Categories

Misc

Susul Virgin Galactic, Blue Origin Sukses Terbangkan Jeff Bezos ke Luar Atmosfer Bumi

Sama seperti Virgin Galactic, Blue Origin juga menjanjikan pengalaman microgravity (tanpa beban) selama beberapa menit kepada konsumennya

Glenn Kaonang - 21 July 2021

Space tourism is real. Sembilan hari setelah Sir Richard Branson terbang ke luar angkasa, sekarang giliran miliarder lain yang mencatatkan pencapaian serupa. Bukan sembarang miliarder, melainkan orang terkaya nomor satu sejagat, yakni Jeff Bezos. Bersama saudara kandung dan dua orang lainnya, Jeff berhasil terbang melewati Garis Kármán dan kembali ke Bumi dengan selamat.

Peristiwa ini sekaligus menjadi debut perdana Blue Origin, perusahaan space tourism yang didirikan oleh Jeff di tahun 2000, dalam menerbangkan manusia ke luar angkasa setelah menjalani sederet pengujian penerbangan tanpa awak. Replay lengkapnya bisa ditonton langsung di kanal YouTube resmi Blue Origin.

Secara garis besar, pengalaman wisata luar angkasa yang Virgin Galactic dan Blue Origin tawarkan memang cukup mirip, tapi ada sejumlah perbedaan penting yang layak disoroti. Dari mulai jenis pesawat yang digunakan, kita sebenarnya sudah bisa menemukan perbedaan yang sangat signifikan.

Pesawat New Shepard milik Blue Origin lebih menyerupai pesawat roket pada umumnya, dengan bagian ujung berbentuk kapsul yang akan lepas dan meluncur dengan sendirinya ketika sampai di titik ketinggian tertentu. Pesawat VSS Unity milik Virgin Galactic di sisi lain lebih menyerupai pesawat jet biasa yang dilengkapi mesin pendorongnya sendiri, meski pada awalnya ia juga lepas landas bersama sebuah pesawat induk.

New Shepard juga sepenuhnya autonomous dan bisa beroperasi tanpa kehadiran seorang pilot di kabinnya. VSS Unity di sisi lain membutuhkan dua kru kabin. Durasi total penerbangannya juga berbeda. Penerbangan menggunakan New Shepard memakan waktu sekitar 10 menit dari awal lepas landas sampai akhirnya mendarat, sedangkan penerbangan dengan VSS Unity berlangsung selama sekitar 60 menit.

Meski berbentuk seperti pesawat roket biasa, New Shepard sepenuhnya reusable, baik untuk bagian booster maupun kapsulnya. Bagian kapsulnya sendiri mendarat dengan mengandalkan parasut, dibantu oleh sistem retro-thruster untuk memberikan kendali yang lebih presisi. Blue Origin mengklaim New Shepard dapat digunakan sampai setidaknya 100 kali penerbangan. Pesawat yang dinaiki Jeff dkk misalnya, sebelumnya sudah sempat diterbangkan dua kali.

Namun perbedaan paling signifikan di antara New Shepard dan VSS Unity adalah titik ketinggian yang dicapai. New Shepard mencapai altitudo 107 km sebelum meluncur kembali ke Bumi, sedangkan VSS Unity hanya mencapai altitudo 86 km.

Kalau menurut standar Fédération Aéronautique Internationale, kru New Shepard-lah yang pantas disebut berhasil meninggalkan Bumi karena sudah melewati Garis Kármán (100 km). Namun kalau menurut standar NASA, siapapun yang berhasil menembus ketinggian 80 km sudah bisa diklasifikasikan sebagai seorang astronot.

Terlepas dari perbedaan ketinggiannya, kru kedua pesawat sama-sama sempat mengalami microgravity selama beberapa menit dan melihat pemandangan Bumi dengan latar belakang ruang angkasa yang serba hitam. Inilah pengalaman wisata luar angkasa yang bakal bisa dinikmati masyarakat umum dalam beberapa tahun ke depan, dengan catatan mereka siap membayar mahal.

Blue Origin sejauh ini masih enggan membeberkan harga tiket penerbangan luar angkasanya. Untuk tahun 2021 ini, mereka sudah berencana mengadakan dua penerbangan lain tahun ini, dan demand konsumen disebut sangatlah kuat. Virgin Galactic di sisi lain menarik biaya $250.000 per tiket, sekitar dua kali lipat harga tiket tur bangkai kapal Titanic.

Mau ke luar atmosfer atau ke dasar laut, keduanya sama-sama mahal.

Sumber: Reuters.

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter