1. Startup

Komitmen Zalora Dorong Produk Fesyen Lokal Lakukan Ekspor

Bakal perkuat vertikal produk baru, kembangkan fitur, dan garap program loyalitas

Zalora Indonesia mengungkapkan komitmennya untuk meningkatkan ekspor produk lokal dengan memanfaatkan layanan e-commerce miliknya yang telah hadir di enam negara. Perusahaan akan terus menambah kurasi merek lokal yang berpotensi masuk ke platformnya.

Head of Marketing Zalora Indonesia Dwi Ajeng menjelaskan kondisi saat ini, pengguna di sini bisa memanfaatkan platform Zalora untuk membeli produk yang dijual di luar negeri. Lantaran tidak semua produk dari merek tertentu dijual di Indonesia.

Akan tetapi, kondisi tersebut tidak terjadi di luar negeri. Tingkat pencarian produk lokal oleh pengguna Zalora di luar negeri belum menjadi sesuatu yang dicari.

"Ini masih jadi pekerjaan rumah kami. Tiap kuartal kami punya target puluhan brand mau di-acquire, ini enggak berlaku buat brand internasional saja tapi buat brand lokal yang kita lihat punya potensi bagus," ujarnya, Rabu (4/12).

Untuk mengakomodasi merek lokal, Zalora punya kolom khusus dinamai Zalocal. Beberapa merek seperti Yongki Komaladi, The Executive, Berrbenka sudah menjadi mitra.

Selama ini Zalora menjadi platform e-commerce global yang identik dengan produk dari merek semi-premium, menyasar pengguna dari kalangan menengah ke atas. Terhitung penggunanya di Indonesia sekitar 2 juta orang, 1 juta orang di antaranya adalah pengguna aktif.

Dibandingkan di enam negara lainnya, kontribusi transaksi bisnis dari Indonesia belum sebesar di Hong Kong atau Singapura. Namun Indonesia punya potensi yang paling besar di antara yang lainnya dari segi pengguna.

Dengan pengguna yang besar, menjadi inspirasi buat perusahaan untuk mengembangkan fitur yang dapat meningkatkan loyalitas pengguna. Ajeng menyebut itu akan menjadi salah satu fokus perusahaan pada tahun depan.

"Tahun depan kita mau fokus ke loyalitas, umumnya poin-poin ini bisa dipakai untuk di-redeem di tempat lain. Tapi kita mau lakukan yang berbeda dengan cara yang pintar agar bisa menciptakan hubungan yang lebih bermakna dengan pengguna. Terlebih kita adalah perusahaan teknologi."

Perkuat vertikal fesyen dan rilis inovasi baru

Ajeng juga memaparkan perusahaan menambah kategori produk olahraga, kecantikan, dan anak; sebagai vertikal fesyen teranyar yang diharapkan dapat memperkuat posisinya di Indonesia.

Dia bilang, ketiga kategori ini bisa dikatakan sebagai cerminan tren yang terjadi belakangan di masyarakat kelas menengah ke atas. Produk olahraga misalnya, saat ini paling banyak dicari pengguna karena meningkatnya kesadaran untuk gaya hidup sehat.

"Sebenarnya kategori olahraga ini sudah ada sejak tahun lalu, namun akhirnya kita perkuat dengan menambah semakin banyak brand untuk bergabung ke Zalora karena tingkat pencariannya kini tinggi."

Pun demikian untuk kategori produk anak, untuk menyasar kalangan ibu yang punya perilaku impulsif saat belanja sesuatu buat anaknya. "Pada dasarnya semua brand yang masuk di Zalora punya gerai offline, tapi di sini ada produk yang tidak di jual di gerai karena kami terhubung dengan Zalora global untuk listing-nya."

Di samping itu, perusahaan juga merilis inovasi terbaru di dalam aplikasinya untuk meningkatkan pengalaman konsumen. Ialah fitur "Complete the Look," memungkinkan pengguna saat membuka produk apparel di Zalora, punya pilihan pelengkap dari sepatu hingga aksesoris sebagai ide mix and match yang langsung direkomendasikan oleh professional stylist.

Fitur baru lainnya "Follow the Brand," yaitu pelanggan dapat mengikuti merek yang disukai di aplikasi Zalora. Ini memudahkan pelanggan untuk mengetahui koleksi produk terbaru, ditambah mendapat rekomendasi yang dipersonalisasi dari Zalora yang dibuat berdasarkan merek yang diikuti.

"Semua fitur yang kita kembangkan ini berdasarkan data kebiasaan di Zalora. Seluruh fitur ini tidak hanya buat pengguna Indonesia saja tapi di semua negara di mana kita beroperasi."

Perusahaan juga telah bekerja sama dengan Gopay untuk perluas opsi pembayaran sejak Oktober 2019. Ajeng menilai sejak hadirnya Gopay, terjadi peningkatan signifikan dari sisi pengguna Gopay yang kini menjadi pengguna Zalora.

More Coverage:

Sebelumnya, metode pembayaran yang paling banyak dipakai secara berurutan adalah virtual account, manual transfer, dan kartu kredit.

Kehadiran Gopay di Zalora bisa dikatakan tidak secepat pemain e-commerce lain. Ajeng menilai ini terjadi karena perbedaan segmen pengguna. Harga produk di Zalora bisa dikatakan tergolong semi premium, sementara saldo yang disimpan di akun Gopay belum sebanyak orang menyimpan dana di bank. Kekosongan ini menjadi pekerjaan rumah buat kedua perusahaan.

"Sementara ini buat belanja dengan ticket size kecil masih bisa pakai GoPay, tapi kalau nominalnya sudah besar pakai metode lain. Semoga harapannya ke depannya ticket size yang pakai GoPay bisa naik."

Setelah GoPay pihaknya akan menambah metode pembayaran dengan pemain e-wallet lainnya.

Application Information Will Show Up Here