Awal Juni lalu, sekelompok mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah, Jakarta, meluncurkan sebuah aplikasi yang disebut Nusantara Beta. Nusantara Beta adalah sebuah aplikasi travel guide dan direktori pariwisata Indonesia. Saat ini, aplikasi berbasis mobile ini tersedia untuk Android dan Blackberry.

Nusantara Beta (Nusantara-ku) yang diluncurkan pada bulan lalu merupakan versi kedua aplikasi tersebut. Versi pertamanya sudah diluncurkan sejak Mei tahun lalu. Pemenang Bubu Award tahun lalu untuk aplikasi mobile ini kini menjadi partner resmi Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Nusantara Beta akan mengenali lokasi penggunanya, kemudian memberikan saran tempat wisata terdekat dengan lokasi pengguna tersebut. Nusantara Beta mempunyai sekitar 600 data tempat wisata di seluruh Indonesia. Data ini berasal dari data yang mereka kumpulkan dan data dari kementrian pariwisata.

Selain berdasarkan lokasi, pengguna juga bisa mencari tempat wisata berdasarkan propinsi dan kategori tempat wisata tersebut. Data yang lengkap dan ditambah foto, mengundang ketertarikan untuk mengunjungi tempat wisata tersebut. Pengguna juga menggunakan fitur “driving direction” untuk mencari rute dari lokasinya berada ke lokasi tempat wisata tersebut.

Yang paling menarik, setelah sampai lokasi wisata yang dimaksud, pengguna juga dapat mencari lokasi seperti tempat ibadah, minimarket, restoran yang terdekat dengan lokasi tempat wisata tersebut. Khusus untuk data restoran terdekat, data tersebut disediakan oleh Toresto.

Versi terbaru Nusantara Beta juga bekerja sama dengan Good News from Indonesia (GNFI). Salah satu fitur Nusantara Beta menghadirkan berita-berita yang berasal dari GNFI. Semua fitur Nusantara Beta memang ditujukan untuk mempromosikan pariwisata Indonesia.

Namun yang mengherankan, aplikasi ini hadir dalam bahasa Indonesia. Begitu juga dengan deskripsi aplikasi ini di Google Play dan situs Nusantara Beta. Dari tagline-nya, “Kenali Negerimu dalam Genggamanmu”, memang sepertinya aplikasi ini hanya ditujukan untuk pariwisata domestik. Menurut saya, akan lebih baik jika aplikasi ini dibuat dalam bahasa Inggris, sehingga bisa sekaligus mempromosikan pariwisata Indonesia ke luar negeri.

Kekurangan lain dari aplikasi ini menurut saya ada pada fitur Ceritakan Indonesia yang tidak jelas. Fitur ini saat ini berisi foto-foto dari tumblr Nusantara Beta yang beberapa tidak secara langsung berkaitan dengan pariwisata Indonesia. Mungkin fitur ini dimaksudkan untuk fitur user generated content dimana pengguna dapat membagikan pengalaman mereka menjelajah tempat wisata di Indonesia. Sayangnya, mungkin karena tidak mengalami proses kurasi, fitur ini jadi disalahgunakan oleh beberapa pengguna.

Satu kekurangan lain yang terlihat adalah aplikasi ini terlihat buram. Entah karena ukuran file gambar yang kecil atau tidak pas dengan resolusi smartphone yang saya pakai, tampilan aplikasi ini terlihat membayang.

Dengan data yang cukup lengkap dan kolaborasi yang dilakukan, aplikasi ini cukup menjanjikan. Saya menanti aplikasi ini dirilis dalam bahasa Inggris dan penambahan tempat wisata lain yang masih sangat banyak di Indonesia. Sebelum itu, Anda bisa mencoba aplikasi ini dengan mengunduhnya melalui halaman situs mereka.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.