Categories

Business

Dua Belum Cukup, Spotify Kembali Akuisisi Perusahaan Podcast

Tampak sekali Spotify tak main-main dengan ekspansinya ke ceruk podcast

Bambang Winarso - 27 March 2019

Ketika mengumumkan keberhasilannya meraup laba untuk pertama kali, Spotify mengatakan secara terang-terangan bakal lebih serius menggarap sektor podcast yang notabene masih berhubungan dengan hiburan telinga. Keseriusan mereka ditandai dengan akuisisi dua startup podcast dalam waktu yang berdekatan, Gimlet Media dan Anchor Februari lalu. Dengan ekspansi berani ini, tak mengherankan jika kemudian Spotify dianggap sebagai salah satu pemain podcast yang harus diperhitungkan terutama jika berkaca pada ekosistem mereka yang sudah solid di ranah hiburan suara.

Tapi “jajahan” Spotify belum usai. Setelah menjadi pemilik baru dari Gimlet Media dan Anchor, Spotify kembali mengumumkan geliat strategisnya dengan membeli startup podcast ketiga, Parcast bahkan belum lewat dua bulan sejak akuisisi terakhir.

Berbeda dari dua podcast yang diakuisisi sebelumnya, Parcast bergerak di ceruk konten yang berbau horor, misteri, fiksi ilmiah dan kejahatan. Dikutip dari Billboard, beberapa judul yang sangat dikenal oleh pendengar, antara lain Cults, Serial Killers, Hostage, Conspiracy Theories, Haunted Places, Historical Figures, Mythology, Survival, Crimes Of Passion, Extraterrestrial, Unsolved Murders, Unexplained Mysteries, Conspiracy Stories, dan Great Women Of Business.

Pihak Parcast mengatakan, akuisisi ini memberi mereka kesempatan dan sumber daya untuk berkembang, menjangkau lebih banyak pengguna dan membuka kemungkinan lain yang lebih lebar.

Sementara bagi Spotify, dukungan konten-konten baru dari Parcast akan membantu perusahaan mencapai tujuannya untuk “menjadi platform audio terkemuka dunia.”

Dari segi produksi, podcast akan membantu Spotify meningkatkan marjin laba karena biaya produksinya yang relatif terjangkau. Artinya, Spotify makin leluasa mengatur berapa keuntungan optimal yang bisa mereka terapkan dan memberi ruang gerak yang lebih bebas untuk mendorong bisnis di sektor yang lain, salah satunya membantu Spotify untuk lepas dari ketergantungan pada hak lisensi lagu yang tidak bisa dibilang murah. Sayang berapa mahar yang harus dirogoh oleh Spotify tidak disebutkan.

Parcast sendiri didirikan pada tahun 2016 dan sekarang memiliki dua studio dan 20 karyawan. Sejak dibentuk, Parcast secara konsisten fokus pada konten-konten bertemakan kejahatan dan misteri. Studio podcast mengatakan bahwa tujuh judul keluarannya pernah menghuni posisi tiga teratas di tangga lagu podcast kepunyaan Apple.

Secara keseluruhan, dalam jangka pendek memang bisnis dari Podcast masih belum bisa disebut sebagai bisnis yang mendatangkan banyak uang seperti halnya streaming musik. Di Amerika Serikat, iklan di sektor podcast hanya menghasilkan uang sebesar $314 juta di tahun 2017. Tetapi angka ini diproyeksikan bakal naik menjadi $1,6 miliar di tahun 2022. Jadi, ini adalah momentum yang tepat bagi Spotify dan mungkin bagi perusahaan streaming lainnya untuk mulai menyiapkan lahan. Sebelum lebih banyak pemain yang masuk dan pasar menjadi lebih kompetitif.

Sumber berita Techcrunch.

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter