1. Lifestyle

Tembus IPO di Angka $ 25 Miliar, Alibaba Ukir Sejarah Baru Dunia

Luar biasa. Di hari-hari pertama sebagai perusahaan go public di New York Stock Exchange, Alibaba Group langsung membungkam publik dengan pencapaian gemilang. Hari Jumat lalu tepatnya, saham Alibaba melonjak 38 persen pada perdagangan perdananya dengan mencetak penawaran umum saham perdana atau IPO (Initial Public Offering) menembus angka $ 25 miliar dan diklaim sebagai penawaran IPO yang tertinggi. Angka ini melebihi nilai yang diraih perusahaan besar seperti Amazon, Facebook, IBM bahkan Intel.

Sebelumnya pada Kamis malam perusahaan e-commerce berbasis di Tiongkok itu menargetkan peluncuran saham senilai $68 per saham. Dibuka pada Jumat pagi nilainya melonjak menjadi $ 92.70 per saham dan berhasil ditutup dengan kenaikan 38 persen menjadi $ 98.89. Sebanyak 271 juta lembar saham Alibaba telah diperdagangkan. Benar-benar sebuah keberuntungan besar bagi Alibaba. Di hari yang sama dinyatakan nilai perusahaan Alibaba menjadi senilai $ 228 miliar. Walaupun bukan yang tertinggi, karena masih ada Apple ($609 miliar), Google ($400 miliar) dan Microsoft ($ 387 miliar) tetap saja bagi publik ini merupakan pencapaian gemilang.

Prestasi gemilang ini juga akan memberikan hasil lebih bagi pelaku bisnis di Alibaba. Tidak hanya eksekutif dan pemegang saham, namun para karyawan juga mendapatkan jatah sebesar $ 8 miliar atas 4,8 persen sahamnya di perusahaan. Yahoo menjadi perusahaan yang juga akan mendapatkan keuntungan dari perolehan ini atas kepemilikan sahamnya sebesar 22,4 persen. Yahoo membeli 40 persen saham Alibaba seharga $1 miliar pada 2005 lalu, namun beberapa kali Yahoo juga melepas saham tersebut di tahun 2012.

Walaupun telah mencetak sejarah baru sebagai penawaran IPO termahal, namun ini bukanlah akhir dari perjuangan, perusahaan yang didirikan pada tahun 1999 di Hangzhou ini harus tetap konsisten memberikan performa terbaik untuk terus bertahan menjadi raksasa global agar mendapatkan konsumen di dunia. CEO Alibaba, Jack Ma juga sudah meminta karyawan tetap tenang dan tidak terlena atas keuntungan ini karena tantangan yang sebenarnya akan datang setelah IPO.

Sebagian besar pendapatan Alibaba berasal dari online marketing dan iklan, walaupun terdapat pendapatan lain seperti biaya keanggotaan, biaya transaksi, biaya layanan tambahan dan juga layanan cloud computing. Alibaba mungkin bukanlah sebuah perusahaan pencipta teknologi yang mengesankan dunia, seperti Apple dengan produk iPhone, tapi dalam bisnis teknologi inovasi bukan hanya tentang pengembangan produk, namun juga tentang bagaimana solusi yang diciptakan dapat bermanfaat bagi banyak orang di dunia.

 

[Gambar: Jack Ma (CEO Alibaba) diambil oleh Jason DeCrow - Wired]


Artikel sindikasi ini pertama kali dimuat di DSenterprise dan ditulis oleh Randy Eka.