StartupBerita

Surge Tingkatkan Ukuran Tiket Pendanaan Awal Startup Binaannya

Kini startup tahap awal peserta program akselerator Surge berpotensi membukukan hingga $3 juta

Setelah mengumumkan dana kelolaan perdana untuk kawasan Asia Tenggara senilai $850 juta (lebih dari 12,5 triliun Rupiah), Sequoia India dan Asia Tenggara melalui program akseleratornya Surge kembali memperkuat komitmen dengan meningkatkan kucuran dana untuk startup tahap awal binaannya. Sebelumnya mereka memberikan seed funding di rentang $1 juta - $2 juta, kini ditingkatkan hingga $3 juta.

Kendati di tengah pasar yang sedang melambat, Surge menaikkan ukuran tiket demi memberi para founder landasan pacu dan waktu yang lebih lebar untuk mendapatkan product-market fit; serta membangun tim yang kuat sebelum mengumpulkan putaran pendanaan berikutnya. Hal ini dilakukan Surge untuk bisa tetap relevan bagi sebanyak mungkin founder, termasuk mereka yang baru memulai serta yang tengah dalam proses mengumpulkan modal tambahan.

Para peserta di Surge 08 atau kohort selanjutnya berkesempatan mendapatkan pendanaan awal dengan ukuran tiket di atas. Namun Surge juga tidak menutup kesempatan bagi startup di tahap pre-seed untuk memperoleh dana dengan nominal yang lebih kecil, misalnya $300 ribu s/d $500 ribu. Faktanya lebih dari 20% startup Surge sedang dalam tahap pre-launch ketika mereka mulai bergabung.

More Coverage:

Mengenal "Living Lab Ventures", Kendaraan Investasi Startup Sinar Mas Land

Hingga saat ini, program Surge telah berlangsung sebanyak enam kali. Di enam kohort, Surge telah bermitra dengan 246 founder dari 112 startup --- termasuk 45 dari Asia Tenggara dan 64 dari India. Startup di bawah naungan Surge secara kolektif telah mengumpulkan lebih dari $1,5 miliar.

Rajan Anandan selaku Managing Director Sequoia Capital India mengungkapkan, “Saat kami memperluas Surge, kami berharap untuk bermitra dengan startup masa depan yang akan mengubah ekosistem Indonesia di berbagai sektor. Selama tiga tahun terakhir, Surge telah bermitra dengan startup luar biasa dari Indonesia, termasuk Qoala, Lummo, Otoklix, Hangry, CoLearn, Durianpay, RaRa Delivery, Bobobox, Rukita dan lainnya.”

Tren pendanaan awal startup di Indonesia

Berdasarkan laporan DSInnovate yang bertajuk "Startup Report 2021-2022Q1", jumlah putaran pendanaan meningkat dari 113 pada 2019 menjadi 214 pada tahun 2021. Berdasarkan laporan ini, pendanaan tahap awal menjadi putaran yang paling banyak terjadi.

More Coverage:

Fresh Factory Raih Pendanaan Tahap Awal Senilai 66 Miliar Rupiah Dipimpin East Ventures

Tingginya jumlah pendanaan awal juga menyiratkan bahwa masih ada peluang bagi generasi baru pendiri untuk menciptakan inovasi untuk mendemokratisasikan aspek bisnis tertentu.

Sumber: DSInnovate

Sementara itu, dari semua putaran pendanaan, terdapat sekitar 341 investor institusi yang terlibat. Daftar ini diisi oleh masing-masing dari Venture Capital (VC), Corporate Venture Capital (CVC), Limited Partners (LP), dan korporasi baik lokal maupun global.

Dalam daftar ini, East Venture menjadi VC dengan transaksi pendanaan terbanyak, diikuti oleh AC Ventures dan MDI Ventures. Sequoia Capital India sendiri masuk ke dalam lima teratas daftar ini dengan total 17 transaksi pendanaan. Berikut tabel lengkap para investor yang paling banyak menyalurkan investasi di Indonesia.

More Coverage:

Northstar Mulai Bidik Startup Tahap Awal, Siapkan Dana 1,5 Triliun Rupiah

Sumber: DSInnovate

Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter
Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again