Categories

Game

[Game Playlist] Menguji Kemampuan Dalam Competitive Play Overwatch

Bahkan di sesi placement Competitive Play saja, persaingan sudah terasa begitu sengit.

Yoga Wisesa - 2 July 2016

Di pertengahan minggu ini, Blizzard membuka gerbang mode kompetitif Overwatch di PC, sebuah arena bagi gamer buat mengasah kemampuan dan menyempurnakan strategi. Selain skill, ada satu faktor penting lagi yang perlu disiapkan: pastikan hardware PC Anda bekerja optimal karena ketidaknyamanan akibat frame rate rendah bisa memengaruhi performa.

Berbekal notebook gamingMSI GS40 6QE Phantom, saya mencoba peruntungan di mode baru game multiplayer shooter Blizzard itu. Tapi sebelum Anda diperkenankan masuk, beberapa syarat perlu dipenuhi: pertama, hanya user dengan level 25 ke atas saja yang bisa masuk; kemudian Anda juga harus melewati babak placement untuk menentukan skill level - ditunjukkan oleh angka 1 sampai 100, kian tinggi artinya semakin mahir.

Competitive Play bisa Anda temukan di menu Play.

Bahkan di sesi placement saja, persaingan sudah terasa begitu sengit. Berbeda dari Quick Play, dalam Competitive Play tiap pemain betul-betul enggan menyerah, dan masa-masa 'overtime' selalu jadi momen menegangkan. Tim terbaik adalah mereka yang selalu terkoordinasi, dan komunikasi via suara memang sangat dianjurkan. Saya juga menyarankan Anda untuk bermain bersama teman, karena sejauh ini sistem matchmaking Blizzard masih jauh dari kata sempurna.

Langkah pertama menuju kemenangan: pastikan tim memiliki komposisi hero yang seimbang.

Dampak pahit dari matchmaking saya rasakan sendiri. Sistem menempatkan saya di tim yang 'kurang produktif' lima kali berturut-turut. Competitive Play mengekspos semua aspek positif dan negatif dari Overwatch. Terkadang, kekompakan membawa Anda bertemu dan mengenal teman-teman baru. Namun tidak jarang Anda harus berpartner bersama pemain yang emosional dan gemar mengumpat. Masukan saya: persiapkan mental Anda.

Di Competitive Play, tingginya level tidak mewakilkan kemahiran Anda.

Hal ini boleh jadi didorong oleh sistem Competitive Play sendiri. Developer memang mengiming-imingi player dengan hadiah eksklusif mode kompetitif (berupa ikon dan spray) dan Competitive Points (untuk membeli senjata emas), namun motivasi terbesar yang mendorong gamer buat bermain mati-matian ialah, level atau progres Anda akan berkurang seandainya kalah.

Aturan tak tertulis Overwatch: selalu vote sang healer!

Saat masuk ke Competitive Play, Anda akan segera melihat dua kolom level di bawah potret karakter. Sebelah kiri menandakan level normal, dan sebelah kanan mengindikasikan tingkatan skill kompetitif. Jangan kaget jika ada user dengan level mendekati 100 tetapi progres di Competitive Play jauh lebih rendah dibanding Anda. Dan saya menyadari bahwa di mode ini, skill personal harus diimbangi oleh kerjasama.

Sistem matchmaking Blizzard masih belum sempurna.

Tapi bagi saya, kesulitan dan faktor ketidakpastian malah membuat Competitive Play jadi terasa sangat adiktif. Sejauh ini progres saya sudah merosot empat level (tinggal 37), dan saya tidak terlalu peduli seberapa jauh lagi levelnya akan jatuh...

Silakan nikmati galeri screenshot Competitive Play Overwatch di bawah ini:

Game Playlist adalah artikel terkait gaming hasil kolaborasi MSI dengan DailySocial.

Game dimainkan dari unit notebook MSI GS40 6QE Phantom, ditenagai prosesor Intel Core i7-6700HQ, kartu grafis Nvidia GeForce GTX 970M, RAM 16, penyimpanan SSD 128GB dan HDD 1TB. Permainan di-setting di opsi visual medium-high dengan resolusi 1080p, berjalan di 60FPS.

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter