1. DScovery

Return On Investment (ROI): Pengertian, Manfaat dan Cara Menghitungnya

ROI adalah persentase laba bersih dari total investasi yang diberikan pada sebuah perusahaan.

Dalam dunia bisnis, ROI adalah faktor penting yang digunakan untuk melakukan evaluasi untuk mengetahui apa saja yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan oleh perusahaan. Pasalnya, ROI adalah persentase yang menunjukkan laba bersih yang didapat dari total investasi yang dikeluarkan.

Nah, untuk lebih jelasnya, berikut adalah penjelasan mengenai ROI dan cara menghitungnya!

Pengertian ROI

Pada dasarnya, Return on Investment (ROI) adalah rasio yang menunjukkan hasil perhitungan laba bersih yang didapatkan dari nominal investasi yang sudah dikeluarkan. Mengutip dari laman Kementerian Keuangan, ROI juga dapat diartikan sebagai presentase kenaikan atau penurunan investasi selama periode tertentu.

ROI digunakan untuk mengetahui seberapa besar efektivitas dari sebuah investasi yang diberikan. Oleh sebab itu, hasil ROI yang sudah lakukan biasanya digunakan investor untuk menentukan strategi bisnis yang akan digunakan selanjutnya agar tidak salah langkah dalam mengaturnya.

ROI dipengaruhi oleh dua faktor, yakni turnover dari operating assets dan profit margin. Turnover dari operating adalah tingkat perputaran aktiva yang digunakan untuk kegiatan operasional dalam suatu periode tertentu. Sementara profit margin adalah besarnya keuntungan atau penjualan bersih yang didapat oleh perusahaan dalam bentuk persentase.

Manfaat ROI

Umumnya, ROI digunakan untuk menentukan strategi bisnis yang akan digunakan selanjutnya. Namun, ROI memiliki beberapa manfaat lain, di antaranya adalah:

Efisiensi Penggunaan Dana

ROI digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan modal yang bekerja, efisiensi produksi dan efisiensi bagian penjualan. Dengan ini, pengeluaran perusahaan menjadi lebih terkontrol.

Mengetahui Kelemahan Perusahaan

ROI juga dapat digunakan untuk membandingkan efisiensi penggunaan modal pada satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Dengan demikian, kelemahan perusahaan dibandingkan kompetitornya dapat diketahui sehingga memudahkan untuk memperbaikinya.

Mengukur Profitabilitas Perusahaan

Sebuah perusahaan yang menggunakan product cost system yang baik akan memudahkan dalam menghitung profitabilitas dari produk-produk yang dihasilkan. Product cost system dapat dilakukan dengan melakukan perhitungan modal dan biaya yang dapat dialokasikan kepada produk-produk yang dihasilkan.

Sebagai Alat Kontrol

Terakhir, ROI juga berfungsi sebagai alat kontrol untuk melihat bagaimana prospek yang didapat oleh perusahaan, sehingga dapat digunakan untuk mengambil keputusan yang akan diambil untuk ke depannya.

Cara Menghitung ROI

Pada dasarnya, cara menghitung ROI adalah dengan membagi laba bersih yang dihasilkan dengan biaya investasi yang didapatkan, lalu dikalikan seratus persen. Untuk menghitung ROI, kamu juga bisa menghitungnya dengan rumus berikut:

ROI = (Pendapatan Investasi - Biaya Investasi) / Baya Investasi x 100%

Sebagai contoh, apabila seorang investor menginvestasikan uangnya sebesar Rp. 10.000.000 pada sebuah perusahaan dan menghasilkan penjualan sebesar Rp. 15.000.000, maka dapat diketahui bahwa laba yang didapat adalah sebesar Rp. 5.000.000.

Untuk perhitungan ROI yang didapat menggunakan rumus sebagai berikut:

  • ROI = ((Rp. 15.000.000 - Rp. 10.000.000) / Rp. 10.000.000) x 100% = 50%

Dari contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa investor tersebut mendapatkan keuntungan sebesar 50% dari total investasi yang diberikan.

Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai ROI yang telah dirangkum oleh Daily Social. Semoga artikel ini dapat menambah wawasanmu mengenai hal ini.

{$categories[0]['slug']}