Categories

Interview

Strategi Reebonz Tarik Perhatian Para Fashionista Indonesia

Reebonz hadirkan tampilan user interface khas Indonesia, mulai dari penggunaan bahasa komunikasi, mata uang, hingga alat pembayaran

Marsya Nabila - 23 July 2016

Pertumbuhan orang kaya di Indonesia terus naik membuat perusahaan e-commerce fesyen asal Singapura, Reebonz, terus melakukan strategi pendekatan agar semakin dilirik, terutama oleh kalangan fashionista. Salah satunya, pelayanan dengan mengusung konsep lokalisasi.

Daniel Lim, co-founder Reebonz, menjelaskan konsep lokalisasi dibuat dengan tujuan pengguna dapat dimudahkan saat hendak melakukan transaksi. Bentuk konsep tersebut tercermin dengan dihadirkannya mata uang lokal, pembayaran dengan bank transfer, dan penggunaan bahasa Indonesia.

"Dengan melakukan pendekatan berkonsep lokal, pengguna tidak akan merasa awam karena interface-nya sesuai dengan budaya lokal Indonesia. Kami hanya menyediakan pembayaran dengan bank transfer hanya di Indonesia. Di negara lain umumnya lebih fasih bertransaksi memakai kartu kredit," terangnya di Jakarta, Jumat (22/7).

Menurutnya, pasar Indonesia sangatlah unik sehingga tidak bisa sembarang strategi bisa diterapkan, apalagi mendekati kalangan orang kaya. Hal tersebut sekaligus menjadi tantangan karena perlu adanya jaminan keamanan mengingat barang yang dijual tidak sembarang.

Lim menyebutkan pihaknya membangun kepercayaan mulai dari situs, pelayanan, kemasan, hingga pengiriman.

Secara jumlah, anggota Reebonz yang terdaftar di Indonesia mencapai 550 ribu orang dari total anggota dari seluruh kawasan Asia Pasifik sebesar 4,9 juta orang. Adapun dari skala umurnya antara 25 tahun hingga 40 tahun.

Dari skala bisnis, lanjutnya, transaksi pengguna Reebonz di Indonesia diklaim tumbuh rata-rata dua kali lipat per kuartalnya sejak pertama kali diluncurkan pada lima tahun lalu. Kendati demikian Lim enggan membeberkan nilai target transaksi yang ingin dicapai tahun ini.

Untuk urusan barang dagangan, produk yang mayoritas dibeli orang kaya Indonesia secara berurutan adalah tas, sepatu, jam tangan, dan perhiasan. Sementara dari segi merk, Michael Kors, Balenciaga, dan Prada adalah merk-merk yang populer.

Barang preloved

Selain menjual barang premium, kini perusahaan menghadirkan pelayanan baru yakni menjadi fasilitator barang preloved antara pembeli dan penjual. Lim menjelaskan, barang-barang yang hendak dijual sebelumnya harus mendapat otentifikasi dari seorang atelier yang datang mengecek keaslian barang.

Hal itu dimaksudkan agar pembeli tidak ditipu oleh barang palsu sekaligus menjaga nama baik Reebonz itu sendiri. Setelah itu, penjual baru bisa menjual barangnya lewat menu yang khusus dihadirkan, yakni Closets.

Atelier itu sendiri disediakan khusus untuk masing-masing negara tempat Reebonz berada, seperti Australia, Singapura, Malaysia, Thailand, Myanmar, dan Indonesia.

Lim membeberkan negara selanjutnya yang akan disasar adalah Tiongkok dan Timur Tengah. "Kami masih pelajari struktur demografinya, belum bisa dipastikan kapan waktu yang tepat untuk menyasar tersebut," pungkasnya.

Application Information Will Show Up Here

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter