Desain menjadi bagian yang sangat penting untuk diperhatikan dalam pengembangan sebuah produk. Tak hanya produk yang bersifat fisik saja, produk dan layanan digital pun harus didesain sedemikian rupa sehingga memberikan kemudahan bagi penggunanya. Tak ada ukuran pasti untuk sebuah desain produk, karena desain berkaitan dengan sebuah nilai estetika. Sesuatu yang dinilai dari bagaimana pengguna merasakan pengalaman dengan desain tersebut.

Menurut pengalaman Stephanie Engle, desainer yang merombak tampilan linimasa Facebook hingga menjadi seperti saat ini, perancangan suatu produk tak semata-mata menggambar sebuah produk. Di dalamnya terdapat bagian yang terpenting, yakni menyusun pengalaman pengguna.

Desain yang baik mampu memecahkan masalah

Stephanie sendiri bukan seorang yang memiliki latar belakang pendidikan desain produk, termasuk tidak memiliki pengalaman dengan perangkat lunak desain seperti Photoshop. Meskipun demikian ia meyakini bahwa konsep mendasar sebuah desain produk adalah bagaimana sebuah pola disusun dan mampu memecahkan sebuah masalah. Desain bisa diciptakan semua orang, karena desain tidak semata-mata hadir dalam wujud visual, namun lebih dari itu.

Menyusun sebuah desain produk adalah proses untuk mendapatkan fokus pikiran, hati sekaligus minat konsumen. Desain yang baik menjadi representasi atas semangat dan passion perusahaan atau produk yang dihadirkan. Stephanie menganalogikan sebuah desain produk sebagai perwujudan orang yang mendatangi konsumen, Desain mampu “mengedipkan mata” konsumen sehingga mereka tertarik dengan sebuah produk.

Desain produk memiliki fungsionalitas untuk “enabling people” dan keindahan desain itu sendiri menghadirkan “respect & worth”, sehingga keduanya harus berkesinambungan.

Desain menjadi komponen sangat penting untuk pengembangan produk

Pada dasarnya desain terdapat di berbagai hal. Setiap benda di sekeliling kita juga merupakan bagian dari desain. Kesalahan dari sebuah desain pun dapat menimbulkan kekacauan, bahkan kecelakaan. Tentu masih ingat kasus beberapa waktu lalu saat pemenang Miss Universe 2015 salah dibacakan karena kesalahpaman pembacaan narasi pembawa acara.

Bagi sebuah produk, desain sangat berpengaruh pada bagaimana kenyamanan pengguna dalam memanfaatkan produk tersebut. Berdasarkan pengalaman Stephanie, terdapat beberapa poin yang penting untuk diperhatikan dalam mendesain sebuah produk, yaitu:

  1. Desainer harus memahami peranannya. Pemimpin tim juga harus pandai menyesuaikan kenyamanan desainer. Komunikasi menjadi hal yang penting untuk pemahaman visi produk yang ingin dirancang.
  2. Pastikan setiap perancang desain produk mampu untuk mendefinisikan masalah. Kebanyakan orang cenderung akan berpikir di lingkup pengalaman yang dimiliki, maka efeknya akan mendesain sesuatu untuk diri sendiri. Berpikir out of the box penting untuk menciptakan desain yang menyelesaikan masalah.
  3. Buat hipotesis dari masalah yang telah diidentifikasi. Hipotesis masalah akan memberikan gambaran lebih jelas berkaitan dengan apa yang akan dibuat dan dirancang.
  4. Definisikan pula berbagai hal yang dapat mendorong kesuksesan proses perancangan desain, termasuk berdiskusi tentang hambatan yang ada. Setiap orang akan memiliki pandangan berbeda dalam hal ini, sehingga dapat mengisi satu sama lain.
  5. Setiap hipotesis harus diuji dan setiap pengujian harus disertai pengamatan yang komprehensif. Bila perlu adakan survei untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.
  6. Desain yang baik kadang baru didapat setelah mengulangi berbagai proses, terus diuji coba, perbaiki, dan ulangi. Tanggapan konsumen adalah hal yang penting untuk perkembangan berkelanjutan.

Sudah banyak bukti bagaimana desain produk yang baik mampu mengubah dunia. Contoh yang paling populer dan tak perlu diceritakan secara lebih mendalam lagi adalah tentang bagaimana desain produk iPhone merevolusi industri ponsel dunia.