayar. Jika telat, tentunya akan ada denda yang diberikan sebesar 6% dari total tunggakan.

Bicara mengenai pencapaian KoinPintar, sejak diluncurkan pada dua tahun lalu, diklaim telah memiliki peminjam sebanyak 26 ribu orang atau 20% dari total peminjam di KoinWorks lebih dari 130 ribu orang.

More Coverage:

Sementara, penyalurannya baru mencapai 10% dari total keseluruhan. Dihitung secara kumulatif, hingga kini KoinWorks telah menyalurkan lebih dari Rp1 triliun, dengan perkiraan penyaluran bulanan sebesar Rp200 miliar.

"Meski persentasenya kecil, namun jumlah peminjam di KoinPintar cukup besar karena rata-rata pinjamannya Rp10 juta."

Apabila pilot project ini berlangsung sukses, pihaknya membuka kemungkinan untuk membuka cakupan peminjam di luar Pulau Jawa. Bahkan ada inisiasi diperuntukkan buat pembiayaan kuliah di luar negeri, mengingat OJK memberi batasan maksimal penyaluran di perusahaan p2p lending sebesar Rp2 miliar.

Application Information Will Show Up Here