1. Startup

Layanan Streaming Musik Guvera Hadir Resmi di Indonesia Tanggal 4 Februari

Kami memperoleh informasi dari sumber terpercaya bahwa layanan streaming musik Guvera yang berasal dari Australia akan hadir resmi per tanggal 4 Februari 2014. Disebutkan bahwa biaya yang dikenakan untuk memperoleh akses lengkap (streaming tanpa batas dan pengunduhan lagu-lagu ke perangkat) mencapai 55 ribu Rupiah per bulan atau jika ingin lebih murah dibayar per tahun sebesar 547 ribu Rupiah. Di Indonesia Guvera bekerja sama dengan Skybee selaku partner lokal.

Sejak bulan Oktober 2013, konsumen di Indonesia sudah bisa menggunakan layanan Guvera, meskipun belum ada pengumuman resmi. DailySocial sempat berbincang dengan CEO Skybee, Pontus Sonnerstedt, tentang layanan ini dan Pontus mengatakan bahwa permasalahan yang dihadapi oleh Guvera di Indonesia adalah solusi pembayaran dan bagaimana memperbanyak konten lokal. Peluncuran resmi bulan depan berarti semua hal tersebut sudah berhasil terselesaikan, termasuk implementasi kanal pembayaran menggunakan Doku.

Teaser Guvera dalam bahasa Indonesia bisa diakses di https://musik.guvera.com/. Guvera menawarkan koleksi 10 juta lagu di basisdatanya dan konsumen bisa memanfaatkan periode percobaan gratis (free trial period) untuk mencoba layanan ini.

Seperti yang sudah kami kemukakan sebelumnya, bisnis model Guvera di Indonesia berbeda dengan di Australia. Di Australia tersedia versi gratis dan premium, sementara di Indonesia keputusan untuk menerapkan skema berlangganan sejak pertama kali diluncurkan karena kebutuhan monetisasi secepatnya. Ini merupakan hasil perjanjian dengan label rekaman dan artis lokal. Meskipun demikian, Pontus tidak menampik kemungkinan pengadopsian model freemium di masa datang jika kondisinya sudah memungkinkan.

Di Indonesia Guvera akan berhadapan langsung dengan Deezer dan Nokia MixRadio yang lebih dahulu hadir. Dengan tren streaming yang merambah pasar global, Indonesia dengan pertumbuhan jumlah pengguna smartphone tinggi adalah pasar yang sangat potensial. Selain layanan-layanan tersebut, Spotify juga berencana masuk Indonesia di kuartal pertama 2014, mundur dari rencana awal di bulan Desember tahun lalu.