1. Startup

Reebonz Alami Pertumbuhan Signifikan di Indonesia Sepanjang Tahun 2013

Reebonz, layanan e-commerce fashion internasional yang menjual produk-produk tas, sepatu dan aksesoris khusus barang-barang bermerk, telah hadir di Indonesia sejak tahun 2009. Awalnya hanya ada tim teknis saja yang ada di Indonesia. Semua kegiatan pemasaran diintegrasikan di kantor pusat Singapura. Melihat perkembangan dan antusiasme yang luar biasa dari konsumen di Indonesia, sejak pertengahan 2012 lalu mereka membuka kantor perwakilannya di Indonesia.

Sejak saat itu kantor Indonesia tak hanya berisikan tim teknis yang mengurusi masalah Teknologi Informasi, tapi juga pemasaran hingga layanan konsumen. Yulianti Wijaya, Assistant Marketing Manager Reebonz, berujar, "Asumsi awalnya, orang-orang Indonesia akan lebih suka belanja langsung ke Singapura ketimbang di dalam negeri. Namun setelah 2011 melihat perkembangan yang baik, akhirnya kami membuka kantor perwakilannya di sini."

Pertumbuhan Reebonz sendiri di Indonesia sepanjang tahun 2013 mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun 2012. Pada periode penutupan tahun 2013, unique visitor di Indonesia mencapai enam-tujuh ribu per hari, dengan pageview mendekati 40 ribu per hari. Saat ini jumlah anggota yang terdaftar dari Indonesia sebanyak  178 ribu orang dan terus bertambah.

Meski tak bersedia membuka total pendapatan secara gamblang, Yuli mengatakan untuk wilayah Indonesia sendiri mencapai puluhan milyar Rupiah sepanjang tahun 2013 lalu. Jumlah transaksi yang terjadi sekitar 800-900 per bulan. Saat dideskripsikan lebih detil per kota, 60 persen konsumen diakui masih berasal dari Jakarta, sisanya tersebar di kota-kota besar di Indonesia, termasuk kota-kota besar di pulau Kalimantan dan Sumatra. Selain itu kota-kota di Bali, Papua dan Sulawesi Utara (Manado) termasuk kota yang menyumbangkan penjualan Reebonz dengan baik.

Reebonz tak menampik peningkatan penjualan menggunakan platform mobile. Di tahun 2013 penjualan melalui mobile sudah mencapai 30 persen dari total penjualan setahun. “Meski dengan saluran internet yang lambat dan terputus-putus mereka tetap melakukan pembelian. Biasanya jika memiliki kesulitan yang dalam jaringan internet mereka menelpon untuk meminta panduan,” tutur Yuli lebih lanjut.

Kendala yang dihadapi dalam menarik pengunjung baru, atau dalam istilah Reebonz disebut First Time Buyer, adalah unsur kepercayaan baik dari sisi keamanan belanja online maupun keaslian dari produk yang ditawarkan.

“Seperti kita ketahui belanja online di Indonesia untuk product branded masih sangat awam, sehingga normalnya member kami membutuhkan waktu sekitar 6-8 minggu untuk memulai belanja pertama mereka di web Reebonz,” ungkap Yuli.

Harga kompetitif dengan konsep diskon menjadi andalan Reebonz. Karena harga barang-barang yang dijual juga tidak murah, diskon menjadi magnet yang kuat untuk menarik penggila fashion berbelanja. Toko fisik tidak setiap hari menggelar diskon seperti yang ditawarkan Reebonz.

“Harga sangat penting bagi konsumen di sini. Mereka mengerti soal brand dan tahu kalau harganya naik 100 ribu Rupiah saja, sebab mereka sering sekali melakukan pembandingan harga.”

Di Indonesia, produk yang banyak dicari adalah tas dan dompet wanita. Untuk brand-nya sendiri, angggota Reebonz  sangat menyukai Balenciaga, Prada, Givenchy, Salvatore Ferragamo, Bottega Veneta, dan Saint Laurent.

“Di tahun 2014, Reebonz Indonesia masih berkonsentrasi pada pelayanan pelanggan. Kami tetap menitikberatkan kepada pelayanan dan kualitas dalam mengelola existing member kami,” pungkas Yuli.