Glossary

Mengenal Proof of Concept, dan Langkah Pembuatannya yang Harus diperhatikan Startup

Proof of Concept, salah satu program yang harus dipilih bisnis startup untuk menghindari kegagalan produk.

Dengan bekembangnya teknologi, bisnis startup juga semakin meningkat. Hal ini menimbulkan berbagai efek, salah satunya dalam persaingan produk yang begitu ketat. Dalam dunia bisnis startup, mereka akan berlomba-lomba untuk membuat teknologi yang canggih. Namun untuk membentuk sebuah teknologi akan selalu ada resiko. Untuk meminimalisir resiko Anda harus melakukan Proof of Concept (POC) terlebih dahulu. 

Apa itu POC? 

Proof of concept (POC) adalah program untuk melakukan validasi konsep atau ide dari segi fungsional, penerapan, teknis atau metode sebuah perangkat lunak sebelum masuk tahap pengembangan. POC dilakukan untuk memastikan teknologi bisa berjalan sesuai ekspektasi pengguna. Biasanya POC juga ditawarkan oleh pihak penyelenggara teknologi. 

Penerapan uji validitas ini sangat penting diterapkan oleh semua startup, karena melalui proses ini, Anda dapat melihat apalah produk atau perangkat lunak Anda sudah bisa berjalan dan dijual dengan baik, hal ini untuk meminimalisir kegagalan. Salah satu penyelenggara program POC adalah Amazon Web Services (AWS), adapun menurut mereka program tersebut dinilai lebih ramah kantong dan rendah resiko untuk Anda yang ingin melakukan manfaat cloud migration.

Selain digunakan dalam bisnis startup, proof of content juga sering digunakan dalam bidang lain seperti pengembangan bisnis, manajemen proyek, IT, manufaktur, keamanan cyber, dan bidang kesehatan.

POC, Prototype, dan MVP adalah proses yang berbeda

POC memang sering disamakan dengan prototype, tetapi kedua strategi ini berbeda. Seperti yang disebutkan sebelumnya, bila POC menguji validitas ide atau konsep dari perangkat lunak. Sedangkan, prototype  dilakukan sesudah POC, yaitu untuk menguji desain, tata letak, navigasi, dan visualisasi bagaimana suatu produk nantinya akan berfungsi secara nyata. 

Sehingga, jika sebuah produk sudah mendapatkan sertifikat layak dari proof of concept, biasanya akan diteruskan ke tahap prototype.

Berbeda  dengan kedua tahapan di atas, MVP atau minimum viable product biasanya akan berbentuk sebuah produk atau aplikasi yang bisa digunakan oleh pengguna dengan terbatas. Akan tetapi, MVP juga masih dalam fitur yang sederhana atau fitur umum saja, MVP digunakan untuk mendapatkan feedback dari pengguna terkait fungsi produk.

Dari tiga pengembangan tersebut, Anda bisa memilih ingin menggunakan POC, prototype, atau MVP, ketiganya memiliki teknis yang berbeda. Namun jika Anda baru terpikirkan konsep atau ide, lebih baik memilih untuk menggunakan program POC agar Anda mengetahui ide tersebut bisa dieksekusi atau tidak.

Empat Hal yang Perlu Diperhatikan Jika Menggunakan Program POC

Jika Anda ingin menggunakan program proof of concept, perhatikan empat langkah berikut agar produk atau aplikasi bisa sesuai dengan ekspektasi.

1. Pahami kebutuhan pengguna

Sebelum memikirkan rencana aplikasi apa yang akan Anda buat, tentukan dahulu kebutuhan dan solusi apa yang pengguna atau pelanggan Anda butuhkan, sehingga nantinya Anda bisa membuat aplikasi yang sesuai. Proses ini bisa dilakukan melalui riset pasar.

2. Perkirakan durasi proof of concept

setelah mengetahui solusi apa yang dibutuhkan pengguna, Anda bisa langsung mengeksekusi ide tersebut dengan POC, tetapi Anda perlu memperkirakan berapa durasi yang kira-kira Anda butuhkan, agar semua bisa selesai sesuai dengan rencana yang Anda buat. Hal ini juga untuk menghindari susulan dari pesaing Anda.

3. Tentukan ruang lingkup proof of concept

Anda perlu menentukan konsep apa saja yang akan dilakukan dengan proof of concept, dengan menentukan ruang lingkup juga hasil dari proyek POC akan lebih akurat dan lebih mudah dievaluasi jika ada ketidak tepatan.

4. Memilih penyelenggara POC yang tepat

membuat sebuah bisnis tentunya bukan hal yang main-main. Sehingga, nda harus pintar-pintar memilih pihak mana yang akan mengembangkan POC dari konsep aplikasi yang akan Anda jalankan. Sebaiknya Anda cari perusahaan pengembang POC yang sudah memiliki keterampilan sebelumnya.

Setelah Anda mengetahui apa itu POC serta beberapa hal yang harus diperhatikan dari program tersebut, maka aplikasi atau produk Anda bisa terhindar dari kegagalan yang fatal jika memilih untuk menerapkan POC.


Disclosure: Artikel ini ditulis oleh Tasya Kania A. C 

Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter