Categories

Interview

Startup “Payment Gateway” Duitku Masih Jadikan UKM sebagai Pelanggan Utama

Sudah memfasilitasi sistem pembayaran untuk lebih kurang 2000 merchant

Prayogo Ryza - 23 June 2020

Co-founder & CEO Duitku Rheza Budiono menceritakan, sejak awal berdiri mereka menyasar UKM sebagai pangsa pasar utama dan konsisten hingga saat ini.

Dukungan Duitku terhadap UKM tercermin dari fokus mereka saat ini yang aktif menyediakan plugins untuk platform e-commerce yang memudahkan merchant dalam mengimplementasikan layanan Duitku dan mengintegrasikannya ke situs resmi mereka.

Untuk saat ini fokus Duitku dibedakan menjadi dua jenis. Pertama untuk payment gateway, dan yang kedua pengiriman dana atau disbursement. Duitku sendiri sudah mendapatkan izin dari Bank Indonesia sebagai Perusahaan Transfer Dana (PTD) sejak Agustus 2018 dan saat ini dalam tahap akhir menunggu terbitnya izin sebagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP).

“Dari sejak terbentuknya hingga saat ini, Duitku sudah memfasilitasi sistem pembayaran untuk lebih kurang 2000 merchant dari berbagai jenis dan skala usaha yang beragam. E-commerce, event, donasi, travel, hingga ke jenis usaha modern seperti platform iklan, layanan via aplikasi, maupun peer to  peer lending, dari UKM, hingga perusahaan multinasional,” terang Rheza.

Sebagai salah satu layanan payment gateway yang sudah lebih dari tiga tahun beroperasi di Indonesia, Duitku sejauh ini cukup percaya diri dengan posisinya di industri. Mereka cukup optimis dengan potensi yang ada di Indonesia. Rheza juga menyatakan tidak menutup peluang kerja sama dengan sistem pembayaran lain baik dari dalam maupun luar negeri.

“Kami menyadari dengan luasnya potensi pasar di Indonesia ini Duitku tetap dapat memberikan kontribusi terbaik sekaligus membesarkan industri sistem pembayaran online ini bersama-sama,”ujar Rheza.

Payment gateway di Indonesia

Saat ini UKM di Indonesia sudah memiliki banyak pilihan untuk menjalankan bisnisnya secara digital, termasuk pilihan pembayaran. E-commerce misalnya, memberikan sistem yang lebih utuh dalam proses jual beli barang. Belum lagi adanya aturan QRIS yang memungkinkan pedagang dari segala level bisa menerima pembayaran melalui e-money atau transfer bank dengan mudah.

Kondisi tersebut tidak menggoyahkan semangat Duitku untuk tetap menyasar UKM sebagai pelanggan potensial utamanya. Karena menurutnya industri payment gateway masih dalam tahap pertumbuhan dan mereka cukup yakin bisa berkontribusi dalam perkembangan ekonomi Indonesia secara makro di era digital.

Marketplace secara umum lebih dirancang untuk penjualan tangible goods, sementara masih banyak intangible goods atau produk digital lainnya yang membutuhkan tempat penjualan namun belum terfasilitasi secara memadai. Untuk jenis-jenis usaha tersebut, Duitku berharap dapat memberi dukungan agar mereka dapat berjualan di platform/situs mereka sendiri secara independen, karena sebuah produk yang berkualitas, pada akhirnya akan memiliki platformnya sendiri,” tutup Rheza.

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter